Lintasan Sejarah 29 Oktober 2016
Hari ini, Sabtu tanggal 29 Oktober 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Muharam 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 8 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ayatullah Kani Meninggal
132 tahun yang lalu, tanggal 27 Muharam 1306 Hq, Ayatullah Haji Mulla Ali Kani, seorang ulama besar muslim, meninggal dunia di kota Teheran.
Beliau menuntut ilmu dari berbagai ulama terkemuka di hauzah ilmiah kota Najaf, di antaranya Syaikh Murtadha Ansari, sampai akhirnya mencapai derajat mujtahid.
Kemudian, Ayatullah Kani kembali ke Iran dan menjadi salah seorang ulama yang aktif berjuang melawan kezaliman pemerintah. Beliau juga menulis banyak buku, di antaranya berjudul "al-Qadha wa Syahadat".
Republik Turki Berdiri
93 tahun yang lalu, tanggal 29 Oktober 1923, berdirilah pemerintahan Republik Turki dengan presiden pertamanya Musthafa Kamal Pasha yang lebih terkenal dengan Attaturk.
Turki adalah pewaris Imperium Ottoman, yang setelah berdiri selama 623 tahun terpecah-pecah wilayahnya akibat kekalahan yang dialaminya dalam Perang Dunia Pertama. Attaturk menjadi Presiden Turki selama 15 tahun dan memimpin secara diktator. Ia juga selalu berusaha untuk menghapuskan nilai dan kebudayaan Islam di Turki serta menyebarluaskan kebudayaan Barat.
Setelah kematian Attaturk pada tahun 1938, politik anti-Islam ini terus berlangsung di Turki. Pada tahun 1945 secara bertahap sistem demokrasi multipartai mulai berkembang di Turki. Namun, militer yang mendukung pemerintahan liberal, tetap mengontrol politik dalam dan luar negeri Turki. Meskipun pemerintahan liberal Turki terus berusaha menekan gerakan Islam, namun kebangkitan Islam di tengah rakyat Turki tetap berkembang pesat.
Turki terletak di barat laut Timur Tengah dan berbatasan dengan benua Eropa. Luas wilayah negara ini 780 ribu kilometer persegi dan memiliki penduduk lebih dari 60 juta orang.
Zionis Melakukan Pembunuhan Massal di Kfar Ghasem
60 tahun yang lalu, tanggal 29 oktober 1956, militer Zionis Israel melakukan pembunuhan massal terhadap penduduk desa Kfar Ghasem, Palestina.
Pada hari itu, bersamaan dengan serangan Israel ke Mesir, sebagian tentara rezim penjajah ini mengumumkan pemerintahan militer di desa Kfar Ghasem, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Minimalnya 49 warga, laki-laki, perempuan, dan anak-anak dibunuh dan puluhan lainnya luka-luka.
Beberapa bulan kemudian, rakyat Palestina melakukan demonstrasi atas pembunuhan massal ini. Akibatnya, rezim ini terpaksa mengadili beberapa pelaku pembunuhan tersebut di depan umum. Namun, pada tahun 1960, para pelaku pembunuhan tersebut diampuni.
Perubahan Bentuk Uang Logam Pasca Kemenangan Revolusi Islam
37 tahun yang lalu, tanggal 8 Aban 1358 Hs, dilakukan perubahan bentuk uang logam pasca kemenangan Revolusi Islam Iran.
Menyusul tumbangnya sistem monarki Iran, dilakukan perubahan besar dalam struktur pemerintahan, sekaligus upaya menghapus seluruh karya yang ditinggalkan rezim Shah, diterapkan perubahan bentuk lahiriah uang logam yang biasa dipakai selama ini. Sejak tanggal 8 Aban 1358 (30 Oktober 1979) rakyat Iran menggunakan uang logam 1, 2, 5 dan 20 rial sebagai alat pembayaran sehari-hari.
Satu sisi uang logam itu tertulis nilai nominal dalam bentuk angka dan tahun pembuatannya. Sementara pada sisi yang lain di atasnya tertulis Republik Islam Iran, di sampingnya ada 12 bunga laleh (tulip) dan di bagian bawahnya nilai nominal uang logam itu dalam bilangan.
Mohammad Hossein Fahmideh Gugur Syahid
36 tahun yang lalu, tanggal 8 Aban 1359 Hs, Mohammad Hossein Fahmideh, seorang remaja Iran berusia 12 tahun melakukan aksi heroik hingga mencapai derajat tinggi kesyahidan.
Fahmideh yang dilahirkan di kota Qom, dalam usianya yang masih sangat muda pergi ke medan perang di kota Khorramshahr untuk menghadapi serangan tentara agresor Irak yang menjarah kota itu. Dengan penuh keberanian, Fahmideh melakukan aksi bom mati syahid dengan cara melilitkan sejumlah granat di tubuhnya dan menabrakkan tubuhnya ke sebuah tank tentara Irak. Akibatnya, ia bersama tank tersebut meledak dan hancur lebur. dalam sebuah pesan yang disampaikan menanggapi gugurnya Hossein Fahmideh, pemimpin Revolusi Islam Iran Imam Khomeini mengatakan,
"Sesungguhnya pemimpin kita semua adalah remaja berusia 12 tahun itu. Hatinya yang masih kecil jauh lebih besar dari ratusan lidah dan pena. Ia melilitkan granat di tubuh untuk kemudian menabrakkan diri ke tank musuh hingga hancur lebur. Dengan aksinya itu, ia telah meminum mata air syahadah".
Di Iran setiap tanggal 8 Aban diperingati sebagai Hari Remaja dan Siswa Basij. Pemimmpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatollah al-Udzma Sayid Ali Khamenei saat menamakan hari ini sebagai Hari Remaja dan Siswa Basij mengatakan, "Memperingati peristiwa syahadah siswa Basij, syahid Hossein Fahmideh merupakan esensi Pertahanan Suci (Defa Moghaddas).