Okt 30, 2016 08:36 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 30 Oktober 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 28 Muharam 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 9 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Hudzaifah bin Yaman Wafat

 

1393 tahun yang lalu, tanggal 28 Muharam 45 Hq, Hudzaifah bin Yaman, sahabat Rasulullah Saw meninggal dunia.

 

Hudzaifah bin Yaman merupakan seorang sahabat besar Nabi Muhammad Saw dan sahabat khusus Imam Ali as. Ayah Hudzaifah meninggal di Perang Uhud oleh seorang muslim lainnya karena salah sangka.

 

Hudzaifah merupakan satu dari tujuh orang yang melakukan shalat atas jenazah Sayidah Fathimah az-Zahra as. Ia mengetahui mana sahabat yang asli dan mana yang munafik.

 

Orang-orang Munafik pasca peristiwa Ghadir Khum berencana untuk membunuh Rasulullah Saw ketika akan melewati gunung sekembali dari Ghadir Khum. Di gunung itu mereka akan menakut-nakuti onta Nabi Saw agar tidak terkendali dan jatuh ke jurang, tapi Jibril memberitahu Nabi Saw akan rencana busuk ini.

 

Saat Nabi Saw tiba di gunung itu, orang-orang Munafik dengan muka tertutup membawa wadah yang dipenuhi dengan batu kerikil dari atas lalu menjatuhkannya ke arah Nabi Saw, sambil berteriak-teriak. Ammar bin Yasir dengan sigap memegang kendali onta Nabi Saw, sementara Hudziafah berada di sisi Nabi Saw. Akhirnya, rencana orang-orang Munafik gagal.

 

Setelah kejadian itu, Nabi Saw menyebutkan nama satu persatu orang-orang Munafik itu kepada Hudzaifah. Itulah mengapa setiap kali Hudzaifah tidak ikut melakukan shalat jenazah seorang Muslim, maka yang lain memahami bahwa orang itu adalah munafik.

 

Tanggal 28 Muharam 45 Hq, Hudzaifah bin Yaman meninggal dunia di kota Madain, 40 hari setelah Imam Ali as secara lahiriah diangkat sebagai khalifah. Sebelum meninggal, Hudzaifah berpesan kepada anaknya Shafwan dan Said agar senantiasa bersama Imam Ali as dan keduanya semasa hidupnya mengamalkan perintah ayahnya dan gugur syahid dalam perang Shiffin bersama pasukan Imam Ali as.

 

Tawanan Ahli Bait Tiba di Baalbek

 

1377 tahun yang lalu, tanggal 28 Muharam 61 Hq, delapan belas hari setelah peristiwa Karbala menurut sebuah riwayat sejarah, hari bertepatan dengan tibanya tawanan Karbala ke kota Baalbek.

 

Menurut riwayat ini, ketika tawanan Karbala tiba di Baalbek, warga di sana menyambut para pembawa tombak dengan gula, sawiq (tepung yang telah dimasak) dan lain-lain. Ketika Ummu Kultsum melihat perilaku warga Baalbek, beliau kemudian melaknat mereka.

 

Parlemen Nasional Iran Pecat Ahmad Shah dari Jabatannya Sebagai Raja

 

91 tahun yang lalu, tanggal 9 Aban 1304 Hs, Parlemen Nasional Iran mengumumkan bahwa Ahmad Shah, raja terakhir dari silsilah dinasti Qajar, telah dipecat dari jabatannya.

 

Dengan demikian, kekuasaan dinasti itu selama 135 tahun atas Iran dinyatakan berakhir. Setelah itu, melalui intervensi Inggris, dibentuklah sebuah pemerintahan sementara di bawah kepemimpinan Reza Khan. Sebulan kemudian, Reza Khan menyatakan diri sebagai Shah atau Raja Iran dan keluarganya ia namakan sebagai dinasti Pahlevi yang memiliki kekuasaan penuh atas Iran.

 

Peristiwa ini kemudian menjadi permulaan eksploitasi dan represi besar-besaran Amerika dan Inggris atas bangsa Iran.

 

Henry Dunant Meninggal Dunia

 

106 tahun yang lalu, tanggal 30 Oktober 1910, Henry Dunant, penggagas berdirinya Organisasi Palang Merah Internasional, meninggal dunia.

 

Dunant dilahirkan di kota Jenewa, Swiss, pada tahun 1828. Semasa hidupnya, ia melakukan pengabdian dengan cara memberikan pertolongan pengobatan kepada korban luka-luka perang dan menyelamatkan mereka dari kematian melalui organisasi yang ia dirikan. Atas upayanya ini,Dunant meraih penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 1901. Dunant meninggal dunia pada usia 82 tahun.

 

Perundingan Damai Timur Tengah Dimulai

 

25 tahun yang lalu, tanggal 30 Oktober tahun 1991, dimulailah sebuah konferensi untuk perdamaian Timur Tengah yang diikuti oleh Israel, Mesir, Yordania, Suriah, Lebanon, dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

 

Konferensi yang diprakarsai oleh Amerika itu berlangsung di Madrid, ibukota Spanyol. Dalam konferensi itu, rezim Israel mengajukan draf kesepakatan atas dasar "Prinsip Pertukaran Perdamaian", yang diartikan sebagai pemberian perdamaian dari pihak Israel dengan syarat negara-negara Arab juga tidak mengganggu Israel. Akan tetapi, pihak Arab bersikeras dengan "Prinsip Pertukaran Perdamaian dengan Tanah", yang artinya, peperangan akan berhenti jika Israel mengembalikan tanah-tanah yang telah didudukinya.

 

Setelah terbentur dengan prinsip masing-masing pihak, akhirnya dengan bantuan AS, Tel Aviv berhasil memecah belah barisan negara-negara Arab. Kemudian, rezim Zionis menandatangani kesepakatan perdamaian secara terpisah masing-masing dengan PLO dan Yordania. Akan tetapi, beberapa tahun sesudahnya, rezim Zionis Israel sama sekali tidak mematuhi kesepakatan yang telah dibuatnya dengan PLO dan Yordania itu. Mereka bahkan makin memperkeras aksi represifnya terhadap bangsa Palestina.