Lintasan Sejarah 26 Oktober 2016
Hari ini, Rabu tanggal 26 Oktober 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 24 Muharam 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 5 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Mulla Muhammad Taqi Istarabadi Wafat
166 tahun yang lalu, tanggal 24 Muharam 1272 Hq, Mulla Muhammad Taqi Istarabadi meninggal dunia.
Mulla Muhyammad Taqi bin Muhammad Ismail merupakan seorang ulama besar Syiah.
Mulla Muhammad Taqi Istarabadi mendapat ijazah ijtihad dari Muhammad Taqi bin Muhammad Rahim Tehrani Isfahani yang dikenal sengan Shahib Hidayah al-Mustarsyidin. Beliau juga sempat belajar kepada guru-guru besar di Najaf al-Asyraf, Irak selama 14 tahun.
Mulla Taqi Istarabadi ke Tehran pada 1271 Hq dengan tujuan menemui Naseruddin Shah untuk memberikan laporan terkait kerusuhan yang terjadi di perbatasan Istarabadi, tapi sebelum kembali, beliau meninggal pada 24 Muharam 1272 di Tehran.
Kawasan Strategis Jammu dan Kashmir Bergabung dengan India
69 tahun yang lalu, tanggal 26 Oktober 1947, menyusul kemerdekaan India dari Inggris, dan terpisahnya Pakistan dari India, kawasan strategis Jammu dan Kashmir bergabung dengan India.
Rencana sebelumnya, Jammu dan Kashmir yang mayoritas penduduknya muslim itu, akan masuk ke wilayah Pakistan. Namun, penguasa kawasan tersebut, atas provokasi Inggris dan India, mengambil keputusan yang berlawanan dengan keinginan rakyatnya, dan lebih memilih untuk bergabung dengan India.
Setelah diumumkannya penggabungan ke India ini, Pakistan menyerang Jammu dan Kashmir serta menduduki sebagian wilayahnya. Sejak saat itu, Pakistan dan India telah dua kali berperang memperebutkan kawasan tersebut. Perseteruan politik di antara keduanya pun hingga kini terus berlanjut.
PBB telah mengusulkan agar diadakan referendum untuk menentukan nasib kawasan ini. Usul ini diterima oleh Pakistan, namun ditolak oleh India. Kawasan Jammu dan Kashmir memiliki luas wilayah 222 ribu kilometer persegi dan hampir dua pertiganya dikuasai oleh India.
Wafatnya Ayatullah Sayid Ruhullah Khatami
28 tahun yang lalu, tanggal 5 Aban 1367 Hs, Ayatullah Sayid Ruhullah Khatami meninggal dunia dalam usia 82 tahun.
Ayatullah Sayid Ruhullah Khatami lahir tahun 1258 Hs di kota Ardekan, Yazd. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar hauzahnya di tempat kelahirannya, Ayatullah Sayid Ruhullah Khatami melanjutkan pendidikan keagamaannya di kota Isfahan. Di Isfahan beliau menimba ilmu pada Mirza Ali Agha Shirazi, Sayid Muhammad, Sayid Ali Najaf Abadi dan Agha Rahim Arbab.
Ayatullah Ruhullah Khatami bertahun-tahun belajar kepada Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi hingga mencapai derajat mujtahid dan memiliki akhlak yang mulia.
Setelah itu beliau kemudian menetap di kota kelahirannya Ardekan menuntun masyarakat dan mengajar para santri agama. Aktivitas beliau menjadikannya sebagai tokoh agama yang disegani. Beliau punya peran besar dalam gerakan kebangkitan rakyat Yazd menentang rezim Pahlevi. Perjuangan beliau ini membuat Imam Khomeini ra sangat memperhatikannya.
Pasca kesyahidan Syahid Mihrab Ke-3, Ayatullah Sadoughi, beliau diangkat oleh Imam Khomeini ra sebagai wakilnya dan menjadi Imam Jumat di kota Yazd hingga akhir hidupnya.
Sayid Mohammad Khatami, mantan Presiden Republik Islam Iran adalah anaknya.
Fathi Syaqaqi Gugur Syahid
21 tahun yang lalu, tanggal 26 Oktober 1995, Dokter Fathi Syaqaqi, Sekjen kelompok Jihad Islam Palestina, dan seorang pejuang yang gigih dalam melawan Zionis, gugur syahid di Malta.
Dokter Fathi Syaqaqi menjadi korban teror dari agen rahasia Israel, Mossad. Beliau terlahir ke dunia pada tahun 1951 di kamp pengungsi Palestina di kota Gaza. Awalnya, ia bekerja sebagai guru. Kemudian, ia masuk universitas dan belajar kedokteran. Setelah lulus, ia menjadi dokter di rumah sakit Baitul Maqdis.
Sejak masa mudanya, dokter Fathi telah aktif dalam kegiatan politik melawan Zionis dan pada tahun 1968, ia bergabung dengan kelompok Jihad Islam. Pada tahun 1979, karena menulis buku mengenai Imam Khomeini, dokter Fathi dipenjarakan di Mesir. Setelah bertahun-tahun berjuang bersama kelompok Jihad Islam, akhirnya dia dipilih menjadi sekjen kelompok ini.
Pejuang Palestina ini pernah berkata, "Intifada lahir akibat pendudukan Israel, sehingga, selama Israel masih bercokol di bumi Palestina, maka intifada akan terus ada."
Ketika Imam Khomeini menetapkan Hari Quds Sedunia sebagai hari solidaritas terhadap bangsa Palestina, dokter Fathi mengomentarinya dengan menyatakan bahwa hari Quds itu merupakan hari hidupnya kembali Islam dan jihad melawan Zionis di Palestina.