Lintasan Sejarah 5 September 2016
Hari ini, Senin tanggal 5 September 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 3 Dzulhijjah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 15 Shahrivar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Nabi dan Sahabat Tiba di Mekah Guna Menunaikan Hajjatul Wada
1427 tahun yang lalu, tanggal 3 Dzulhijjah 10 Hq, Nabi Muhammad Saw dan para sahabat tiba di Mekah untuk menunaikan Hajjatul Wada.
Setelah menyiapkan segala kebutuhan selama perjalanan menunaikan Hajjatul Wada (Haji Perpisahan), Nabi Muhammad Saw bersama Sayidah Fathimah Zahra dan seluruh isterinya pada tanggal 26 Dzulqadah, sebagian menyebut 25 Dzulqadah, keluar dari kota Madinah. Dalam perjalanan penuh spiritual ini, ada sekitar 104 ribu atau 124 ribu sahabat yang menyertai beliau. Sementara di Madinah, Rasulullah Saw menetapkan Abu Dujanah sebagai pengganti posisi beliau selama melakukan ibadah haji.
Rombongan Hajjatul Wada membawa lebih dari 60 hewan korban. Pertama mereka menuju daerah Dzul Hulaifah dan kemudian berihram di Masjid Syajarah. Setelah itu mereka berangkat menuju kota Mekah.
Imam Ali as bersama rombongannya juga berangkat dari Yaman ke Mekah. Beliau menetapkan seorang dari sahabatnya untuk menggantikan posisinya memimpin pasukan Islam di Yaman. Mereka dengan cepat bergerak menuju Mekah. Imam Ali as menemui Rasulullah dan rombongan di dekat kota Mekah. Nabi begitu gembira melihat Ali bin Abi Thalib telah sampai dan bergabung dengan rombongan Madinah. Kemudian pada tanggal 3 Dzulhijjah 10 Hq, Nabi bersama rombongan memasuki kota Mekah. Ini adalah untuk terakhir kalinya Nabi Muhammad Saw menziarahi Mekah.
Banjir Besar di Cina
129 tahun yang lalu, tanggal 5 September 1887, air sungai besar Hwang Hu di Cina mulai meluap. Banjir besar akibat meluapnya sungai ini terus berlangsung hingga satu bulan.
Korban jiwa yang jatuh sekitar 900 ribu orang.
Beberapa kota, ratusan desa, serta kawasan pertanian yang luas juga hancur akibat banjir tersebut. Sungai Hwang Hu mengalir di bagian timur Cina dan memiliki panjang 5200 kilometer.
Berakhirnya Perang Rusia-Jepang
111 tahun yang lalu, tanggal 5 September 1905 berakhirnya perang Rusia dan Jepang.
Perang Rusia-Jepang dimulai pada 10 Februari 1904 dan berakhir 5 September 1905.
Peperangan itu merupakan konflik paling berdarah yang tumbuh dari persaingan antara ambisi imperialis Rusia dan Jepang di Manchuria serta Korea. Peperangan itu terutama terjadi karena perebutan Kota Port Arthur dan Jazirah Liaodong, ditambah dengan jalur rel dari pelabuhan tersebut ke Harbin.
Setelah gagal mendapatkan perjanjian yang menguntungkan dengan Rusia, Jepang mengirimkan sebuah ultimatum pada 31 Desember 1903. Jepang juga memutuskan hubungan diplomatik pada 6 Februari dan mulai menyerang dua hari kemudian. Kedua pihak mengeluarkan pernyataan perang pada 10 Februari.
Perang itu menandai bangkitnya kekuatan Asia menandingi kekuatan Barat yang berkuasa di China saat itu. Kemenangan Jepang membuat kekuatan Barat harus memperhitungkan mereka dalam urusan politik di Asia. Selain itu, kemenangan tersebut memicu kebangkitan nasional di negara-negara Asia lainnya yang sedang terjajah oleh negara Eropa.
Puluhan Rakyat Gugur Akibat Ledakan Bom di Jalan Khayyam
34 tahun yang lalu, tanggal 15 Shahrivar 1361 Hs, puluhan rakyat gugur syahid akibat ledakan bom di jalan Khayyam.
Ketika Republik Islam Iran tengah menghadapi perang tidak sebanding dengan pasukan Baath Irak dan mengorbankan banyak anak bangsa, musuh-musuh dalam negeri tidak tinggal diam. Mereka siap melakukan segala bentuk kejahatan dengan segala cara. Orang-orang bodoh dan fanatik ini membunuh warga Iran dengan slogan kebebasan.
Salah satu kejadian paling keji yang dilakukan kaki tangan Amerika di Indonesia adalah ledakan bom di kota Tehran, tepatnya di jalan Khayyam. Akibat ledakan itu lebih dari ratusan orang tewas dan luka-luka. Pada pukul 20.19 tanggal 15 Shahrivar 1361 Hs, ketika jalan Khayyam dan sekitarnya penuh dengan warga yang tengah mengantri untuk menaiki bus. Tiba-tiba sebuah bom dari sebuah jembatan di jalan ini meledak dan puluhan orang terbakar dan tewas seketika, sementara puluhan lainnya terluka.
Ledakan ini sedemikian hebatnya sehingga memecahkan kaca-kaca kantor dan rumah-rumah yang berada di sekitar daerah itu hingga jarak ratusan meter. Sementara suara ledakan itu terdengar hingga ke seluruh Tehran. Dalam ledakan itu sebuah bus dua tingkat yang sedang berjalan dan penuh dengan penumpang terbakar dan seluruh penumpangnya syahid. Di tempat ledakan terlihat lobang sedalam 5,1 meter dengan lebar mencapai 25 meter persegi.