Sep 10, 2016 05:59 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 10 September 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 8 Dzulhijjah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 20 Shahrivar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Imam Husein Meninggalkan Mekah

 

1377 tahun yang lalu, tanggal 8 Dzulhijjah tahun 60 Hq, Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw, meninggalkan kota Mekah untuk menuju kota Kufah, di Irak.

 

Empat bulan sebelumnya, Imam Husein as meninggalkan kota Madinah yang merupakan tanah kelahiran dan tempat beliau hidup bersama keluarganya selama ini. Beliau meninggalkan Madinah karena menolak untuk berbaiat atau berjanji setia kepada Yazid, putra Muawiyah, yang secara ilegal telah merebut kekuasaan sebagai khalifah kaum muslimin.

 

Kepergian Imam Husein as meninggalkan Mekah sebelum ibadah haji selesai, menunjukkan bahwa perjuangan melawan kezaliman lebih penting daripada ibadah haji.

 

Abu Thahir Menyerang Mekah

 

1120 tahun yang lalu, tanggal 8 Dzulhijjah tahun 317 Hq, Abu Thahir, kepala pemerintahan Qarmathi, Bahrain, menyerang kota Mekah dan membunuh massal para jemaah haji.

 

Harta benda para jemaah haji dan batu Hajarul Aswat yang berada di Ka'bah dirampas oleh Abu Thahir dan dibawa pulang ke Bahrain.

 

Dua puluh dua tahun kemudian, pada masa pemerintahan Dinasti Fathimiah, Hajarul Aswat berhasil dikembalikan ke Mekah.

 

Pengemudi Mabuk Pertama yang Ditangkap

 

119 tahun yang lalu, tanggal 10 September 1897, George Smith menjadi orang pertama di dunia yang ditangkap polisi karena menyetir mobil sambil mabuk.

 

Dia seorang sopir taksi di London, Inggris. Di bawah pengaruh alkohol, Smith menabrakkan taksinya ke sebuah gedung. Dia mengaku bersalah dan didenda 25 shilling.

 

Di Amerika Serikat, hukum pertama yang mengatur larangan berkendara di bawah pengaruh alkohol mulai dipraktikkan di New York tahun 1910. Pada 1936, Dr. Rolla Harger, profesor biokimia dan toksikologi, mematenkan "Drunkometer". Drunkometer adalah alat berbentuk balon yang digunakan untuk menentukan apakah orang yang mengembuskan napas ke alat tersebut, mabuk atau tidak.

 

Tahun 1953, Robert Borkenstein, mantan kapten polisi Indiana dan seorang profesor, yang sebelumnya bekerja sama dengan Harger untuk menemukan Drunkometer, menciptakan "Breathalyzer".

 

Dengan hasil yang lebih akurat dan lebih mudah digunakan dibanding Drunkometer, Breathalyzer menjadi peralatan praktis pertama dan alat uji ilmiah pertama bagi kepolisian untuk menentukan kadar alkohol seseorang.

 

Bila seseorang mengembuskan napas ke dalam Breathalyzer, maka akan timbul uap dari napas yang dihembuskan. Alat itu akan menaksir proporsi alkohol dari napas buangan yang merefleksikan kadar alkohol dalam darah.

 

Meski penemuan Breathalyzer dan alat lain terus berkembang, kesadaran masyarakat akan bahaya mengendarai kendaraan saat mabuk baru meningkat pada akhir 1970-an dan awal 1980-an. Sejak saat itu, para penegak hukum bersikap lebih tegas kepada para pelanggar.

 

Perang Jerman vs Rusia di Sekitar Danau Masurian

 

102 tahun yang lalu, tanggal 10 September  tahun 1914, meletus perang antara Jerman dan Rusia di seputar Danau Masurian.

 

Perang ini dimulai akibat pecahnya Perang Dunia Pertama dan bergabungnya Rusia ke dalam kekuatan Sekutu. Dalam Perang Masurian, pasukan Jerman di bawah komando Hindenburg dan dengan menggunakan taktik serta senjata modern, berhasil menang.

 

Sekitar 20 ribu tentara Rusia terbunuh dan 45 ribu lainnya ditawan. Akhirnya, setelah terjadinya Revolusi Oktober 1917 di Rusia, negara ini mundur dari medan Perang Dunia Pertama.

 

Ayatullah Sayid Asadullah Madani Gugur

 

35 tahun yang lalu, tanggal 20 Shahrivar 1360 Hs, Ayatullah Sayid Asadullah Madani, Imam Jumat kota Tabriz, gugur syahid akibat serangan kelompok teroris Mujahidin al-Khalk (MKO) di saat sedang melaksanakan shalat Jumat.

 

Ayatullah Madani dilahirkan pada tahun 1292 Hsdan menempuh pendidikan di kota Qom dan Najaf hingga mencapai derajat mujtahid. Selama masa pendidikannya, beliau sudah aktif dalam perjuangan politik.

 

Beliau juga turut serta dalam perjuangan menentang Shah Pahlevi yang mengakibatkannya harus masuk penjara. Setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, Ayatullah Madani ditunjuk oleh Imam Khomeini sebagai Imam Jumat kota Tabriz.