Sep 08, 2016 06:14 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 8 September 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 6 Dzulhijjah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Shahrivar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Abu Ali Muhammad bin Hammam Lahir

 

1179 tahun yang lalu, tanggal 6 Dzulhijjah 258 Hq, Abu Ali Hammam, seoarng ulama dan ahli hadis termasyhur Iran, terlahir ke dunia.

 

Abu Ali Hammam tinggal di Bagdad dan menuntut ilmu dari ulama-ulama terkemuka pada zaman itu.

 

Setelah mencapai tingkat keilmuan yang tinggi, Abu Ali Hammam pun mengajar di bidang ilmu hadis dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Beliau juga meninggalkan karya penulisan mengenai sejarah para teladan dunia Islam.

 

Richard Strauss Meninggal Dunia

 

67 tahun yang lalu, tanggal 8 September 1949, Richard Strauss, seorang komposer Jerman meninggal dunia.

 

Richard Strauss dilahirkan pada tahun 1864 dan sudah mengenal musik sejak usia kanak-kanak. Cukup banyak karyanya yang dibuat ketika ia masih muda. Banyak orang menyebut dia sebagai peletak dasar musik romantis baru pada abad ke-19 dan 20. Karya  Strauss yang paling terkenal adalah "Waltz" dan "Donau Biru"

 

Pakta SEATO Diteken di Manila

 

62 tahun yang lalu, tanggal 8 September 1954, sebuah pakta pertahanan bernama SEATO yang merupakan perjanjian keamanan Asia Tenggara ditandatangani di kota Manila, Filipina.

 

Pakta ini ditandatangani oleh AS, Inggris, Australia, Pakistan, Thailand, Perancis, Selandia Baru, dan Philipina. Berdasarkan perjanjian SEATO ini, para anggota perjanjian akan memberikan bantuan militer kepada negara anggota lainnya yang diserang oleh pihak luar.

 

Pada tahun 1975, SEATO dibubarkan setelah terjadinya perubahan besar di kawasan Asia Tenggara, khususnya yang terkait dengan kekalahan AS dalam perang Vietnam.

 

Meninggalnya Penulis Jalal Ale Ahmad

 

47 tahun yang lalu, tanggal 18 Shahrivar 1348 Hs, Jalal Ale Ahmad dibunuh oleh SAVAK.

 

Jalal Ale Ahmad lahir di Tehran pada 11 Azar 1302 Hs. Ia pada 1322 Hs resmi menjadi anggota partai Tudeh dan di samping kesibukan di dunia politik, Jalal Ale Ahmad berhasil meraih sarjana di jurusan sastra persia. Pada tahun 1326 Hs, ia diterima bekerja di kementerian budaya. Jalal Ale Ahmad mulai menulis sejak berusia 16 tahun dan setelah bergabung dengan partai Tudeh, ia mengenal karya-karya Kasravi.

 

Kiprahnya di politik tidak berhasil, tapi kebangkitan yang paling mempengaruhi dirinya adalah Kebangkitan 15 Khordad 1342 Hs. Pada waktu itu Jalal Ale Ahmad sampai pada satu keyakinan bahwa setiap aliran pemikiran atau perjuangan manapun yang tidak berakar dari budaya sendiri, maka aliran itu tidak lebih dari pembohongan, eksploitasi dan penjajahan. Ia semakin mantap bahwa satu-satunya harapan untuk membebaskan rakyat ada pada ulama yang sadar, bukan para pemikir Barat dan Timur.

 

Jalal Ale Ahmad akhirnya menyatakan dirinya ikut dan cinta kepada ulama, khususnya Imam Khomeini, SAVAK mulai mengancam dirinya dan berusaha memisahkannya dari ulama. Pada 1347 Hs, ia diancam akan dibunuh. SAVAK ingin membunuhnya secara diam-diam. Akhirnya dalam sebuah aksi teror yang telah direncanakan, mereka membunuhnya pada 18 Shahrivar 1348 Hs. Jasad Jalal Ale Ahmad dishalati di masjid Firouzabadi dan dimakamkan di kota Rey, Tehran.

 

Syahadah Jamaah Haji Iran di Masjidul Haram

 

30 tahun yang lalu, tanggal 6 Dzulhijjah 1407 Hq, ratusan jemaah haji Iran gugur syahid akibat dibunuh oleh tentara-tentara Arab Saudi di kota Mekah.

 

Pembantaian terhadap jemaah haji Iran ini dilakukan pada saat mereka sedang mengadakan demonstrasi damai yang disebut "Baraatul minal musyrikin" atau "pernyataan berlepas tangan dari kaum musyrikin."

 

Selain jemaah haji Iran, jemaah haji dari negara-negara lain juga turut serta dalam demonstrasi ini, antara lain dari Arab Saudi sendiri, Turki, Pakistan, India, Malaysia, Lebanon, Mesir, dan Nigeria. Menjelang jam enam sore, sekitar 150.000 peserta demonstran mulai berpawai dengan tertib sambil meneriakkan kalimat-kalimat syahadat, seruan bersatu umat Islam, dan seruan anti AS, Uni Soviet, dan Israel.

 

Baru sepuluh menit berjalan, pasukan militer Arab Saudi turun ke jalan dan menutup jalan-jalan. Ketegangan mulai terjadi, dan tiba-tiba, dari berbagai arah, para peserta pawai diserbu batu, botol, dan bata-bata bangunan. Para peserta pawai itu berusaha melarikan diri. Namun, mereka tidak berhasil karena dikepung oleh tentara-tentara Arab Saudi. Selain memukuli para jemaah, para tentara juga menghujani mereka dengan tembakan-tembakan.

 

Lebih dari 500 jemaah gugur syahid, lebih dari setengahnya kaum perempuan. Sebagian dari peserta demo yang gugur adalah warga negara selain Iran. Sebagian gugur karena tembakan, sebagian lainnya karena terinjak-injak atau terkena gas penyesak nafas. Lebih 4.700 jemaah lainnya luka-luka.