Sep 19, 2016 10:53 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 19 September 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 17 Dzulhijjah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 29 Shahrivar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Muhibuddin Saraiy lahir

 

647 tahun yang lalu, tanggal 17 Dzulhijjah tahun 790 Hq, Muhibuddin Saraiy, seorang ahli fiqih dan tafsir abad ke-8 Hijriah, terlahir ke dunia di kota Kairo, Mesir.

 

Setelah menguasai berbagai ilmu, di antaranya sastra Arab, fiqih, ushul fiqih, hadis, dan logika, Muhibuddin Saraiy mengajar di sekolah-sekolah di Kairo.

 

Cendikiawan muslim ini menghabiskan usianya di bidang ilmu, baik dalam penelitian maupun pengajaran. Di antara karya penulisan yang ditinggalkan Muhibuddin Saraiy berjudul ‘an-Nihayah'.

 

Leningrad Dibom

 

75 tahun yang lalu, tanggal 19 September 1941, Jerman berhasil menembus pertahanan udara Leningrad (dulu St Petersburg) dan menewaskan lebih dari 1.000 warga Rusia.

 

Pasukan Hitler telah berada di wilayah kekuasaan Soviet sejak Juni 1941. Upaya Jerman mengambil alih Leningrad pada Agustus dengan mengerahkan pasukan panser gagal. Hitler ingin menghancurkan kota itu dan menyerahkannya kepada sekutu, Finlandia, yang saat itu sedang menyerang Rusia dari arah utara.

 

Namun, Leningrad memiliki pertahanan antitank yang cukup untuk menghalau Jerman. Pasukan Jerman mengelilingi kota tersebut dengan tujuan memisahkannya dari bagian lain Rusia.

 

Serangan udara itu sangat brutal. Pengepungan Leningrad berlangsung selama 872 hari dan mengakibatkan populasi kota hampir habis. Lebih dari 650 ribu warga Leningrad tewas pada 1942 akibat kelaparan, wabah penyakit, dan serangan artileri pasukan Jerman yang berposisi di luar kota. Satu-satunya akses masuk cadangan makanan ialah melalui Danau Ladoga. Itu pun harus menggunakan kereta luncur es pada musim dingin. Pasukan Soviet akhirnya berhasil memenangi pengepungan itu pada Januari 1944, memukul mundur pasukan Jerman sejauh 50 mil (80,46 km) dari Kota Leningrad.

 

Pesawat Pembawa Bantuan Korban Gempa Jatuh di Shiraz

 

38 tahun yang lalu, tanggal 29 Shahrivar 1357 Hs, pesawat pembawa bantuan korban gempa jatuh di Shiraz.

 

Pasca gempa bumi besar di kota Tabas, bantuan rakyat dan pemerintah segera dikirim ke daerah ini. Pada tanggal 29 Shahrivar 1357 Hs, sebuah pesawat C-130 milik Angkatan Udara berangkat dari pangkalan Shiraz menuju Tehran.

 

Pesawat ini membawa bantuan segala bentuk kebutuhan warga korban gempa. Tapi kira-kira pada pukul 8 pagi pesawat ini jatuh di bandara Doshan Tappeh. Sembilan orang tentara yang ikut dalam penerbangan ini semuanya tewas.

 

Perjanjian Militer AS dan Kuwait

 

25 tahun yang lalu, tanggal 19 September 1991, Kuwait dan Amerika menandatangani sebuah nota kesepakatan militer.

 

Nota kesepakatan ini dibuat enam bulan setelah berakhirnya pendudukan Irak di Kuwait. Menurut para pejabat Kuwait, kesepakatan ini dibuat untuk mencegah kembalinya agresi Irak.

 

Berdasarkan perjanjian ini, Amerika memiliki hak untuk menggunakan pelabuhan-pelabuhan Kuwait dan mendirikan pangkalan militer di negara itu, serta kedua negara akan melakukan latihan militer bersama.

 

Pada tahun 1992, Kuwait juga membuat perjanjian serupa dengan Inggris dan Perancis. Pada tahun-tahun berikutnya, Qatar, Bahrain, Oman, and Uni Emirat Arab juga mengadakan perjanjian militer dengan Amerika, Inggris, dan Perancis. Namun, di luar yang dibayangkan oleh negara-negara itu, kehadiran militer Barat di wilayah mereka justru mendatangkan masalah di dalam negeri dan meningkatkan ketidakamanan di Teluk Persia.

 

Tentara AS Menyerbu Haiti

 

22 tahun yang lalu, tanggal 19 September 1994,  20 ribu tentara AS menyerbu Haiti, sebuah negara kecil di Laut Karibia,  dari laut dan udara dan kemudian menduduki negara tersebut.

 

Alasan Washington dalam serangannya tersebut adalah untuk mengembalikan Jean Bertrand Aristide, mantan presiden Haiti, ke kursi kepresidenan.

 

Sebelumnya, pada tahun 1991, Jenderal Raol Cedras melakukan kudeta terhadap Aristide yang delapan bulan sebelumnya terpilih sebagai presiden Haiti. Namun, atas desakan internasional, terutama Amerika, para pelaku kudeta bersedia menyerahkan kembali kekuasaan keapda Aristide.

 

Di luar kesepakatan, tiba-tiba AS menyerang Haiti dan tetap tinggal di negara itu dengan kedok sebagai pasukan penjaga perdamaian. Tindakan AS ini merupakan bukti lain dari pelanggaran undang-undang internasional yang berkali-kali dilakukan oleh negara ini.