Okt 13, 2016 10:11 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 13 Oktober 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 11 Muharam 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 22 Mehr 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Claudius, Kaisar Romawi Tutup Usia

 

1962 tahun yang lalu, tanggal 13 Oktober 54 M meninggal dunia ketika menyiapkan pasukannya untuk menyerang Iran.

 

Claudius yang nama lengkapnya Tiberius Nero Drusus Germanicus meninggal akibat diracun. Claudius merupakan kaisar ketiga dari Dinasti Julio-Claudian.

 

Berbeda dengan raja-raja Romawi lainnya, awal kehidupan Claudius banyak diisi dengan mengkaji sejarah dan menulis. Claudius menulis banyak buku. Sebelum menjadi kaisar, Claudius telah menikah tiga kali dan ayah dari lima anak.

 

Untuk pertama kalinya dalam sejarah kekaisaran Romawi, Claudius menetapkan tugas-tugas  eksekutif penting kepada para budak yang telah dimerdekakan. Di masa pemerintahannya banyak perbaikan di bidang peradilan dan meningkatkan kontrol atas kekayaan negara dan provinsi.

 

Kaisar Claudius didominasi oleh isteri ketiganya, Messalina. Namun pada akhirnya Claudius mengeksekusi isterinya setelah menemukannya hendak menyingkirkan dirinya.

 

Tawanan Karbala Digiring ke Syam

 

1377 tahun yang lalu, tanggal 11 Muharam 61 Hq, tawanan Karbala di giring ke Syam.

 

Pada hari kesebelas Muharam, Umar bin Saad mengeluarkan perintah untuk meninggalkan Karbala menuju Kufah. Para wanita dinaikkan ke atas unta-unta yang tidak tertutup. Para keluarga Nabi ini ditawan layaknya para tawanan kafir. Mereka dibiarkand alam kondisi sulit dan penut penderitaan yang berat.

 

Saat bergerak dari Karbala, Umar bin Saad memerintahkan untuk mengarahkan para tawanan ke medan pertempuran. Qais bin Qurrah mengatakan, "Aku tak akan pernah melupakan bagaimana kondisi Zainab putri Fatimah as saat melihat jasad Husein yang tak berkepala dan tersungkur di atas tanah. Jeritannya begitu menyayat."

 

Imam Sajjad as berkata, "Saat aku memandang jasad para syuhada yang tersungkur di atas tanah dan tiada seorang pun dari mereka yang bersedia menguburkannya, dadaku penuh sesak dan rasa berat yang tak terhingga telah melingkupiku hingga hampir saja jiwaku melayang. Saat mengetahui keadaanku, bibiku Zainab menenangkanku supaya aku sabar menghadapi semuanya."

 

Tiada cara bagiku ‘tuk tak pergi dan tak meninggalkanmu,

 

Wahai tubuh yang tercabik-cabik, kuserahkan dirimu pada-Nya.

 

Abu Isa Turmudzi Meninggal Dunia

 

1159 tahun yang lalu, tanggal 11 Muharram  tahun 279 Hq, Abu Isa  Turmudzi, seorang penghapal Quran dan ahli hadis terkenal muslim, terlahir ke dunia.

 

Abu Isa  Turmudzi dalam rangka menuntut ilmu dan mengumpulkan hadis, melakukan perjalanan ke berbagai penjuru dunia Islam.

 

Karya Abu Isa Turmudzi yang paling terkenal adalah "Jami' Turmudzi" yang merupakan kumpulan hadis yang hingga kini dijadikan salah buku rujukan hadis paling utama di kalangan kaum muslimin.

 

Wafatnya Ayatullah Mohammad Bagher Mohseni Malayeri

 

21 tahun yang lalu, tanggal 22 Mehr 1374 Hs, Ayatullah Mohseni Malayeri, seorang ulama ahli ibadah dan zuhud meninggal dunia.

 

Ayatullah Mohammad Bagher Mohseni Malayeri merupakan tokoh ulama yang cukup terkenal dan disegani di Hauzah Ilmiah Qom. Ayatullah Mohseni Malayeri dilahirkan di kota Najaf dari keluarga ulama.

 

Sejak kecil Ayatullah Mohseni Malayeri bersama keluarganya pindah ke kota Malayer. Setelah menyelesaikan tingkat pertama pelajaran hauzah, Ayatullah Malayeri kemudian melanjutkan pendidikannya di Hauzah Mashad.

 

Bersamaan dengan didirikannya Hauzah Ilmiah Qom, Ayatullah Mohseni Malayeri pindah ke kota ini dan belajar kepada pendiri Hauzah Qom, Ayatullah Sheikh Abdulkarim Hairi Yazdi dan setelah itu berguru pada Ayatullah al-Udzma Sayid Hossein Boroujerdi hingga mencapai derajat ijtihad.

 

Setelah bertahun-tahun menimba ilmu, Ayatullah Mohseni Malayeri kemudia kembali ke kotanya Malayer. Sekembalinya ke kampung halamannya, Ayatullah Malayeri kemudia mendirikan hauzah ilmiah, Huseiniah, perpustakaan dan masjid. Sebagai ulama besar, sehari-harinya beliau mendarmabaktikan umurnya dengan mengajar, menulis dan menuntun masyarakat.