Lintasan Sejarah 23 Oktober 2016
Hari ini, Ahad tanggal 23 Oktober 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 21 Muharam 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Allamah Hilli Meninggal Dunia
712 tahun yang lalu, tanggal 21 Muharam 726 Hq, Allamah Hilli, faqih dan ulama besar Islam meninggal dunia.
Allamah Hilli lahir di kota Hillah Irak dari seorang ayah yang juga ulama besar Islam bernama Sadiduddin Ali. Allamah Hilli sejak masa kanak-kanak sudah menunjukkan bakat yang tinggi dalam bidang keilmuan, dengan menimba ilmu al-Quran dan ilmu-ilmu lainnya. Guru pertamanya adalah sang ayah sendiri. Setelah itu beliau berguru kepada ulama besar di zaman itu di antaranya Khajah Nasiruddin Thusi. Kecerdasan dan keuletan membuat beliau dengan cepat mencapai tingkat mujtahid.
Syahid Ayatullah Murtadha Muthahhari mengenai Allamah Hilli mengatakan, "Allamah Hilli adalah salah satu keajaiban sejarah. Dalam ilmu fiqh, teologi, logika, filsafat, bahkan ilmu rijal, beliau meninggalkan karya penulisan yang jumlah mencapai sekitar seratus karya. Masing-masing dari karya yang ia tulis cukup membuktikan kedalaman ilmunya."
Selain menulis, Allamah Hilli juga berhasil mencetak banyak ulama. Di antara buku karyanya yang terkenal adalah Tadzkirah al-Fuqaha yang mengulas tentang berbagai pendapat mazhab-mazhab Islam, Nahjul Iman dalam berbagai tafsir al-Quran dan Muntahal Mathalib tentang tata cara beribadah.
Naseruddin Shah Tandatangani Draf Struktur Pemerintahan Baru
144 tahun yang lalu, tanggal 2 Aban 1251 Hs, Naseruddin Shah menandatangani draf struktur pemerintahan baru.
Musyir al-Daulah, Perdana Menteri Naseruddin Shah di hari-hari terakhir dari tahun pertama kekuasaannya menyerahkan draf kepada Naseruddin Shah yang berisikan usulan prinsip-prinsip pembentukan pemerintahan baru di Iran.
Dalam pembukaan draf tersebut disebutkan setiap lembaga pemerintah Iran disebut Hakim Agung agar Shah tidak berpikiran ada upaya untuk membatasi wewenangnya. Dengan pendahuluan semacam ini, pemerintah baru Iran akan memiliki 9 menteri dan seorang perdana menteri.
Draf tersebut sekaligus menjelaskan tugas dan wewenang para menteri dan perdana menteri. Kesembilan departemen tersebut adalah dalam negeri, luar negeri, perang, keuangan, keadilan, sains, manfaat umum, perdagangan dan pertanian serta keistanaan.
Penetapan sebuah departemen yang mengurusi istana dengan sendirinya urusan istana di bawah pengawasan perdana menteri. Dalam kabinet ini, perdana menteri merupakan jabatan tertinggi.
Poin penting lainnya dalam draf ini, para menteri bertanggung jawab kepada perdana menteri dan dengan sendirinya mereka tidak punya hubungan langsung dengan raja.
Gautier Meninggal Dunia
144 tahun yang lalu, tanggal 23 oktober 1872, Teophile Gautier, seorang penyair dan penulis Perancis terkenal, meninggal dunia.
Teophile Gautier dilahirkan pada tahun 1811 dan menuntut ilmu di kota Paris. Gautier selama beberapa waktu bekerja sebagai wartawan surat kabar. Namun, kemudian ia tertarik untuk menggeluti bidang sastra dan berhasil menciptakan syair-syair yang indah.
Di antara karya syairnya yang terpenting berjudul "Albertus" dan "Komedi Kematian". Gautier juga menulis buku yang terkenal, berjudul "The Mummy Foot".
Perang Al-Alamain di Mesir
74 tahun yang lalu, tanggal 23 oktober 1942, dimulailah perang al-Alamain di kota al-Alamain, Mesir Utara. Perang yang terjadi antara tentara Inggris dan NAZI Jerman ini, merupakan bagian dari Perang Dunia Kedua.
Pasukan Jerman dipimpin oleh Jenderal Irwin Rommel dan pasukan Inggris dipimpin oleh Letnan Jenderal L. Montgomery. Dalam perang ini, Inggris berhasil menang. Namun, perang di antara kedua pihak masih terus berlangsung di bagian lain di Afrika. Akhirnya, bersama dengan kekalahan total Jerman, Afrika pun terbebas dari Perang Dunia Kedua.
Revolusi Rakyat Hongaria
60 tahun yang lalu, tanggal 23 oktober 1956, dimulailah revolusi rakyat Hongaria melawan Uni Soviet.
Pada tahun 1953, Partai Komunis Hongaria dibubarkan oleh Imre Nagy, Perdana Menteri Hongaria yang nasionalis. Kemudian, dibentuklah pemerintahan militer yang independen dan terpisah dari Uni Soviet.
Namun, kelompok komunis Hongaria, dengan bantuan uang dan militer dari Uni Soviet, menumpas perjuangan rakyat negara ini sehingga ratusan orang tewas. Revolusi Hongaria tahun 1956 itu bisa ditumpas, namun perjuangan rakyat negara ini masih terus berlangsung. Akhirnya, pada tahun 1989, Hongaria berhasil meraih kemerdekaannya dan menjadi anggota NATO.