Sep 24, 2016 07:54 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 24 September 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 22 Dzulhijjah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Mehr 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Maitsam Tammar Gugur Syahid

 

1377 tahun yang lalu, tanggal 22 Dzulhijjah 60 Hq, Maitsam Tammar, salah seorang sahabat utama Imam Ali as, gugur syahid.

 

Awalnya, Maitsam adalah seorang budak yang kemudian dibeli dan dibebaskan oleh Imam Ali as. Mereka kemudian menjadi sahabat dekat.

 

Imam Ali amat mencintai Maitsam dan sebaliknya, Maitsam selalu menjadi pembela dan pendukung Imam Ali. Sepeninggal Imam Ali, Maitsam terus mendukung dan membela Ahlul Bait, atau keluarga suci Rasulullah, sehingga akhirnya dibunuh oleh rezim penguasa saat itu, yaitu Dinasti Umayah.

 

Abdullah Anshari Meninggal

 

956 tahun yang lalu, tanggal 22 Dzulhijjah 481 Hq, Abdullah Anshari, seorang cendikiawan besar Iran, yang terkenal dengan nama Pir Herat, meninggal dunia.

 

Abdullah Anshari dilahirkan di kota Herat yang kini menjadi bagian dari wilayah Afganistan. Ia mempelajari berbagai ilmu yang berkembang di zamannya, antara lain fiqih, hadis, dan tafsir sehingga akhirnya mencapai derajat tinggi di bidang keilmuan.

 

Sepanjang hidupnya, Abdullah Anshari mengabdikan umurnya untuk belajar dan mengajar. Ia juga meninggalkan banyak karya penulisan yang bernilai tinggi, di antaranya tafsir al-Quran yang bersifat sastra-sufi, berjudul "Kashful Asrar wa ‘Iddatul Abrar". Selain itu, Abdullah Anshari juga meninggalkan buku kumpulan syair-syair hasil karyanya sendiri.

 

Akhir Operasi Napoleon di Austria

 

211 tahun yang lalu, tanggal 24 September tahun 1805, pasukan "Grande Armee" Napoleon Bonaparte mengakhiri operasi militernya di Austria.

 

Operasi militer ini dilancarkan untuk mencegah serangan tentara Austria.  200 ribu tentara Perancis dalam waktu 27 hari menyerang dari tepi sungai Rhine dan menjatuhkan kekalahan telak kepada tentara Austria.

 

Meskipun Austria merupakan sahabat Perancis, namun dalam perundingan rahasianya dengan Rusia dan Inggris, Austria bermaksud menggulingkan Napoleon.

 

Ghumam Hamedani Meninggal Dunia

 

74 tahun yang lalu, tanggal 3 Mehr 1321 Hs, Mohammad Yusuf Zadeh, yang terkenal dengan nama Ghumam Hamedani, seorang sastrawan dan penyair Iran, meninggal dunia.

 

Mohammad Yusuf Zadeh amat manguasai bidang logika, filsafat Islam dan sastra Persia. Selain menggeluti bidang sastra, dia juga aktif dalam perjuangan Revolusi Konstitusional Iran. Namun, ketika akhirnya revolusi ini menyimpang dari tujuannya semula dan tokoh-tokoh despotik naik menjadi pemimpin, Hamedani memilih keluar dari aktivitas politik dan berkonsentrasi di bidang pendidikan sosial dan sastra.

 

Satu-satunya karya peninggalan Hamedani adalah Diwan-e Asy'ar yang hanya memuat kurang dari sepertiga karya-karya syair Hamedani sepanjang hidupnya.

 

Jerman Mengebom Warsawa

 

77 tahun yang lalu, tanggal 24 September tahun 1939, dimulailah pengeboman besar-besaran di Warsawa, Polandia, oleh pasawat-pesawat Jerman.

 

Pengeboman ini dilakukan pada awal Perang Dunia Kedua dan terjadi selama tiga hari. Setelah melakukan perlawanan hebat, rakyat Warsawa akhirnya menyerah kepada Jerman.

 

Hitler telah memerintahkan kepada pasukan Nazi agar dengan cara apapun, kota ini harus ditaklukkan. Dalam pengeboman ini, lebih dari 15 ribu rakyat Warsawa tewas.

 

Guinea Merdeka

 

42 tahun yang lalu, tanggal 24 September tahun 1974, Guinea Bissau meraih kemerdekaannya dari Portugis.

 

Pangeran Henry dari Portugis mendarat di Guinea Bissau pada tahun 1446 dan sejak saat itu, Portugis menjajah negara ini hingga abad ke-20. Selama masa penjajahan Portugis, wilayah ini diberi nama Guinea Portugis.

 

Pada abad ke-17 dan ke-18, negara ini menjadi kawasan perdagangan budak oleh bangsa Eropa. Sejak pertengahan dekade ke 1960, kebangkitan rakyat negara ini dalam melawan penjajah semakin meningkat. Pada tahun 1970, pengontrolan dua pertiga wilayah Guinea Bissau berada di tangan para pejuang kemerdekaan. Akhirnya, Portugis pada tahun 1974 mengakui kemerdekaan Guinea Bissau.

 

Guinea Bissau memiliki luas wilayah  lebih dari 36 ribu kilometer persegi dan berbatasan dengan Guinea dan Senegal.