Sep 26, 2016 17:03 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 25 September 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Dzulhijjah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Mehr 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ali Al-Masudi, Sejarawan Syiah Wafat

 

1092 tahun yang lalu, tanggal 23 Dzulhijjah 345 Hq Ali al-Masudi, sejarawan Syiah meninggal dunia.

 

Abu al-Hasan Ali bin Husein bin Ali yang lebih dikenal dengan Masudi, sejarawan dan ahli hadis Syiah. Masudi banyak melakukan perjalanan ke negara-negara dan menemukan banyak hakikat sejarah dan geografi dari ahlinya di sana.

 

Masudi memulai perjalanannya dari tahun 309 Hq dan ia menyaksikan dari dekat kota-kota negara Islam dan non Islam. Perjalanan yang dilakukannya membentuk sebagian besar dari kehidupannya. Oleh karenanya, dua buku sejarah terkenal Masudi; Muruj al-Dzahab dan al-Tanbih wa al-Asyraf sangat dipercaya oleh para sejarawan. Selain itu, Masudi juga menjelaskan peristiwa-peristiwa sejarah menganalisanya dari sudut pandang sosiologi.

 

Hari Jadi Kota Bandung

 

206 tahun yang lalu, tanggal 25 September 1810, diperingati sebagai hari jadi kota Bandung.

 

Bandung (kota madya) merupakan ibu kota Provinsi Jawa Barat. Kota itu pada zaman dahulu dikenal sebagai Parijs van Java (bahasa Belanda) atau Parisnya Jawa. Bandung terkenal akan Gedung Sate dan hawanya yang sejuk.

 

Tepat pada 25 September 1810, Gubernur Jenderal ke-36 Hindia Belanda Daendels mengeluarkan surat keputusan pindahnya ibu kota Bandung dan sekaligus pengangkatan Raden Suria sebagai Patih Parakanmuncang. Sejak peristiwa tersebut, 25 September dijadikan sebagai Hari Jadi Kota Bandung dan RA Wiranatakusumah sebagai the founding father.

 

Mirza Tehrani Meninggal Dunia

 

82 tahun yang lalu, tanggal 4 Mehr 1313 Hs, Haji Mirza Abdulkareem Raushan Tehrani, seorang ulama dan ahli sufi Iran, meninggal dunia.

 

Haji Mirza Abdulkareem Raushan Tehrani dilahirkan di kota Teheran pada tahun 1262. Ketertarikan dan keingintahuannya yang mendalam di bidang irfan atau sufistik dan filsafat membawanya untuk mempelajari ilmu-ilmu Islam.

 

Mirza Tehrani menuntut ilmu dari ulama-ulama terkemuka di zamannya sampai ia sendiri pun akhirnya menjadi ulama terkemuka. Haji Mirza Abdulkareem Raushan Tehrani selama beberapa waktu pernah mengajar di fakultas Teologi Universitas Teheran.

 

Ayatullah Sheikh Abbas Qommi Wafat

 

78 tahun yang lalu, tanggal 23 Dzulhijjah 1359 Hq, Ayatullah Sheikh Abbas Qommi, seorang ulama dan ahli hadis terkenal asal Iran, meninggal dunia.

 

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di bidang keagamaan, Ayatullah Qommi melanjutkan pendidikannya di kota Najaf al-Asyraf, Irak. Ayatullah Qommi dikenal sebagai ulama yang melalui proses pembelajarannya dengan sangat sulit.

 

Beliau meninggalkan banyak karya di bidang penulisan, dan yang paling terkenal adalah buku "Mafatihul Jinan", sebuah karya penulisan berupa kumpulan doa-doa dan tata cara ziarah paling lengkap. Selain itu, Ayatullah Qommi juga menulis beberapa buku terkenal di antaranya "Muntahal Amal", "Safinatul Bihar", dan "al-Fawa'id ar-Radhawiyah".

 

OKI Bersidang Soal Perang Irak-Iran

 

36 tahun yang lalu, tanggal 4 Mehr 1359 Hs, OKI menyelenggarakan sidang membicarakan perang Irak-Iran.

 

Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang sekarang bernama Organisasi Kerjasama Islam sejak hari-hari pertama perang antara Irak dan Iran telah berusaha menengahi. Menteri-menteri luar negeri anggota OKI yang rencananya ikut dalam sidang tahunan Majelis Umum PBB di New York, pada 4 Mehr 1359 Hs mengadakan sidang untuk membahas perang Iran dan Irak.

 

Pelaksanaan sidang ini dilakukan berkat usulan wakil Indonesia dan Libya dan dalam sidang itu dibentuk sebuah komite bernama "Niat Baik" yang bertujuan mengakhiri perang. Komite ini selama bertugas berhasil melakukan pertemuan sebanyak sembilan kali dan beberapa kali melakukan kunjungan ke Tehran dan Baghdad. Tapi upaya mereka tidak membuahkan hasil dan perang terus berlanjut. Sementara situasi yang muncul perlahan-lahan lebih menguntungkan Iran.

 

Khalid Meshal Diteror Israel

 

19 tahun yang lalu, tanggal 25 September tahun 1997, dinas rahasia Zionis Israel Mossad, melakukan teror terhadap pejuang Palestina, Khalid Meshal.

 

Khalid Meshal adalah Ketua Biro Politik Organisasi Perlawanan Islam Palestina atau HAMAS. Ia diserang oleh Mossad di kota Amman, Jordania sehingga mengalami luka-luka berat.

 

Dua pelaku teror tersebut berhasil ditangkap. Pejabat Kanada pun turut marah kepada kedua agen Mossad tersebut karena mereka menggunakan paspor Kanada ketika memasuki Jordania. Peristiwa ini sekali lagi membuka kedok kejahatan rezim Zionis dan menimbulkan krisis hubungan antara Israel dan Kanada.