Okt 24, 2016 11:41 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 24 Oktober 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 22 Muharam 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Syeikh Thusi Meninggal Dunia

 

978 tahun yang lalu, tanggal 22 Muharram 460 Hq, Syeikh Muhammad bin Hasan al-Thusi yang mendapat gelar kehormatan Sheikh al-Thaifah, seorang muhaddis dan salah satu ulama terbesar sepanjang sejarah Islam meninggal dunia.

 

Beliau lahir pada tahun 385 hijirah di Thus, kota di kawasan timur laut Iran. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, beliau bertolak ke Irak untuk menimba ilmu agama. Di sana Thusi berguru kepada para ulama besar di antara Sheikh Mufid dan Sayid Murtadha 'Alamul Huda. Berkat kecerdasan dan ketekunannya yang besar, Mohammad al-Thusi berhasil mencapai derajat keilmuan yang tinggi. Kedalaman ilmunya dengan cepat dikenal secara luas.

 

Syeikh Thusi selanjutnya mendirikan lembaga pendidikan agama di kota Najaf, Irak. Lembaga pendidikan itu dengan berjalannya waktu semakin marak dan Najak menjelma sebagai pusat keilmuan sampai zaman ini.

 

Syeikh Thusi meninggalkan banyak karya penulisan di berbagai cabang ilmu seperti tafsir al-Quran, fiqh, usul fiqh, dan hadits. Salah satu karyanya yang terkenal adalah tafsir al-Quran, al-Tibyan yang terdiri atas sepuluh jilid.  Di awal kitabnya ini, Syeikh Thusi membahas tentang Ulumul Quran.

 

Para mufassir mengakui bahwa kitab tafsir al-Tibyan adalah karya yang langka karena menjelaskan berbagai ilmu dalam kitab suci al-Quran. Karya beliau yang lain adalah al-Tahdzib dan kitab al-Istibshar, yang memuat hadits dan riwayat dari Rasulullah Saw dan Ahlul Bait as tentang syariat dan fiqih. Dua kitab ini menjadi buku rujukan utama Syiah Imamiah, bersama dengan al-Kafi karya Syeikh Kulaini dan Man Laa Yahdluruhul Faqih karya Syeikh Saduq.

 

Perjanjian Westphalia Ditandatangani

 

368 tahun yang lalu, tanggal 24 oktober 1648, ditandatangani perjanjian Westphalia oleh Prussia, Austria, Swedia, dan Perancis. Dengan demikian, berakhirlah peperangan antara kaum Protestan dan Katolik.

 

Swedia dan Perancis memulai peperangan dengan Prussia untuk melindungi kaum Protestan di negara ini. Namun, setelah ditandatanganinya perjanjian Westphalia, Swedia mengakui penguasaan Prussia atas kaum Protestan di negara itu.

 

Perancis juga bersedia berdamai dengan Prussia dengan menerima ganti rugi perang dan penguasaan atas sebagian wilayah bagian barat Prussia. Di antara hasil penting perjanjian ini adalah keluarnya sebagian wilayah dari kekuasaan Paus dan menurunnya pengaruh gereja secara tajam di Eropa.

 

Eksekusi Pembagian Polandia

 

221 tahun yang lalu, tanggal 24 Oktober 1795, rencana pembagian negara Polandia dilaksanakan.

 

Polandia dibagi-bagi antara Rusia, Austria, Prussia. Dengan demikian, Polandia secara keseluruhan dihapus dari peta geografi dunia. Dua puluh tahun kemudian, Kongres Prussia meresmikan pembagian Polandia ini.

 

Namun, perjuangan rakyat Polandia untuk mendapatkan kemerdekaan dan situasi politik Eropa pasca Perang Dunia Pertama telah memberikan kesempatan bagi rakyat Polandia untuk meraih kemerdekaannya.

 

Akhirnya, pada tahun 1921, Polandia secara resmi merdeka. Polandia memiliki wilayah seluas 312.683 kilometer persegi dan terletak di Eropa Timur.

 

Meninggalnya Fereydoun Moshiri, Penyair Terkenal Iran

 

16 tahun yang lalu, tanggal 3 Aban 1379 Hs, Fereydon Moshiri, penyair terkenal Iran setelah bertahun-tahun menanggung penyakit yang dideritanya meninggal dunia dini hari Jumat di Tehran dalam usia 74 tahun.

 

Fereydoun Moshiri terlahir di Tehran tanggal 30 Shahrivar 1305 yang bertepatan dengan tanggal 21 September 1926. Tahun pertama dan kedua di sekolah dasar dilaluinya di Tehran. Tidak lama kemudian Ia mengikuti ayahnya yang dipindahtugaskan ke kota Mashad. Namun beberapa tahun kemudian ia dan keluarga kembali lagi ke Tehran. Tahun pertama sekolah menengah atasnya dilalui di sekolah Dar al-Fonoun dan setelah itu ia pindah ke sekolah Adib.

 

Fereydoun Moshiri telah mulai membaca syair sejak remaja kira-kira pada usia 15 tahun. Kumpulan pertama syair-syairnya dicetak tahun 1334 Hs pada usia 28 tahun dengan jucul Teshneh Toufan yang diberi pengantar oleh Mohammad Hossein Shahriar dan Ali Dashti.

 

Karyanya yang paling terkenal adalah syair yang bernama Koucheh yang dicetak di majalah Roushanfekr edisi Ordibehest 1339. Koucheh merupakan puisi terindah dan romantis dalam puisi baru bahasa Persia.

 

Fereydoun Moshiri pada tahun 1333 Hs menikah dengan Eghbal Akhavan dan memiliki dua anak bernama Babak dan Bahar.