Lintasan Sejarah 16 September 2016
Hari ini, Jumat tanggal 16 September 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 14 Dzulhijjah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Shahrivar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Mukjizat Terbelahnya Bulan
1442 tahun yang lalu, tanggal 14 Dzulhijjah 5 Sebelum Hijrah, Nabi Muhammad Saw menunjukkan mukjizat terbelahnya bulan.
Berdasarkan sejumlah riwayat masyhur, orang-orang Musyrik mendatangani Rasulullah Saw dan berkata, "Bila engkau benar seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua!" Nabi menjawab, "Apakah bila ini aku lakukan kalian akan beriman?" Mereka serentak menjawab, "Iya."
Malam tanggal 14 Dzulhijjah 5 tahun sebelum hijrah, Nabi Muhammad Saw meminta kepada Allah Swt agar mengabulkan apa yang mereka inginkan darinya. Tiba-tiba bulan terbelah dua. Nabi kemudian berkata kepada mereka, "Allah Swt dalam al-Quran berfirman, "Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus"." (al-Qamar ayat 1-2)
Pencurian Hajar Al-Aswad
1120 tahun yang lalu, tanggal 14 Dzulhijjah 317 Hq Dinasti Qaramithah (Qarmatians) yang dipimpin oleh Abu Thahir Qarmati bersama pasukannya memasuki kota Mekah dan membunuh warga yang tinggal di sana.
Banyak dari umat Islam yang dibunuh di Masjidul Haram dan dibuang ke sumur Zamzam. Mereka mengambil kain penutup Kabah dan membagi-baginya di antara mereka. Mereka juga merampas harta orang-orang yang melakukan ibadah haji dan menjarah rumah-rumah penduduk. Tidak cukup itu, mereka membobol pintu Kabah dan memboyong Hajar al-Aswad bersama mereka selama lebih dari 20 tahun.
Gubernur Baghdad dan Iran bersedia membayar 50 ribu dinar bila mereka ingin mengembalikan Hajar al-Aswad. Akhirnya, di masa Muti' Allah pada tahun 339 Hq lewat perintah Abaidullah Mahdi Ismaili, Hajar al-Aswad dikembalikan ke Mekah."
Umar Mukhtar Dihukum Gantung
85 tahun yang lalu, tanggal 16 September 1931, Umar Mukhtar, pemimpin perjuangan bangsa Libya dalam melawan penjajahan Italia, dihukum gantung.
Umar Mukhtar dilahirkan pada tahun 1859 dan merupakan seorang alim agama. Pada tahun 1895, Umar Mukhtar pergi ke Sudan dan ikut serta dalam kebangkitan Mahdi Sudani melawan penjajahan Inggris. Setelah kekalahan perjuangan Madhi Sudani, Mukhtar kembali ke Libya.
Pada tahun 1911, Italia dengan tujuan untuk menguasai Libya berperang dengan Utsmani dan meraih kemenangan. Umar Mukhtar dengan dukungan kabilah-kabilah Lybia melakukan perlawanan terhadap Italia dan menjatuhkan banyak korban di pihak lawan. Akhirnya, Italia dengan mengerahkan pasukan yang sangat banyak dan senjata canggih, mengepung Umar Mukhtar dan pasukannya. Umar Mukhtar pun kemudian tertangkap dan dihukum gantung.
Kota Warsawa Dikepung Tentara Jerman
77 tahun yang lalu, tanggal 16 September 1939, kota Warsawa, Polandia dikepung oleh tentara Jerman pada bulan pertama Perang Dunia Kedua.
Serangan tentara Nazi Jerman ke Polandia itu telah dimulai 15 hari sebelumnya. Meskipun Polandia diserang dari dua arah oleh Jerman dan Soviet, tetapi, rakyat Polandia berjuang sekuat tenaga mempertahankan kota Warsawa.
Namun, akhirnya setelah 11 hari bertempur, pada tanggal 28 September, kota ini jatuh ke tangan Jerman. Berdasarkan nota kesepakatan antara Jerman dan Soviet yang ditandatangani sebelum penyerangan itu, Polandia dibagi dua oleh kedua negara itu.
Pasdaran Bentuk Angkatan Darat, Laut dan Udara
31 tahun yang lalu, tanggal 26 Shahrivar 1364 Hs, Imam Khomeini ra mengeluarkan perintah pembentukan Angkatan Darat, Laut dan Udara Pasdaran.
Hingga tahun 1364 Hs, kebanyakan operasi militer Iran dilakukan dengan partisipasi militer dan Sepah secara bersamaan. Setelah berberapa waktu keharusan perang membuat Pasdaran melakukan operasi militer secara independen. Akhirnya Imam Khomeini ra pada 26 Shahrivar 1364 Hs mengeluarkan perintah pembentukan tiga angkatan; darat, laut dan udara Pasdaran.
Perintah Imam Khomeini ra ini membuat para pejabat Pasdaran waktu itu untuk merekrut pasukan untuk 1500 batalion. Sejak saat itu, Pasdaran berhasil melakukan operasi-operasi militernya dalam Perang 8 Tahun. Selain mampu mengalahkan pasukan Baath, Irak, banyak keberhasilan lain yang diraih mereka untuk Republik Islam Iran. Saat ini, Angkatan Darat, Laut dan Udara Pasdaran memiliki struktur yang kokoh dan kuat untuk mempertahankan Republik Islam Iran.