Lintasan Sejarah 1 Oktober 2016
Hari ini, Sabtu tanggal 1 Oktober 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 29 Dzulhijjah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 10 Mehr 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Khayat, Ahli Nahwu Meninggal
1117 tahun yang lalu, tanggal 29 Dzulhijjah 320 Hq, Abu Bakar Muhammad bin Ahmad Khayat, seorang ahli hadis dan ulama besar ilmu nahwu, meninggal dunia.
Beliau dilahirkan di kota Samarkand di timur laut Iran, yang kini menjadi wilayah dari Uzbekistan. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di tanah kelahirannya, Ibnu Khayat pergi ke Irak untuk melanjutkan pendidikan. Ibnu Khayat menimba ilmu di berbagai kota Irak yang kala itu merupakan pusat keilmuan dunia Islam.
Di antara karya-karya peninggalan Ibnu Khayat berjudul "Ma'aniy Al-Quran", "al-Mujaz fin-Nahwi", dan "an-Nahwul Kabir".
Ayatullah Khiyabani Gugur Syahid
99 tahun yang lalu, tanggal 29 Dzulhijjah 1338 Hq, Ayatullah Syeikh Muhammad Khiyabani gugur syahid.
Ayatullah Khiyabani gugur syahid akibat pengkhianatan sebagian antek-antek asing dan dimakamkan di pekuburan umum Sayid Hamzeh di Tabriz. Beberapa waktu berlalu, pekuburan ini menjadi sekolah dan ketika sekolah ini rusak, kuburan Ayatullah Khiyabani juga lenyap.
Syeikh Muhammad Khiyabani lahir pada 1297 Hq dari keluarga agamis di kota Tabriz. Pada awalnya ia mengikuti ayahnya sebagai pedagang, tapi kecenderungan kejiwaannya untuk menuntut ilmu membuatnya memilih menjadi talabeh. Dengan cepat Syeikh Khiyabani menyelesaikan pendidikannya dan ikut dalam pendidikan tingkat tinggi ilmu fiqih, ushul fiqih dan astronomi.
Ketika kota Tabriz dikepung, Ayatullah Khiyabani menjadi tokoh dan pemimpin rakyat. Dengan pakaian ulama ia memanggul senjata dan bersama-sama rakyat mempertahankan kota dan kehormatan warga dari pasukan Ain ad-Daulah, Perdana Menteri Dinasti Qajar. Setelah lengsernya Muhammad Ali Syah, Ayatullah Khiyabani dipilih rakyat Tabriz menjadi wakil mereka di Dewan Nasional (parlemen Iran). Beliau bersama tokoh seperti Syahid Modarres berusaha membela hak rakyat. Di masa periode Dewan Nasional periode ke dua, dengan berani Ayatullah Khiyabani melakukan protes terbuka atas ultimatum penjajah Tsar Rusia.
Kondisi Iran yang tidak baik dan diusirnya wakil-wakil Azerbaijan di Majlis Dewan Nasional membuat Ayatullah Khiyabani membentuk dewan perwakilan daerah dan mengajak rakyat bangkit melawan. Pada 16 Rajab 1337 Hq Ayatullah Khiyabani mengumumkan secara terbuka perlawanannya. Kebangkitan ini berhasil meraih kemenangan dan berlanjut hingga lima bulan. Akhirnya, akibat pengkhianatan Mukhbir al-Saltanah, tokoh nasionalis, pendukung Ayatullah Khiyabani dibunuh dan yang masih hidup dilucuti senjatanya.
Republik Rakyat Cina Berdiri
67 tahun yang lalu, tanggal 1 Oktober tahun 1949, Republik Rakyat Cina secara resmi memproklamasikan diri dengan Mao Zedong sebagai presiden.
Negara yang memiliki kekayaan peradaban kuno itu, pada akhir abad ke-16 berada di bawah kekuasaan sejumlah negara Eropa. Pada tahun 1912 dimulailah sebuah revolusi besar di bawah pimpinan Sun Yat Sen dengan tujuan untuk meruntuhkan Dinasti Militer Manchu. Revolusi itu berhasil menumbangkan pemerintahan Manchu dan mendudukkan Sun Yat Sen sebagai presiden.
Pada tahun 1931, pasukan Jepang melakukan agresi ke Cina. Pada saat itu, di dalam negeri Cina sendiri tengah terjadi perebutan kekuasaan antara Mao Zedong yang beraliran komunis melawan Chiang Kai Sek yang berhaluan nasionalis. Akhirnya, pada tahun 1945, saat Jepang menyerah kepada pasukan Sekutu yang menandai berakhirnya Perang Dunia Kedua, perang antara Cina dan Jepang juga berakhir.
Berakhirnya perang antara kedua negara itu membuat perang saudara antara para pendukung Mao Zedong dan Chiang Kai-shek kembali berlanjut. Perang ini dimenangkan oleh Mao Zedong. Akhirnya, pada tahun 1949, Mao Zedong memproklamasikan berdirinya Republik Rakyat Cina yang berhaluan komunis. Chiang Kai-shek sendiri bersama pendukungnya kemudian melarikan diri ke Pulau Taiwan dan mendirikan pemerintahan baru di sana.
Cina adalah negara dengan penduduk paling banyak di planet bumi ini. Negara ini memiliki luas 9.560.779 kilometer persegi. Cina berbatasan dengan negara-negara Rusia, Mongolia, Korea Utara, Afghanistan, Pakistan, India, Butan, Birma, Laos, dan Vietnam.
Pilpres Ketiga Iran dan Ayatullah Khamenei Terpilih Sebagai Presiden
35 tahun yang lalu, tanggal 10 Mehr 1360 Hs, Iran menyelenggarakan pemilu presiden ketiga dan Ayatullah Khamenei terpilih sebagai presiden.
Hanya selisih waktu 33 hari dari aksi teror kelompok Munafikin yang meledakkan gedung perdana menteri dan menggugursyahidkan Rajai dan Bahonar, rakyat Iran berbondong-bondong menuju tempat pemungutan suara. Mereka berpartisipasi untuk memilih presiden selanjutnya.
Sekitar 16 juta pemilih Iran yang ikut memeriahkan pesta demokrasi dan hasilnya 99 persen suara memilih Ayatullah Sayid Ali Khamenei sebagai Presiden Iran.
Pemilu presiden ini dilaksanakan pada 10 Mehr 1360 dan menunjukkan partisipasi luas rakyat Iran untuk menentukan nasib bangsanya dan membuktikan mereka masih setia dengan nilai-nilai Revolusi Islam.