Okt 14, 2016 08:45 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 14 Oktober 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 12 Muharam 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 23 Mehr 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Tawanan Karbala Tiba di Kufah

 

1377 tahun yang lalu, tanggal 12 Muharam tahun 61 Hq, setelah Imam Husein dan para pejuang Karbala gugur syahid, para anggota kafilah yang tersisa, yaitu kaum perempuan, anak-anak, dan Imam Ali Zainal Abidin, yang saat itu tengah sakit parah, digiring oleh pasukan Yazid ke kota Kufah.

 

Selain sebelumnya Ubaidillah bin Ziyad telah melakukan propaganda salah untuk menentang Imam Husein as dan para keturunannya, dan memperkenalkan beliau sebagai orang asing, kini ia juga mendorong rakyat Kufah untuk hadir dalam pesta perayaan kemenangan.

 

Rakyat Kufah yang gembira atas kemenangan ini berdatangan ke lorong-lorong dan pasar untuk melihat para tawanan. Namun tiba-tiba kegembiraan sebagian besar dari mereka yang memiliki sedikit cahaya keimanan di dalam kalbu berubah menjadi api kebencian dan kesedihan saat mendengar pidato Imam Sajjad as dan bibinya, Zainab Kubra as yang mencerahkan.

 

Selama berada di Kufah, kedua manusia agung ini bersama mereka yang tersisa dari tragedi Karbala, berada di antara rakyat sebagai tawanan perang dan berjalan di antara kepala-kepala syuhada Karbala yang ditancapkan di ujung-ujung tombak.

Perlahan-lahan, para penduduk Kufah mempertanyakan keturunan dan asal para tawanan ini. Mereka memasuki Darul Imarah dengan keraguan dan pertanyaan-pertanyaan yang senada hingga akhirnya mendapatkan jawabannya dalam pertemuan Ubaidullah bin Ziyad, penguasa bengis Kufah dan penyebab utama kesyahidan Imam Husein as.

 

Di depan kemarahan para tawanan dan penduduk, Ubaidillah bin Ziyad mengambil tongkat kayu seraya memukul kepala mulia Imam Husein as dan menyatakan bahwa kejadian ini merupakan kemenangan baginya di medan laga, dan terbunuhnya Imam Husein merupakan kehendak-Nya. Saat itulah ia mendapatkan jawaban yang mematikan dan sangat pedas dari Zainab as dan Imam Ali bin Imam Husain as yang menyebabkan kehinaan Yazid dan para keturunan Yazid.

 

Setelah sehari (atau beberapa hari, menurut sebuah riwayat) Ibnu Ziyad membawa kepala-kepala para syuhada untuk berkeliling di lorong-lorong dan tempat-tempat di Kufah, ia kemudian mengirimkan mereka ke Yazid bin Muawiyah di Syam. Setelah itu, menyerahkan para tawanan pada tanggung jawab Mukhaddhar bin Tsa'labah ‘Aidzi dan Syimr bin Dzil Jausyan untuk membawa mereka ke Syam. Ia memerintahkan supaya tubuh Zainal Abidin as diikat, kedua tangannya dikuncikan di leher, kemudian dinaikkan ke atas seekor unta yang tak berperlengkapan.

 

Erwin Rommel Meninggal Dunia

 

72 tahun yang lalu, tanggal 14 Oktober 1944, Erwin Rommel, komandan pasukan NAZI Jerman yang terkenal meninggal dunia akibat bunuh diri atas perintah Hitler.

 

Dalam Perang Dunia Kedua, Rommel adalah komandan tentara Jerman di Afrika Utara dan berhasil memukul mundur tentara Inggris hingga ke utara Mesir. Atas keberhasilannya itu, Rommel diberi gelar Marshall. Namun, kemudian Inggris melakukan serangan balasan. Karena tidak memiliki pasukan dan peralatan yang cukup, Rommel terpaksa mundur dari Afrika Utara.

 

Pada tahun 1944, Rommel menjadi komandan pertahanan Jerman di Italia dan Balkan. Kemudian, terjadi pertentangan pendapat antara Rommel dan Hitler. Setelah terjadi percobaan pembunuhan terhadap Hitler, Rommel dicurigai sebagai dalangnya dan Hitler memerintahkannya untuk bunuh diri dengan meminum racun.

 

Tentara Zionis Melakukan Pembunuhan Massal di Tepi Barat

 

63 tahun yang lalu, tanggal 14 Oktober 1953, kelompok zionis bersenjata menyerang desa Qibyah di Tepi Barat Sungai Jordan.

 

Setelah menduduki desa itu, orang-orang zionis itu selama dua hari melakukan pembunuhan massal terhadap warga palestina di desa tersebut dan menghancurkan rumah-rumah mereka.

 

Aksi teroris ini didalagi oleh komandan tentara rezim Zionis saat itu, Ariel Sharon. Dalam aksi teroris kejam Zionis ini, 42 laki-laki, perempuan, dan anak-anak Palestina tewas. Sejumlah besar warga lainnya luka-luka, puluhan rumah, dan sebuah sekolah dihancurkan dengan bom.

 

Ayatullah Isfahani Dibunuh MKO

 

34 tahun yang lalu, tanggal 23 Mehr 1361, Ayatullah Ataullah Ashrafi Isfahani, wakil Imam Khomeini dan Imam Jumat provinsi Kermanshah, gugur syahid akibat teror dari kelompok MKO.

 

Ayatullah Isfahani dalam perjuangan melawan rezim Shah Pahlevi. Aktivitasnya dalam memimpin rakyat Kermansyah membuatnya berkali-kali dipenjara oleh rezim Shah.

 

Setelah kemenangan revolusi Islam, Imam Khomeini menunjuknya sebagai Imam Jumat di Kermanshah. Pada tanggal 23 Mehr 1361 HS atau 15 Oktober 1983, di saat sedang mendirikan shalat Jumat, beliau dibunuh oleh teroris musuh Islam.

 

Mengenai beliau, Imam Khomeini berkata, "Saya mengenal almarhum Syahid Ataullah Ashrafi sebagai orang yang memiliki jiwa bersih dari hawa nafsu serta memiliki ilmu yang bermanfaat dan amal saleh."