Lintasan Sejarah 11 September 2016
Hari ini, Ahad tanggal 11 September 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Dzulhijjah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 21 Shahrivar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Hari Arafah, Hari Para Pecinta Ilahi
Tanggal 9 Dzulhijjah dalam sejarah dikenal dengan nama Hari Arafah dan termasuk hari-hari besar Islam, sekalipun tidak disebut sebagai hari raya atau ied.
Di hari ini Allah Swt menyeru hamba-hamba-Nya agar beribadah dan melakukan ketaatan. Allah sendiri mempersiapkan segalanya kepada mereka yang melakukan ibadah dan berdoa di hari ini. Pada hari penuh berkah ini setan begitu terhina dan marah.
Sejak tergelincirnya mata hari pada tanggal 9 Dzulhijjah, para jamaah haji melakukan ibadah wukuf di padang Arafah. Banyak hadis yang menyebutkan keutamaan melakukan wukuf di padang Arafah. Sementara saat matahari terbenam, para jemaah haji bergerak dari Arafah menuju Masy’ar al-Haram dan mempersiapkan dirinya untuk melakukan manasik haji.
Muslim bin Aqil Gugur Syahid
1377 tahun yang lalu, tanggal 9 Dzulhijjah tahun 60 Hijriah, Muslim bin Aqil, sepupu Imam Husein, gugur syahid di kota Kufah, Irak.
Sebelumnya, ribuan rakyat kufah mengirim surat kepada Imam Husein dan meminta beliau datang ke Kufah untuk memimpin perjuangan melawan Khalifah Yazid bin Muawiyah yang sangat zalim. Imam Husein pun kemudian mengutus sepupu beliau, Muslim bin Aqil, untuk meninjau situasi di Kufah.
Awalnya, rakyat Kufah menyambut Muslim dengan penuh semangat dan menyatakan janji mereka untuk mendukung Imam Husein. Namun, akibat politik teror dan represif yang dijalankan Ubaidullah bin Ziyad, walikota Kufah yang merupakan tangan kanan Yazid bin Muawiyah, rakyat Kufah berbalik mendukung Yazid.
Muslim bin Aqil yang sudah terlanjur mengirimkan surat ke Madinah yang menceritakan kesetiaan rakyat Kufah kepada Imam Husein, kemudian ditangkap dan dibunuh oleh Ubadillah bin Ziyad. Sehari sebelumnya, tanggal 8 Dzulhijjah, Imam Husein telah berangkat meninggalkan Mekah untuk menuju Kufah.
Gugurnya Ayatullah Khiyabani
136 tahun yang lalu, tanggal 21 Shahrivar 1259 Hs, Sheikh Mohammad Khiyabani, seorang pejuang pada periode Revolusi Konstitusional Iran, gugur syahid.
Setelah menuntut ilmu-ilmu agama, Sheikh Khiyabani memulai perjuangannya untuk melawan kekejaman penguasa Iran saat itu, yaitu dinasti Qajar.
Pasca disingkirkannya Shah Mohammad Ali, Sheikh Khiyabani terpilih sebagai wakil rakyat Tabriz di parlemen Iran. Kemudian, beliau kembali berjuang melawan pemerintahan Wutsuqud-Daulah yang merupakan penandatangan perjanjian kerjasama antara Iran dan Inggris.
Sheikh Khiyabani sempat berhasil merebut kekuasaan pemerintahan di kota Tabriz, namun kemudian dalam pertempuran yang tidak seimbang melawan pasukan pemerintah, beliau gugur syahid. Dengan gugurnya Sheikh Khiyabani, gerakan kebangkitan di Tabriz telah ditaklukkan oleh rezim Wutsuqud-Daulah.
Muhammad Ali Jinah Wafat
68 tahun yang lalu, tanggal 11 September tahun 1948, Muhammad Ali Jinah yang dijuluki "Qaid A'dzam", pendiri negara Pakistan, meninggal dunia.
Ali Jinah dilahirkan pada tahun 1876 di kota Karachi. Dia merupakan salah satu pendiri Liga Muslim pada tahun 1906. Awalnya, partai ini aktif di bidang budaya dan agama, namun secara bertahap mulai beralih ke kegiatan politik dan menyuarakan keinginan untuk mendirikan negara muslim yang independen.
Dengan kepemimpinan Jinah, banyak kaum muslimin yang bergabung dalam Liga Muslim dan partai ini menjadi sangat besar dan kuat. Dalam pemilu anggota parlemen yang diselenggarakan pasca Perang Dunia Kedua, partai Liga Muslim menang di semua daerah muslim di India.
Pada tahun 1947, Pakistan berhasil mencapai kemerdekaannya dengan bentuk pemerintahan gubernur jenderal dan Muhammad Ali Jinah menjadi gubernur jenderal pertama negara ini. Untuk menghormati jasa-jasanya, rakyat Pakistan menggelarinya sebagai Bapak Bangsa.
Doktor Mohamad Ramyar Wafat
42 tahun yang lalu, tanggal 11 September tahun 1974, Doktor Mohammaad Ramyar, peneliti dan ahli Quran kontemporer Iran, meninggal dunia.
Doktor Mohammad Ramyar dilahirkan di kota Mashhad, Iran dan di kota itulah dia menimba ilmu keislamannya. Dia kemudian melanjutkan pendidikan di bidang hukum dan filsafat. Gelar doktornya di bidang filsafat diraihnya di universitas Edinburgh.
Selama beberapa waktu, Doktor Ramyar menjabat sebagai Dekan Fakultas Teologi Universitas Teheran. Di antara karya-karyanya adalah buku berjudul "Tarikh Quran" dan "Kasyful Matalib".