Lintasan Sejarah 10 Oktober 2016
Hari ini, Senin tanggal 10 Oktober 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 8 Muharam 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Mehr 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Umar bin Saad Larang Imam Husein Memanfaatkan Air Sungai Furat
1377 tahun yang lalu, tanggal 7 Muharam 61 Hq, Umar bin Saad melarang Imam Husein as dan rombongan memanfaatkan air sungai Furat.
Diriwayatkan lebih dari 30 ribu orang yang ikut dalam pasukan Umar bin Saad tercatat telah mengambil baju, senjata perang dan gaji dari pemerintah Bani Umayyah dan siap untuk berperang menentang Imam Husein as.
Umar bin Saad pada 7 Muharram 61 Hq kembali mendapatkan sebuah surat dari Ubaidillah bin Ziyad dengan isi sebagai berikut, "Usahakan pasukanmu untuk memisahkan antara Husein dan sahabat-sahabatnya dengan sungai Furat. Usahakan sedemikian rupa hingga tak ada setetes air pun yang sampai ke mereka, sebagaimana Utsman bin Affan dulu terhalangi dari air."
Kemudian Umar bin Saad menempatkan 500 pasukan penunggang kuda di sisi sungai Furat. Salahsatu dari mereka berteriak, "Husein! ... Demi Allah ... Engkau tidak akan meminum air ini walau setetes pun hingga kehausan merenggut nyawamu."
Imam Husein as berkata, "Ilahi!! Binasakan ia dengan kehausan dan jauhkan ia dari segala rahmat-Mu!"
Hamid bin Muslim mengatakan, aku melihat dengan mataku sendiri bahwa kutukan Imam Husein as betul-betul terlaksana.
Demikian Abu Abdillah Imam Husain as mengutuk pasukan musuh, "Ilahi! Tahanlah hujan-Mu dari mereka, ciptakan kesulitan dan kekeringan (sebagaimana tahun-tahun Yusuf), dan tempatkan budak Tsaqafi (Hajjaj bin Yusuf) untuk mereka supaya mereka merasakan pahitnya tegukan racun, dan ambilkan balas dendamku, para sahabatku, Ahlul Bait dan para Syiah-ku dari mereka."
De Cervantes Lahir
469 tahun yang lalu, tanggal 9 Oktober tahun1547, Miguel de Cervantes, seorang penulis kenamaan Spanyol lahir ke dunia.
Pada masa mudanya, ia sempat bergabung ke dalam angkatan angkatan laut Spanyol dan dengan itu, ia melakukan banyak pelayaran ke berbagai tempat di dunia. Pada saat itulah ketertarikannya kepada dunia sastra mulai muncul. Ia kemudian mampu menulis sebuah karya sastra legendaris berbahasa Spanyol berjudul "Don Quixote".
Cervantes meninggal dunia pada usia 69 tahun.
Swedia Kalah Perang dari Rusia
308 tahun yang lalu, tanggal 9 Oktober 1708, Swedia mengalami kekalahan perang dari Rusia.
Perang ini sebenarnya diawali pada bulan Januari tahun itu dengan ditandai oleh serangan yang dilakukan Swedia ke Rusia. Dalam perang ini, sekitar setengah dari jumlah tentara Swedia tewas akibat dinginnya udara Rusia serta habisnya bahan makanan.
Selepas ini, pada bulan Juli tahun 1709, tentara Swedia kembali mengalami kekalahan telak dari Rusia. Sisa-sisa tentara Swedia kemudian melarikan diri ke kawasan Turki yang dikuasai oleh kekaisaran Utsmani.
Solthan Al-Wa’izhin Wafat
45 tahun yang lalu, tanggal 18 Mehr 1350 Hs, Sayid Mohammad Solthan al-Wa’izhin Shirazi meninggal dunia pada dalam usia 75 tahun di Tehran dan dikebumikan di pekuburan umum Abu Hossein.
Sayid Mohammad Shirazi anak Asyraf al-Wa’izhin yang lebih dikenal dengan Akbar Shah, lahir di Tehran kira-kira tahun 1275 HS. Ia menyelesaikan pendidikan dasar hauzah di Tehran dan di usia 12 tahun mengikuti ayahnya ke Irak. Selama dua tahun tinggal di Karbala dan menyelesaikan pendidikan menengah hauzah. Setelah itu bersama ayahnya pergi ke kota Kermanshah dan berdakwah di sana.
Sayid Mohammad untuk kedua kalinya pergi ke Irak untuk menyempurnakan pendidikan agama tingkat tingginya dan setelah itu melakukan perjalanan ke Palestina, Yordania, Mesir dan India. Ia bertemu dengan banyak agama lain seperti Yahudi, Kristen, Brahma dan juga mazhab Ahli Sunnah dan bertukar pikiran dengan mereka.
Al-Wa’izhin Shirazi melakukan dialog dengan dua ulama Ahli Sunnah di Peshawar selama 10 malam dan setiap malamnya lebih dari delapan jam melakukan dialog dengan dihadiri oleh Mahatma Ghandi. Peristiwa dialog ini dipublikasikan oleh seluruh koran India waktu itu dan isinya kemudian dibukukan dengan nama Shabha-ye Peshavar.
Selain buku itu, al-Wa’izhin Shirazi juga meninggalkan karya-karya ilmiah seperti Sad Maqaleh Solthani dar Radde Bar Yahud va Nasara dan Gorouh Rastegaran atau Firqah Najiah dalam dua jilid.