Lintasan Sejarah 4 September 2016
Hari ini, Ahad tanggal 4 September 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 2 Dzulhijjah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 14 Shahrivar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Dinasti Fatimiyah Kuasai Mesir
1079 tahun yang lalu, tanggal 2 Dzulhijjah 358 Hq, dinasti Fatimiyah menguasai Mesir.
Dinasti Fatimiyah berkuasa di sebagian besar Afrika Utara, Timur Tengah dan Laut Mediterania selama 2 abad.
Para khalifah Dinasti Fatimiyah juga tokoh dan pemimpin para pengikut Syiah Ismailiyah. Selama 2 abad mereka menjadi pendiri dan pengembang pemerintahan Dinasti Fatimiyah di bagian Mediterania dari Timur Tengah. Mereka juga punya kecintaan akan seni dan perdagangan berkat semakin berkembangnya ilmu pengetahun.
Kairo merupakan ibukota Mesir yang dibangun oleh Dinasti Fatimiyah. Kekuasaan Dinasti Fatimiyah di Mesir merupakan bagian pertama dari sejarah Ismailiyah.
Tentara Perancis Kudeta Kelompok Monarki
219 tahun yang lalu, tanggal 4 September tahun 1797, tentara Perancis melakukan kudeta menumbangkan kelompok monarki Perancis.
Delapan tahun setelah Revolusi Perancis, karena kinerja pemerintah dan para pemimpin revolusi yang buruk serta kekalahan yang dialami Perancis dalam berbagai pertempuran di Eropa, rakyat dalam pemilu parlemen memberikan suara kepada kelompok monarki. Namun, atas keinginan para komandan militer, di antaranya Napolean Bonaparte, kelompok militer melakukan kudeta di Paris dan 177 wakil kelompok monarki disingkirkan serta 65 orang lainya diasingkan.
Para pelaku kudeta juga mengasingkan banyak orang pendukung monarkhi serta membredel 42 surat kabar. Akhirnya, kekuatan monarki menjadi kacau-balau dan terbuka jalan bagi Napoleon untuk menguasai pemerintahan di tahun 1799.
Geronimo Menyerah ke Tangan AS
130 tahun yang lalu, tanggal 4 September 1886, kepala suku Indian Apache menyerah ke pasukan AS. Selama 30 tahun, Geronimo berjuang memimpin sukunya dalam mempertahankan wilayah mereka dari ekspansi Amerika.
Suku Apache pun, untuk tujuan yang sama, juga berperang melawan Meksiko.
Setelah puluhan tahun bertempur, Geronimo merasa sudah lelah dan pasukannya pun kalah jumlah. Maka, pada 4 September 1886, dia secara resmi menyatakan menyerah kepada pasukan kolonial Amerika di bawah pimpinan Jenderal Nelson Miles.
Dengan demikian, Geronimo adalah pejuang terakhir Suku Indian yang takluk di bawah kekuasaan AS. Penyerahan ini pun mengakhiri masa Perang Suku Indian di kawasan barat daya negeri itu.
Wafatnya Tantawi Jauhari, Alim dan Penyair Mesir
79 tahun yang lalu, tanggal 2 Dzulhijjah 1358 Hq Tantawi Jauhari meninggal dunia di Mesir.
Tantawi Jauhari, alim dan penyair muslim Mesir di abad 14 Hq dikenal memiliki ilmu yang luas dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan di masanya. Beliau juga merupakan ahli bahasa Arab. Tantawi seorang hafiz al-Quran dan mampu menganalisa dan menafsirkan al-Quran dengan baik.
Ilmuwan Mesir ini ternyata tidak hanya mampu berbahasa Arab, tapi juga menguasai bahasa Inggris dengan baik. Keseharianya beliau mengajar ilmu-ilmu keislaman. Mizan al-Jawahir, Tafsir al-Quran dan Jamal al-Ilm merupakan karya-karya besar ulama Mesir ini.
Ayatullah Ali Ghoddousi Gugur
35 tahun yang lalu, tanggal 14 Shahrivar 1360 Hs, Ayatullah Ali Ghoddousi gugur syahid akibat ledakan bom oleh kelompok munafikin dan dimakamkan di komplek pemakaman suci Hazrat Maksumah as di Qom.
Ayatullah Sheikh Ali Ghoddousi lahir di kota Nahavand pada 1306 Hs. Di usia 15 tahun beliau pergi ke Qom atas dorongan ayahnya yang juga ulama di daerah tempat tinggal mereka.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah agama beliau belajar fiqih untuk tingkat mujtahid pada Ayatullah al-Udzma Boroujerdi dan Imam Khomeini. Pada saat yang sama beliau belajar filsafat kepada Allamah Thathabai.
Ayatullah Ghoddousi saat mempelajari filsafat menunjukkan kejeniusannya sehingga mendapat perhatian khusus dari Allamah Thabathabai dan kemudian mengambilnya sebagai menantunya. Beliau sejak tahun 1341 Hs bergabung dalam gerakan anti rezim Pahlevi dan selama berjuang beliau harus menanggung banyak kesulitan.
Syahid Ghoddousi merupakan anggota Jameeh Modarresin Qom (Asosiasi Pengajar Hauzah Qom) dan dipercayai oleh para pemimpin hauzah ilmiah. Pejuang Islam ini pasca kemenangan Revolusi Islam ditunjuk oleh Imam Khomeini sebagai Jaksa Agung.