Okt 28, 2016 08:50 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 28 Oktober 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 26 Muharam 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 7 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Pasukan Yazid Blokade Mekah dan Menyerang Ka’bah

 

1374 tahun yang lalu, tanggal 26 Muharam 64 Hq, pasukan Yazid blokade Mekah dan menyerang Ka’bah.

 

Yazid bin Muawiyah pasca syahadah Imam Husein as dan para sahabatnya di Karbala serta ditawannya Ahli Bait kehilangan popularitas di kalangan umat Islam. Di sisi lain, Ahli Bait yang aktif mengungkap kebobrokan Yazid yang membuat masyarakat bangkit melawan pemerintah Yazid. Akibatnya, pada 63 Hq muncul gerakan-gerakan anti Yazid di Hijaz

 

Akhirnya warga Mekah dan Madinah bangkit secara terang-terangan dan menyerang pasukan Yazid. Di Mekah, Abdullah bin Zubair mengajak umat Islam untuk bergabung dengannya melawan Yazid bin Muawiyah. Perlahan-lahan semakin banyak yang bergabung dengannya dan berhasil mengusir pasukan Yazid dan kaki tangannya dari kota Mekah.

 

Pasukan Yazid bin Muawiyah berangkat dari Syam ke Mekah dan berhasil memblokade kota suci ini, sehingga menyulitkan warga. Mereka menempatkan katapel raksasa di sekitar kota Mekah dan menyerang dengan batu-batu besar. Abdullah bin Zubair dan warga Mekah akhirnya memilih masjidul Haram sebagai tempat paling aman, tapi Hashin bin Namir, komandan pasukan Yazid memerintahkan pasukannya untuk menarget Masjidul Haram dan Ka’bah.

 

Serangan pasukan Yazid ke Mekah justru meningkatkan kemampuan Abdullah bin Zubair. Pada 14 Rabiul Awal 63 Hq, Yazid bin Muawiyah meninggal dan pasukannya kembali ke Syam, sementara Abdullah bin Zubeir menguasai Hijaz.

 

Columbus Menemukan Kuba

 

524 tahun yang lalu, tanggal 28 Oktober 1492, Christopher Columbus berhasil menemukan pantai timur Kuba dan kemudian, pasukan Spanyol memasuki pulau ini serta menguras kekayaan alam di sana.

 

Untuk memperkuat penguasaannya atas Kuba, pasukan Spanyol kemudian melakukan pembunuhan massal terhadap orang-orang indian yang merupakan penduduk pribumi. Namun, rakyat Kuba terus melakukan pemberontakan secara sporadis dan berakhir pada bentuk perjuangan kemerdekaan.

 

Akhirnya, setelah melalui berbagai tahap, pada tahun 1898, Kuba berpindah ke bawah kekuasaan Amerika. Baru pada tahun 1902, negara ini berhasil meraih kemerdekaannya.

 

Sheikh Abdullah Tustari Meninggal

 

415 tahun yang lalu, tanggal 26 Muharam 1023 Hijriah, Sheikh Abdullah Tustari, seorang ulama terkemuka Iran, meninggal dunia.

 

Sheikh Abdullah Tustari menuntut ilmu-ilmu agama dari ulama-ulama terkemuka pada zaman itu sampai akhirnya mencapai derajat mujtahid.

 

Beliau kemudian mengajar di Hauzah Ilmiah kota Isfahan dan di antara murid-murid beliau yang kelak menjadi ulama besar adalah Allamah Majlisi Awal dan Mirza Muhammad Naini. Sheikh Abdullah Tustari juga meninggalkan banyak karya penulisan, di antaranya berjudul "Khaasul Quran" dan "Jaami'ul Fawaid".

 

Chekoslovakia Memproklamirkan Kemerdekaannya

 

98 tahun yang lalu, tanggal 28 Oktober 1918, Chekoslovakia memproklamirkan kemerdekaannya.

 

Negara ini terdiri dari etnis Cheko dan Slovakia yang memiliki kedekatan sejak masa lampau dan pada abad ke-9, pernah membentuk sebuah imperium bersama.

 

Bersamaan dengan runtuhnya imperium ini, etnis Cheko dan Slovakia berada di bawah kekuasaan Imperium Austria-Hongaria. Pada akhir Perang Dunia Pertama, Imperium Austria-Hongaria mengalami kekalahan dan wilayahnya terpecah-pecah. Bangsa Cheko dan Slovakia kemudian mendirikan sebuah negara bersama pada tahun 1918.

 

Setelah Perang Dunia Kedua, negara ini berada di bawah pengaruh Soviet dan bergabung dengan Blok Komunis. Setelah runtuhnya Uni Soviet, Chekoslovakia memisahkan diri dari kekuasaan Soviet dan mendirikan dua negara terpisah pada tahun 1992, yaitu negara Cheko dan Slovakia.

 

Ayatullah Modarres Selamat dari Upaya Pembunuhan

 

90 tahun yang lalu, tanggal 7 Aban 1305 HS, Ayatullah Sayid Hassan Modarres, mengalami percobaan pembunuhan oleh antek-antek rezim Shah Pahlevi Iran.

 

Ayatullah Modarres adalah seorang ruhaniwan yang aktif berjuang untuk menyadarkan masyarakat dan membongkar kebobrokan pemerintahan rezim Pahlevi dan pelindungnya, yaitu pemerintah Inggris.

 

Meskipun Ayatullah Modarres lolos dari upaya pembunuhan itu, namun beberapa waktu kemudian, atas perintah Shah Reza Khan, beliau diasingkan dan kemudian gugur syahid.