Lintasan Sejarah 3 September 2016
Hari ini, Sabtu tanggal 3 September 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 1 Dzulhijjah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Shahrivar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Pernikahan Imam Ali dan Sayidah Fatimah Zahra as
1435 tahun yang lalu, tanggal 1 Dzulhijjah 2 Hq, Imam Ali dan Sayidah Fatimah Zahra as menikah.
Di masa permulaan Islam, banyak pria yang melamar Sayidah Fatimah Zahra as dari Rasulullah Saw untuk menjadi isterinya. Namun tidak seorangpun yang mendapat jawaban positif. Waktu terus berlalu hingga Imam Ali as datang menghadap Rasulullah Saw dengan tujuan yang sama, melamar Sayidah Fatimah Zahra as.
Ketika itu Nabi Muhammad Saw berkata, "Wahai Ali! Sebelum engkau datang, sudah banyak pria yang menghadapku untuk melamar Sayidah Fatimah sebagai isterinya, tapi Fatimah menolak mereka semua. Tunggulah di sini, seperti yang lain. Aku akan ke dalam menanyakan pendapat Fatimah."
Rasulullah Saw menemui Fathimah dan berkata, "Fatimah, engkau telah mengenal Ali bin Abi Thalib dari sisi kedekatan keluarga, keutamaan dan keislamannya. Aku memohon kepada Allah untuk mengawinkanmu dengan makluk terbaik dan paling dicintai Allah. Kini Ali telah melamarmu. Apa pendapatmu?"
Fatimah kemudian terdiam, tapi ia tidak memalingkan wajahnya. Rasulullah sendiri tidak melihat wajah Fatimah menunjukkan ketidaksukaan. Akhirnya Nabi berdiri dan berkata, "Allahu Akbar. Diamnya Fatimah merupakan tanda kerelaannya."
Ketika itu juga Malaikat Jibril turun dan berkata, "Wahai Rasulullah! Nikahkan Fatimah dengan Ali. Allah menerima Fathmah untuk Ali dan sebaliknya, Ali untuk Fatimah."
Akhirnya Rasulullah Saw menikahkan Ali dengan Fatimah. Setelah mempersiapkan segala sesuatu, keduanya dinikahkan oleh Rasulullah tanggal 1 Dzulhijjah 2 Hq.
Mas kawin Sayidah Fatimah Zahra senilai 500 dirham dimana Ali membeli rumah dari setengah harga mas kawin tersebut. Sekaitan dengan hal ini Nabi berkata, "Saya menikahkan Fatimah dengan Ali sesuai dengan perintah Allah."
Dengan demikian, Sayidah Fatimah as hidup serumah dengan Imam Ali as. Dari pernikahan keduanya lahir dua pemuda penghulu Surga, Imam Hasan dan Husein as dan Sayidah Zainab Kubra dan Shugra as.
Oliver Cromwell Meninggal Dunia
358 tahun yang lalu, tanggal 3 September 1658, Oliver Cromwell seorang politikus dan presiden pertama Inggris meninggal dunia.
Selepas mengeksekusi Raja Inggris, King Charles 1, Oliver akhirnya menghapus sistem kerajaan di negara ini. Sejak tahun 1649, ia menjadi penguasa Inggris secara tidak resmi dan pada tahun 1653 dikukuhkan secara resmi. Dia memerintah Inggris secara despotik selama 9 tahun. Kemudian posisi jabatannya digantikan oleh putranya sebagai presiden Inggris. Tetapi dikarenakan ketidaklayakannya, dia pun disingkirkan dari sistem kerajaan kembali menguasai Inggris.
Raisali Delavari Gugur
101 tahun yang lalu, tanggal 3 September tahun 1915, Raisali Delavari, pemimpin perjuangan melawan penjajahan Inggris di Iran, gugur syahid.
Pada awal Perang Dunia Pertama, tentara Rusia dari utara dan tentara Inggris dari selatan, berusaha menduduki Iran. Pada masa itu, Raisali Delavari memimpin perlawanan rakyat atas fatwa para ulama yang mewajibkan jihad demi mempertahankan negara.
Raisali dan pasukannya yang gagah berani berkali-kali berhasil mematahkan serangan tentara Inggris yang berniat menguasai pelabuhan Bushehr. Perjuangan rakyat Tangestan yang terletak di dekat Bushehr itu, berlangsung hingga tujuh tahun.
Imam Lantik Ayatullah Khamenei Sebagai Presiden untuk Periode Kedua
31 tahun yang lalu, tanggal 13 Shahrivar 1364 Hs, Imam Khomeini melantik Ayatullah Khamenei sebagai Presiden Republik Islam Iran untuk periode kedua.
Periode keempat pemilu presiden di Iran diselenggarakan tanggal 25 Mordad 1364. Para kandidat pemilu presiden pada periode ini adalah Ayatullah Khamenei, Habibollah Asgar Ouladi dan Sayid Mahmoud Kashani.
Dalam pilpres ini, Ayatullah Khamenei meraup suara lebih dari 12 juta dari 14,2 juta suara sah dan terpilih kembali sebagai presiden Iran untuk periode kedua. Imam Khomeini ra pada 13 Shahrivar melantik Ayatullah Khamenei sebagai presiden untuk periode kedua.
Ayatullah Khamenei selama 8 tahun menjabat sebagai presiden melakukan banyak kunjungan ke negara-negara asing. Pidato beliau pada tahun 1366 Hs di Majelis Umum PBB menjelaskan tertindasnya Iran dan konspirasi negara-negara arogan terhadap Iran.
Menyusul peristiwa wafatnya Imam Khomeini ra, Ayatullah Khamenei terpilih oleh Dewan Ahli Kepemimpinan (Majles Khobregan Rahbari) sebagai pengganti Imam Khomeini. Peristiwa terpilihanya beliau sebagai pengganti Imam Khomeini terjadi kurang dari dua bulan sebelum pemilu presiden periode kelima.