Lintasan Sejarah 28 September 2016
Hari ini, Rabu tanggal 28 September 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 26 Dzulhijjah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 7 Mehr 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Abulfadhail Amidi Lahir
878 tahun yang lalu, tanggal 26 Zulhijjah 559 Hq, Abulfadhail Ali bin Yusuf Amidi, seorang faqih dan sastrawan Islam lahir di kota Wasat, Irak.
Abulfadhail Ali bin Yusuf Amidi mendalami bidang ilmu fiqih, usul fiqih, sastra dan matematika, di Baghdad.
Faqih dan sastrawan muslim ini turut mendeklamasikan syair-syair yang sangat berbobot. Beliau meninggal dunia pada usia 49 tahun.
Ayatullah Gholamreza Yazdi Koucheh Bivki Wafat
59 tahun yang lalu, tanggal 26 Dzulhijjah 1378 Hq, Ayatullah Gholamreza Yazdi Koucheh Bivki meninggal dunia.
Ayatullah Haj Sheikh Gholamreza Yazdi lahir di kota Mashad dan di usia 10 tahun beliau pergi ke kota Isfahan untuk memulai pendidikan agamanya. Setelah itu beliau pergi ke kota Najaf dan belajar kepada guru-guru besar seperti Akhond Khorasani dan Allamah Mohammad Kazem Yazdi.
Pada tahun 1325 HQ, Ayatullah Gholamreza Yazdi kembali ke Iran dan menetap di kota Yazd melaksanakan kewajiban agamanya mengajarkan agama Islam kepada warga. Beliau seorang orator hebat dan nasihat-nasihatnya sangat mempengaruhi warga Yazd. Terkadang beliau berjalan kaki menelusuri desa-desa di sana untuk mengajarkan agama kepada warga desa.
Buku Miftah Ulum al-Quran merupakan satu dari karya ilmiah beliau.
Aksi Mogok Massal Menentang Sikap Rezim Pahlevi
21 tahun yang lalu, tanggal 7 Mehr 1357 Hs, rakyat Iran melakukan aksi mogok massal menentang sikap rezim Pahlevi.
Menyusul diumumkannya kondisi darurat militer di seluruh kota-kota besar Iran, rakyat melakukan aksi mogok memrotes sikap rezim Pahlevi itu.
Aksi mogok ini mulai dilakukan oleh para anggota koperasi industri perminyakan Iran dan pegawai kilang minyak Abadan. Menyaksikan aksi mogok itu, para pegawai telekomunikasi Tehran tidak ingin ketinggalan dan juga melakukan aksi yang sama.
Pada tanggal 7 Mehr 1357 Hs,para karyawan kereta api, air minum, semen Tehran, pelabuhan, kilang minyak Shiraz, reaktor nuklir, penambang batu bara, para nelayan dan penguasaha tekstil Yazd juga turut melakukan aksi mogok menentang keputusan rezim Pahlevi.
Ayatullah Mohammad Hassan Safi Isfahani Wafat
21 tahun yang lalu, tanggal 7 Mehr 1374 Hs, ayatullah Mohammad Hassan Safi Isfahani meninggal dunia dalam usia 76 tahun dan dimakamkan di dekat kuburan Allamah Majlisi di Isfahan.
Ayatullah Mohammad Hassan Safi Isfahani lahir pada 1298 Hs di kota Isfahan dan setelah menyelesaikan pendidikan SD, SMP dan SMA, ia memutuskan untuk mempelajari agama Islam secara spesifik. Setelah menuntut ilmu-ilmu agama selama beberapa tahun di Isfahan dan Qom, Ayatullah Mohammad Hassan Safi Isfahani melanjutkan studinya ke Najaf, Irak.
Selama di Najaf, ia belajar kepada guru-guru besar seperti Sheikh Mohammad Ali Kazemaini, Sayid Abdolhadi Shirazi, Sayid Muhsen al-Hakim dan Sayid Abul Qasim Khui. Belajar selama 27 tahun di Najaf membuatnya mampu mengokohkan prinsip-prinsip ilmu fiqih, filsafat dan akhlaknya. Pada usia 50 tahun, ia kembali ke Isfahan dan mulai mengembangkan ilmunya dengan mengajar, menjadi imam masjid dan mendidik masyarakat. Setelah mengajar beberapa tahun kemudian ia memimpin Hauzah Ilmiah Isfahan.
Ayatullah Mohammad Hassan Safi Isfahani memiliki banyak karya ilmiah seperti Perbandingan Ekonomi Islam dengan Sosialisme dan Kapitalisme dan catatan fiqih dan ushul fiqih. Ia memiliki kemampuan luar biasa di bidang fiqih, ushul fiqih, teologi, sejarah, tafsir, filsafat dan ekonomi.
PBB Mengeluarkan Resolusi 1073
20 tahun yang lalu, tanggal 28 September 1996, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi nomor 1073 yang meminta dihentikannya aksi pembuatan terowongan di bawah kompleks Masjid al-Aqsa yang dilakukan oleh rezim Zionis.
Semula, dalam konsep resolusi ini dicantumkan kecaman atas tindakan ilegal Zionis itu, namun atas campur tangan AS, kalimat kecaman tersebut dibuang.
Pembuatan terowongan di bawah masjid al-Aqsa ini menimbulkan bentrokan berdarah antara tentara Zionis dan rakyat Palestina pada tanggal 23 September 1996. Bentrokan ini menewaskan ratusan rakyat Palestina. Meskipun DK PBB telah mengeluarkan resolusi, Israel tetap meneruskan pembangunan terowongan di bawah Masid al-Aqsa tersebut.