Sep 13, 2016 05:39 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 13 September 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 11 Dzulhijjah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 23 Shahrivar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Oliver Cromwell Meninggal Dunia

 

358 tahun yang lalu, tanggal 13 September 1658, Oliver Cromwell, seorang pemimpin revolusi Inggris tahun 1940-1960, meninggal dunia.

 

Setelah mengeksekusi raja Charles Pertama, pada tahun 1648, Cromwell membekukan bentuk kerajaan di Inggris dan menggantikannya dengan persemakmuran.

 

Sejak tahun 1953, Cromwell menjadi penguasa Inggris atau Lord Protector dan memerintah dengan despotik selama sembilan tahun. Setelah kematiannya, pemerintahan di Inggris kembali berbentuk kerajaan.

 

Wafatnya Mirza Jawad Maliki Tabrizi, Guru Besar Akhlak

 

93 tahun yang lalu, tanggal 11 Dzulhijjah 1344 Hq, Ayatullah Mirza Jawad Maliki Tabrizi, guru besar akhlak meninggal dunia dan dikuburkan di pekuburan Sheikhan di kota Qom.

 

Mirza Jawad Maliki Tabrizi yang dikenal dengan Mirza Jawad Agha anak Mirza Syafi' adalah seorang arif sempurna dan ahli fiqih. Beliau dilahirkan di kota Tabriz, Iran.

 

Setelah menyelesaikan pendidikan agama tingkat pertama dan menengah, beliau kemudian pergi ke kota Najaf, Irak. Di sana Mirza Jawad Agha belajar pada guru-guru besar Hauzah Ilmiah Najaf seperti Agha Reza Hamedani, Akhond Khorasani, Muhaddits Nuri dan Akhond Hamedani.

 

Pada 1320 Hq, Mirza Jawad Maliki kembali ke Iran dan menetap di Tabriz. Pada puncak-puncaknya peristiwa Revolusi Konstitusi di Iran, beliau pindah ke kota Qom.

 

Mirza Jawad Maliki Tabrizi disebut sebagai seorang ahli ibadah hakiki. Beliau banyak mendidikan murid-murid yang dikemudian hari menjadi ulama besar seperti Ayatollah Bahauddini, Sheikh Abbas Tehrani dan Imam Khomeini ra.

 

Beliau juga meninggalkan karya-karya ilmiah seperti "Asrar al-Shalah", "al-Muraqabaat", "A'mal al-Sanah", "Risalah Fiqih" dan "Risalah Liqa-u Allah".

 

Penandatanganan Perjanjian Gaza-Jericho

 

23 tahun yang lalu, tanggal 13 September 1993, nota kesepakatan damai "Gaza-Jericho" ditandatangani oleh Yasser Arafat dan Yitzak Rabin di Washington.

 

Yaser Arafat adalah pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Yitzak Rabin adalah perdana menteri Israel waktu itu. Dalam kesepakatan damai yang didahului dengan berbagai perundingan dan proses perdamaian antara Arab dan Zionis itu, kedua pihak, yaitu PLO dan rezim Zionis, saling mengakui keberadaan masing-masing.

 

Selain itu, setelah mendapat banyak konsesi dari pihak Yasser Arafat, Israel bersedia mundur dari 90 persen wilayah Tepi Barat dan berjanji akan menandatangani  perjanjian akhir pada tahun 1990 mengenai pembentukan pemerintahan Palestina di kawasan antara jalur Gaza hingga kota Jericho di Tepi barat.

 

Berdasarkan perjanjian Gaza-Jericho ini, pembangunan kota-kota pemukiman Israel di kawasan pendudukan harus dihentikan, tawanan Palestina dibebaskan, dan pembicaraan mengenai pengembalian pengungsi Palestina dan penetapan garis perbatasan akan dimulai. Namun, rezim Zionis hingga kini tidak menepati satupun dari isi perjanjian itu.

 

Sebaliknya, Yaser Arafat dipaksa memberikan sejumlah konsesi kepada Israel. Akibat lain dari kesediaan Yasser Arafat menandatangani perjanjian ini adalah terpecah-pecahnya persatuan kubu bangsa Arab dalam perundingan damai dengan Tel Aviv.

 

Morteza Ravandi, Peneliti dan Sejarawan Iran Wafat

 

17 tahun yang lalu, tanggal 23 Shahrivar 1378 Hs, Profesor Morteza Ravandi, peneliti sejarah kontemporer Iran ini meninggal dunia pada usia 86 tahun dan dikebumikan di Behesht Zahra Tehran.

 

Profesor Morteza Ravandi lahir di kota Tehran pada 1292 Hs. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Morteza Ravandi menjadi sarjana jurusan hukum di Universitas Tehran. Setelah menangani banyak pekerjaan yang dibebankan kepadanya, Profesor Morteza Ravandi menekuni penelitian tentang sejarah Iran, peran politik dan sosial rakyat negara ini.

 

Oleh karenanya Morteza Ravandi menghabiskan umurnya untuk melakukan penelitian di bidang yang ditekuninya ini. Ia mengkaji dan meninggalkan banyak karya ilmiah tentang sejarah Iran. Ia menulis tentang Sejarah Sosial Iran dalam 10 jilid, tafsir UUD, ekonomi manusia dan sejarah hukum dan pengadilan di Iran.

 

Profesor Ravandi punya keyakinan yang kuat akan Syiah dan punya keakraban dengan pengertian al-Quran. Dalam karya-karya sejarah yang ditulisnya, ia memasukkan pengertian-pengertian al-Quran.