Lintasan Sejarah 11 Oktober 2016
Hari ini, Selasa tanggal 11 Oktober 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Muharam 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 20 Mehr 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Hari Tasua, Karbala Tempat Beribadah Paling Indah
Tanggal 9 Muharam dikenal sebagai hari Tasua atau hari kesembilan bulan Muharam dan di tanggal ini Karbala menjadi tempat beribadah paling indah.
Padatanggal 9 Muharam 61 Hq, Syimr bin Dzil Jausyan mendatangi perkemahan Imam Husein as. Selain memanggil Abbas dan putra-putra Ummul Banin lainnya, ia mengatakan, "Aku telah mengambil surat jaminan untuk kalian dari Ubaidillah bin Ziyad."
Secara bersamaan, mereka berkata kepada Syimr, "Allah melaknatmu dan melaknat surat jaminanmu! Kami berada dalam keamanan dan putra dari putri Rasulullah berada dalam ancaman?!"
Melalui saudara lelakinya, Abbas, Imam Husein as meminta kesempatan satu malam dari musuh untuk melakukan shalat, berdoa, berkhalwat dengan Tuhan dan membaca al-Quran.
Setelah memuji kebesaran Tuhan, Imam Husein mempersilahkan para sahabatnya agar menggunakan kegelapan malam itu untuk menyelamatkan diri dan pergi dari medan peperangan. Karena tidak ada seorangpun yang akan selamat dalam pertempuran melawan tentera Yazid keesokan harinya. Namun, keluarga dan sahabat Imam Husein as bertekad untuk memberi dukungan kepada agama Allah dan cucu Rasulullah selagi hayat dikandung badan. Pada malam Asyura itu, sahara Karbala menjadi tempat beribadah yang paling indah dan menunjukkan puncak keimanan kafilah Imam Husein as.
Para sahabat Imam Husein menggali parit di seputar perkemahan untuk menghadapi musuh dan memutus hubungan musuh dengan perkemahan dari tiga arah. Serangan musuh hanya bisa dilakukan dari satu arah dimana para sahabat Imam Husain as ditempatkan. Ini adalah strategi Imam Husain as yang sangat bermanfaat bagi para sahabat.
Di hari itu sekelompok dari pasukan Umar bin Saad bergabung dengan pasukan Imam Husein as.
Pidato Imam Husein as kepada musuh, "Celaka kalian! Kerugian apa yang akan kalian peroleh jika mendengarkan perkataanku? Aku mengajak kalian ke jalan yang benar. Akan tetapi kalian menolak seluruh perintahku dan tidak mendengarkan perkataanku, karena perut-perut kalian telah terpenuhi oleh kekayaan haram hingga mengeraskan hati-hati kalian."
Kelahiran Penyair Hafez Shirazi, Lisanul Ghaib
Tanggal 20 Mehr, Republik Islam Iran memeringatinya sebagai hari kelahiran penyair Hafez Shirazi, Sang Lisanul Ghaib.
Syamsuddin Muhammad Syirazi yang lebih dikenal dengan nama Hafez Shirazi lahir ke dunia di kota Shiraz, selatan Iran sekitar tahun 726 HQ. Hafez adalah seorang penyair tersohor Iran. Setelah menyelesaikan pendidikan umumnya, Hafez mulai mengkaji buku-buku penyair sebelum dan yang sezaman dengannya. Langkah pertama yang dilakukannya adalah memisahkan makna dari lafad dan kemudian membuang lafad. Setelah itu ia memasukkan makna ke dalam benaknya dan darinya ia membuat lafad-lafad yang indah.
Salah satu kelebihan Hafez dalam puisi adalah memanfaatkan segala anasir yang dipergunakan oleh masyarakat umum menjadi campuran penyembuh dan menggembirakan. Ia kemudian bak penyihir menggunakannya untuk menyampaikan pesan yang diinginkannya.
Hafez menguasai tafsir al-Quran, filsafat dan sastra Arab. Kemampuannya menghapal al-Quran dengan pelbagai jenis bacaannya, ia kemudian dijuluki Hafez (atau Hafizh dalam bahasa Arab) yang artinya penghapal.
Hafez adalah seorang sufi, pemikir dan sastrawan besar yang meninggalkan berbagai karya sastra legendaris dalam bahasa Persia. Dengan bekal pengetahuannya yang mendalam mengenai islam dan al-Quran, puisi-puisi Hafez kemudian menjelma menjadi karya sastra persia yang paling romantis. Karya Hafez yang paling terkenal adalah sebuah kitab puisi bernama Diwan-e Hafez.
Perang di Antara Kaum Kulit Putih Afrika Selatan
117 tahun yang lalu, tanggal 11 Oktober tahun1899, dimulailah perang antara kaum kulit putih Afrika Selatan asal Belanda yang disebut kaum "Boer" dan pasukan Inggris.
Orang-orang Belanda datang ke Afsel pada tahun 1652 dan mendirikan koloni di kawasan Tanjung. Pada tahun 1814, pasukan Inggris datang ke Afrika Selatan dan merebut kedudukan penguasa resmi daerah koloni Tanjung. Setelah pertambangan intan dan emas ditemukan, arus imigran dari Eropa, terutama dari Inggris, semakin membanjir ke Afsel.
Orang-orang Boer merasa tidak senang sehingga terjadilah pertempuran antara kaum Boer dan imigran Inggris. Perang ini dimenangkan Inggris karena adanya dukungan dari pemerintah Inggris. Sejak saat itu, Afsel menjadi jajahan Inggris dan baru pada tahun 1931 berhasil meraih kemerdekaannya.