Okt 22, 2016 08:08 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 22 Oktober 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 20 Muharam 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ekspedisi Kedua Columbus


522 tahun yang lalu, tanggal 22 oktober 1494, dimulailah ekspedisi kedua Christopher Columbus, pelaut Spanyol, untuk menemukan wilayah baru.

 

Dalam ekspedisi ini, Columbus berhasil menemukan kawasan kepulauan Antilles di Samudera Atlantik. Kawasan Antilles meliputi Kuba, Jamaika, Haiti, Republik Dominika, Puerto Rico, dan lain-lain.


Columbus dalam ekspedisi pertamanya yang memakan waktu dua bulan, dari bulan Agustus hingga Oktober 1492, berhasil menemukan benua Amerika, namun ia mengira bahwa yang ditemukannya adalah India.

 

Amir Kabir Turun dari Jabatannya

 

170 tahun yang lalu, tanggal 20 Muharam tahun 1268 Hijriah, Mirza Taqi Khan Amir Kabir turun dari jabatannya.

 

Mirza Taqi Khan Amir Kabir merupakan salah seorang dari tokoh politik terkenal Iran pada era Dinasti Qajar dan pernah menjadi perdana menteri pada masa kekuasaan Shah Nasiruddin.

 

Amir Kabir adalah seorang tokoh yang independen, beriman, pengembang ilmu dan pencinta budaya, serta merupakan salah seorang pelopor reformasi dan pencetus ide-ide cemerlang dalam bidang ilmu, pendidikan, dan budaya di Iran. Beliau berusaha keras untuk memajukan rakyat Iran dan di sepanjang era kepemimpinannya, dia telah melakukan banyak kebijakan dan reformasi. Amir Kabir juga dikenal sebagai pemimpin yang berusaha untuk mencegah dan menghalangi campur tangan asing dalam urusan Iran, dan berusaha menghentikan perampokan dan perampasan harta dan kekayaan negara oleh agresor dan imperialis.

 

Di antara hasil-hasil karya beliau adalah pendirian Madrasah Darul Funun, penerbitan dan penerjemahan buku-buku, surat kabar ilmiah dan sastra. Namun segala usaha dan perjuangan Amir Kabir untuk meninggikan derajat bangsa Iran telah menyebabkan kemarahan dan kebencian para imperialis dan antek-antek mereka di dalam negeri. Akibat tekanan dan konspirasi dari musuh-musuh Amir Kabir, Shah Qajar memecat beliau dari jabatannya sebagai perdana menteri. Amir Kabir kemudian dibuang ke Kashan dan akhirnya terbunuh di sana.

 

Tahap Terakhir Perang Dunia II

 

98 tahun yang lalu, tanggal 22 oktober 1918, dimulailah tahap terakhir dalam Perang Dunia I dengan serangan pasukan sekutu terhadap tentara Jerman.

 

Perang ini dinamakan Perang Flander karena terjadi di kawasan Flander, di barat laut Eropa. dalam perang ini, pada awalnya, tentara Jerman melakukan perlawanan hebat, namun akhirnya, pasukan sekutu berhasil mengalahkan Jerman. Kekalahan Jerman pada tanggal 2 november 1918 ini, sekaligus merupakan akhir dari Perang Dunia II.

 

Sayid Mostafa Khomeini Gugur Syahid

 

37 tahun yang lalu, tanggal 1 Aban 1356 Hs, Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini, gugur syahid di rumahnya di kota Najaf, Irak, akibat teror dari antek-antek rezim Shah Pahlevi.

 

Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini adalah putra tertua Imam Khomeini, Pemimpin Revolusi Islam Iran. Beliau dilahirkan pada tahun 1309 di kota Qom, Iran dan setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, beliau pergi ke kota Najaf untuk melanjutkan pendidikan. Karena kecerdasan dan kemampuannya yang tinggi, beliau telah mencapai derajat mujtahid pada usia 27 tahun dan sejak itu, selama 10 tahun beliau mengajar di Hauzah Ilmiah Najaf.

 

Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini selalu mendampingi ayahnya, Imam Khomeini, sepanjang tahun-tahun berat perjuangan melawan rezim Shah yang despotik. Pasca pengasingan Imam Khomeini ra ke Turki, beliau bersama-sama rakyat yang marah turun ke jalan menuju rumah para marji. Setelah gerakan ini, anasir Shah Pahlevi menangkapnya, tapi beberapa hari kemudian beliau dibebaskan dan diasingkan juga ke Turki.

 

Setelah beberapa bulan tinggal di Turki, sekitar bulan September 1965 beliau bersama ayahnya, Imam Khomeini ra pergi ke Najaf, Irak dan menggeluti pelajarannya. Namun lagi-lagi beliau ditahan oleh pihak Irak akibat akvitas yang dilakukannya menentang rezim Irak yang anti-Islam dan dibebaskan dengan syarat tidak boleh melakukan aktivitas politik.

 

Akhirnya pada 1 Aban 1356 yang bertepatan dengan tanggal 23 Oktober 1977 beliau ditemukan meninggal secara mencurigakan dalam usia 47 tahun.

 

Syahidnya Ayatullah Sayid Mostafa Khomeini ini semakin meningkatkan semangat rakyat Iran untuk meneruskan perjuangan revolusi mereka. Imam Khomeini dalam menyikapi kematian putranya, mengatakan, "Kesyahidan Mostafa merupakan rahmat tersembunyi dari ilahi."