Okt 15, 2016 08:55 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 15 Oktober 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 13 Muharam 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 24 Mehr 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Jalaluddin Muhammad Akbar Lahir


474 tahun yang lalu, tanggal 15 Oktober tahun 1542, Abdul Fatah Jalaludin Muhammad Akbar, Raja dari Dinasti Timurian India, terlahir ke dunia. Ia dikenal dengan nama Akbar Syah.

 

Abdul Fatah Jalaluddin Muhammad Akbar naik tahta pada usia 13 tahun setelah kematian ayahnya, Hamayun. Setelah berkuasa, Akbar Syah berusaha memperluas wilayah kerajaan. Ia berhasil menguasai Bangal, Kashmir, Sindh, Punjab, Ahmadnegar, dan Kandahar.

 

Ahmad Syah juga berhasil membebaskan semenanjung Dakan yang dijajah oleh Portugis. Masa pemerintahan Akbar Syah dianggap sebagai masa kegemilangan Dinasti Timurian. Akbar Syah meninggal dunia tahun 1605.

 

Mulla Abdullah Shustari Meninggal

 

417 tahun yang lalu, tanggal 13 Muharram 1021 Hq, Mulla Abdullah Shustari, seorang ulama dan ahli fiqih termasyur di Iran, meninggal dunia.

 

Mulla Abdullah Shustari selama bertahun-tahun menuntut ilmu di Hauzah ilmiah di kota Najaf Irak. Selepas itu, beliau kembali ke Iran dan mengabdikan hidupnya di bidang pengajaran dan pendidikan.

 

Mulla Abdullah Shustari dikenal menjalani kehidupan yang zuhud atau sederhana, dan penuh ketakwaan. Selain itu, beliau amat aktif dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Mulla Abdullah Shustari juga meninggalkan banyak karya penulisan berupa penjelasan atas kitab-kitab terkemuka.

 

Syaikh Muhammad Saleh Mazandarani Wafat

 

358 tahun yang lalu, tanggal 13 Muharam 1080 Hq, Syaikh Muhammad Saleh Mazandarani meninggal dunia.

 

Mulla Muhammad Saleh bin Ahmad Sarwi Mazandarani yang dikenal dengan Hissam ad-Din adalah menantu Allamah Muhammad Taqi Majlisi. Istrinya Aminah Bigam, cendekiawan perempuan dan bertakwa yang banyak membantu Mulla Saleh dalam menyelesaikan masalah-masalah ilmiah.

 

Mulla Saleh belajar kepada guru-guru besar seperti Muhammad Taqi Majlisi, Syaikh Bahai, Mulla Abdullah Syustari. Mulla Saleh meninggal dunia pada 13 Muharam 1080 Hq di kota Isfahan dan dikebumikan di samping kuburan Allamah Majlisi di samping masjid Jami’ Isfahan.

 

Mulla Saleh Mazandarani meninggalkan banyak karya ilmiah seperti catatan pinggi Syarh Lum’ah, Syarh Raudhah al-Kafi dan Syarah Zubdah al-Ushul Syaikh Bahai.

 

Perang Perancis-Prusia


210 tahun yang lalu, tanggal 15 Oktober tahun 1806, dimulailah perang antara Perancis dan Prusia.

 

Sehari sebelumnya, Napoleon dalam perang enam hari yang dinamakan Perang Saxon, berhasil mengalahkan pasukan Prusia. Perang periode kedua antara kedua pasukan itu kembali dimenangkan oleh Napoleon.

 

Pada tanggal 28 Oktober, Napoleon dan pasukannya berhasil memasuki kota Berlin, ibukota Prusia.

 

Rezim Saddam Menduduki Kota Khorramshahr

 

36 tahun yang lalu, tanggal 24 Mehr 1359 Hs, pasukan rezim Saddam Husein menduduki kota Khorramshahr, Iran.

 

Senin siang tanggal 31 Shahrivar 1359 (22 September 1980) alarm kota Khorramshahr tiba-tiba berbunyi. Kota menjadi sasaran tembakan roket dan rudal. Api dan asap terlihat di mana-mana. Warga Khorramshahr tidak pernah membayangkan kejadian seperti ini.

 

Pada dasarnya, serangan udara Irak ke bandara-bandara Iran Senin siang itu ternyata dibarengi oleh unit-unit pasukan darat rezim Saddam Husein. Serangan yang dilakukan oleh militer rezim Saddam dilakukan dengan informasi sebelumnya mengenai titik-titik rawan dan lemah pos-pos penjagaan dan pangkalan militer yang berada di perbatasan. Selain serangan artileri berat ke pos-pos penjagaan dan pangkalan militer itu, mereka juga membombardir jalan raya Khorramshahr-Ahvaz dan pos militer Shalamcheh.

 

Awalnya, Irak berusaha mengancam barisan pertahanan Khorramshar-Ahvaz guna melemahkan kemungkinan perlawanan pasukan yang ditempatkan di perbatasan dan pos-pos penjagaan.

 

Patut diketahui bahwa para pejuang Khorramshahr yang berusaha melindungi kota menghadapi masalah berat. Karena selain tidak ada tambahan pasukan, setiap saat mereka dihantui jatuhnya jumlah korban dari pasukannya. Dalam kondisi yang demikian, berjuang menghadapi agresi rezim Saddam menjadi sulit, tapi meninggalkan kota juga menjadi hal yang lebih sulit.

 

Oleh karenanya, para pejuang mengambil keputusan  untuk tetap melanjutkan perjuangan secara bertahap hingga tanggal 24 Mehr 1359 (16 Oktober 1980). Sejak saat itu kota Khorramshahr disebut sebagai Khounin Shahr yang berarti Kota Berdarah.