Lintasan Sejarah 8 Oktober 2016
Hari ini, Sabtu tanggal 8 Oktober 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 6 Muharam 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 17 Mehr 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Habib bin Mazahir Ajak Kabilah Bani Asad Bantu Imam Husein
1377 tahun yang lalu, tanggal 6 Muharam 61 Hq, Habib bin Mazahir mengajak kabilah Bani Asad membantu Imam Husein as.
Umar bin Saad memperoleh sebuah surat dari Ubaidullah yang isinya demikian, "Aku tidak begitu saja menyerahkan pasukan berkuda dan pasukan berjalan kepadamu. Perhatikanlah bahwa aku memberikan tugas untuk melaporkan keadaan di sini setiap hari kepadaku."
Habib bin Mazhahir pada tanggal 6 Muharram 61 Hq meminta izin kepada Imam Husein as untuk mendekati kabilah Bani Asad yang hidup di dekat daerah itu dan mengajak mereka untuk bergabung. Beliau mengizinkan. Habib kemudian mendatangi mereka dan berkata, "Ikutilah perintahku hari ini dan bergegaslah untuk membantu Husein supaya kalian berada dalam kemuliaan dunia dan akhirat."
Sejumlah sembilan puluh orang bangkit dan bergerak menuju Karbala. Akan tetapi, di pertengahan jalan mereka bertemu dengan pasukan Umar bin Saad. Karena tidak memiliki pertahanan yang kuat, akhirnya mereka terpencar dan kembali ke rumah masing-masing.
Habib mendatangi Imam Husein as dan menceritakan peristiwa ini. Beliau hanya berkata, "Laa haula wa laa quwwata illa billah."
Surat Imam Husein as dari Karbala kepada saudaranya Muhammad bin Hanafiyah dan Bani Hasyim, "Seakan dunia sama sekali tak pernah ada (dan demikian inilah dunia yang berkesudahan tanpa arti), sementara akhirat adalah senantiasa."
Wafatnya Sayid Razi, Penyusun Nahjul Balaghah
1032 tahun yang lalu, tanggal 6 Muharram 406 Hijriah, Sayid Muhammad Husain Musawi Baghdadi, yang terkenal dengan nama Sayid Razi, seorang cendikiawam besar muslim, meninggal dunia pada usianya ke 47 tahun.
Sejak masa kanak-kanak, Sayid Razi telah mulai menuntut ilmu dari ulama-ulama besar zaman itu, di antaranya Syeikh Mufid.
Dalam usia yang masih muda, Sayid Razi telah berhasil mengusai ilmu-ilmu yang berkembang saat itu dan beliau kemudian mulai menyusun buku, di antaranya berjudul "Haqayiqut-Tanzil" dan "Mujazaatul Quran".
Karya beliau yang terpenting adalah penyusunan kitab Nahjul Balaghah yang berupa kumpulan, khutbah, surat, doa, dan wasiat Imam Ali as.
Hubungan Gereja Inggris Putus dengan Gereja Roma
482 tahun yang lalu, tanggal 8 Oktober 1534, parlemen Inggris yang berada di bawah pengaruh Raja Henry Kedelapan, mengesahkan sebuah hukum yang menyebabkan hubungan antara gereja Inggris dan gereja Katolik Roma terputus.
Raja Henry Kedelapan pada awalnya memiliki hubungan yang baik dengan Paus Clement Ketujuh. Namun, ketika Paus menolak permintaan Henry Kedelapan untuk menceraikan istrinya, hubungan keduanya memburuk, bahkan Paus menyatakan bahwa Raja Henry telah kafir.
Setelah Raja Henry menikah kembali, dia diangkat sebagai pemimpin gereja Inggris. Dengan demikian, sejak saat itu gereja di Inggris berdiri sendiri dan dikenal dengan nama "Canterbury".
Pengukuhan Kepresidenan Ayatullah Khamenei oleh Imam Khomeini
35 tahun yang lalu, tanggal 17 Mehr 1360 Hs, Imam Khomeini ra mengukuhkan Ayatullah Khamenei sebagai Presiden Republik Islam Iran.
Periode ketiga pemilu presiden Republik Islam Iran diselenggarakan dalam kondisi krisis politik. Berlanjutnya perang yang dipaksakan kepada Iran, kebutuhan akan pasukan di medan tempur membutuhkan dukungan logistik. Di sisi lain, kelompok Munafikin semakin meningkatkan aksi terornya terhadap masyarakat sipil dan dilakukan di tempat-tempat umum seperti gang dan pasar.
Para kandidat dalam periode pilpres ketiga ini adalah Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Sayid Ali Akbar Parvaresh, Hassan Ghaffouri Fard dan Sayid Reza Zavarehpi.
Pilpres ini diselenggarakan pada 10 Mehr 1360 Hs. Dalam pemilu ini, Ayatullah Khamenei meraup suara terbesar, padahal tigga bulan lalu beliau menjadi sasaran teror kelompok Munafikin, sehingga tangan dan dadanya terluka. Ayatullah Khamenei berhasil meraup 16 juta suara dari 16,8 juta suara sah dari kotak-kota suara.
Pada tanggal 17 Mehr 1360 HS, Imam Khomeini ra dalam sebuah upacara mengukuhkan kepresidenan Ayatullah Khamenei dan sejak saat itu beliau dapat memulai kerjanya sebagai Presiden Iran.