Lintasan Sejarah 17 Oktober 2016
Hari ini, Senin tanggal 17 Oktober 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 15 Muharam 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Mehr 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ibn Sakan Meninggal dunia
1135 tahun yang lalu, tanggal 15 Muharram 303 Hq, Ibn Sakan, ilmuan dan ahli hadis terkenal abad ke empat hijriah meninggal dunia.
Ia lahir pada tahun 294 hijriah di kota Baghdad dan melakukan banyak perjalanan dalam rangka menimba ilmu pengetahuan. Di Khorasan, Irak, Syam dan Mesir beliau mengumpulkan dan mencatat hadis, sehingga akhirnya memilih untuk menetap di Mesir.
Ia banyak memperoleh riwayat dan hadis karena melakukan kunjungan ke berbagai negeri Islam dan berjumpa dengan para perawi hadis. Di antara karya pentingnya ialah Al Huruf Fis Shahabah yang membahas tentang sejarah para sahabat nabi.
Sayid Ibnu Thawus Terlahir ke Dunia
849 tahun yang lalu, tanggal 15 Muharram 589 Hq, Ali bin Musa bin Ja'far yang terkenal dengan nama Sayid ibn Thawus, faqih, ahli hadis dan ulama terkenal muslim lahir di Hillah, Irak.
Sayid Ibnu Tawus memenuhi waktunya dengan belajar sejak kanak-kanak hingga menginjak usia remaja. Kemudian beliau berpindah ke Baghdad dan tinggal disana selama 15 tahun.
Beliau merupakan salah seorang ilmuan terkemuka karena kedalaman ilmu, ketakwaan dan akhlaknya. Ibn Tawus menghasilkan banyak karya yang menjadi sumber rujukan dalam kepustakaan Islam.
Di antara karyanya yang terkenal ialah al-Luhuf ‘ala Qatlat Thufuf berkaitan dengan kebangkitan Imam Husein dan peristiwa Asyura yang merupakan buku yang sangat berharga. Buku ini telah berulang kali dicetak di Iran, Lebanon dan Najaf. Karya lain Ibnu Tawus ialah "Sa'dus Su'ud" dan "al-Iqbal bi Shalihil A'mal". Sayid Ibnu Tawus wafat pada tahun 664 hijriah dalam usia 75 tahun.
Negara Arab Pengekspor Minyak Embargo Amerika dan Inggris
43 tahun yang lalu, tanggal 17 Oktober 1973, negara-negara arab produsen minyak memulai embargo minyaknya terhadap Amerika, Inggris, dan negara-negara lain yang menjual minyaknya kepada Israel.
Embargo ini dilakukan karena Amerika dan Inggris memberikan bantuan militer secara besar-besaran kepada Zionis Israel dalam perang antara rezim ini dengan Suriah dan Mesir yang dimulai pada tanggal 6 Oktober tahun itu.
Sehari setelah pengumuman dinaikkannya harga minyak oleh OPEC, negara-negara Arab mengumumkan embargonya terhadap Amerika, Inggris, dan Israel. Akibatnya, harga minyak menjadi semakin tinggi. Negara-negara Barat mendapat kesulitan besar akibat embargo ini dan periode ini disebut sebagai "Oil Shock".
Pada bulan Maret 1974, embargo ini ditarik kembali setelah Menlu AS, Henry Kissinger berhasil menegoisasi perjanjian gencatan senjata antara Israel dan suriah. Peristiwa ini membuktikan bahwa sesungguhnya negara-negara Timur Tengah memiliki senjata yang kuat untuk menekan AS dan Barat pada umumnya agar tidak terus melindungi rezim Zionis.
Syahid Mohammad Rajaee Berpidato di Depan Majelis Umum PBB
36 tahun yang lalu, tanggal 26 Mehr 1359 Hs, Syahid Mohammad Rajaee, Perdana Menteri Republik Islam Iran saat itu, menyampaikan pidatonya di depan Majelis Umum PBB.
Dalam pidatonya itu, Mohammad Rajaee menyampaikan kritikannya terhadap perang yang dipaksakan oleh rezim Irak kepada Iran. Selain itu, beliau juga membicarakan masalah penting dunia lainnya seperti penjajahan Palestina oleh rezim Zionis Israel, dan politik busuk yang diterapkan negara-negara imperialis di seluruh dunia.
Setelah menyampaikan pidato tersebut, wakil-wakil dari Amerika meminta untuk bertemu dengan Syahid Rajaee, namun beliau menolaknya karena politik kriminal Amerika di seluruh dunia.
Museum Nasional Al-Quran di Tehran Dibuka untuk Umum
11 tahun yang lalu, tanggal 26 Mehr 1384 Hs, Museum Nasional Al-Quran Tehran dibuka untuk umum.
Museum al-Quran di Tehran diresmikan sebagai tempat penyimpanan karya-karya besar dan kegiatan-kegiatan yang ada hubungannya dengan al-Quran.
Disain pertama museum al-Quran dibuat oleh Ahmad Masjed Jame'ii. Arsitektur bangunannya didominasi geometri dan struktur. Dari sisi geometri bangunan ini, khususnya dalam disain bangunan asli sangat mendominasi kuat bangunan. Sementara strukturnya dibuat sangat indah dengan memanfaatkan bentuk-bentuk geometri dalam membuat atap, khususnya perpustakaan, ruangan utama, atap dan dinding, utamanya pada ruangan Amphitheater.
Ahmad Masjed Jame'ii pada tanggal 9 Shahrivar 1384 (31 Agustus 2005) mulai melakukan aktivitasnya sebagai Kepala Museum dan pada tanggal 23 Mehr 1384 (5 Oktober 2005) Museum al-Quran Tehran resmi beroperasi setelah dibuka oleh Ayatollah Hashemi Rafsanjani. Akhirnya, tiga hari setelahnya pada tanggal 26 Mehr 1384 Museum al-Quran dibuka untuk umum.