Lintasan Sejarah 1 November 2016
Hari ini, Selasa tanggal 1 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 1 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 11 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Perang Shiffin Meletus
1401 tahun yang lalu, tanggal 1 Shafar 37 Hq, Perang Shiffin terjadi antara pasukan Imam Ali as melawan pasukan Muawiyah bin Abi Sufyan.
Setelah wafatnya Khalifah Utsman bin Affan, rakyat Madinah membaiat Imam Ali as dan mengangkat beliau sebagai khalifah. Namun, Muawiyah, seorang Gubernur di Damaskus, menolak menerima kepemimpinan Imam Ali dan melakukan perlawanan bersenjata.
Awalnya, Imam Ali berusaha melakukan perundingan demi mencegah pertumpahan darah di antara sesama muslim. Namun Muawiyah tetap membangkang dan pecahlah perang di sebuah daerah bernama Shiffin di tepi sungai Furat, Irak. Ketika pasukan Imam Ali hampir mencapai kemenangan, penasehat Muawiyah bernama Amr bin Ash memerintahkan pasukannya agar menancapkan al-Quran di tombak mereka dan menyerukan gencatan senjata atas nama al-Quran.
Imam Ali yang memahami tipuan ini memerintahkan pasukannya agar terus bertempur, namun sebagian kelompok menolak. Kelompok ini kemudian dikenal sebagai kelompok Khawarij. Atas desakan kelompok Khawarij pula, perang dihentikan dan diadakan perundingan antara kedua pihak. Dalam perundingan ini, delegasi Muawiyah melakukan tipuan. Akibatnya, kekhalifahan kaum muslimin direbut dari tangan Imam Ali dan jatuh ke tangan Muawiyah.
Kafilah Karbala Tiba di Damaskus
1377 tahun yang lalu, tanggal 1 Shafar tahun 61 Hijriah, kafilah Karbala tiba di Damaskus, ibu kota pemerintahan Yazid bin Muawiyah.
Dua puluh hari sebelumnya, tanggal 10 Muharram, Imam Husain as beserta 72 anggota kafilah beliau bertempur di Padang Karbala melawan pasukan Yazid yang berjumlah ribuan orang.
Imam Husain as. dan beberapa kerabat serta sahabat setia beliau gugur syahid dalam pertempuran ini. Sisa rombongan yang terdiri dari kaum perempuan, anak-anak, dan Imam Ali Zainal Abidin yang saat itu sedang sakit, ditawan oleh pasukan Yazid dan digiring ke Damaskus.
Di hadapan khalayak Damaskus, Imam Zainal Abidin dan Sayidah Zainab menyampaikan kejadian Karbala dan membongkar perilaku keji pasukan Yazid. Untuk mengelakkan kemarahan rakyatnya, Yazid mengingkari telah memerintahkan pembunuhan terhadap Imam Husain as dan melemparkan kesalahan kepada komandan pasukannya, Ubaidillah bin Ziyad. Yazid juga terpaksa membebaskan kafilah Karbala untuk kembali ke Madinah.
Panama Lepas dari Spanyol
195 tahun yang lalu, tanggal 1 November 1821, Panama lepas dari penjajahan Spanyol dan bergabung dengan Kolombia. Panama dijajah oleh Spanyol sejak tahun 1501.
Pada tahun 1513, Spanyol membangun Terusan Panama yang menghubungkan Samudera Pasifik dengan Atlantik. Seiring dengan mundurnya Spanyol dari Panama, terusan itu menjadi sepi.
Pada tahun 1848, setelah ditemukannya tambang emas di California, Terusan Panama kembali ramai dilalui para pedagang. Karena terusan ini pula, Panama bersengketa dengan Kolombia. Akibatnya, pada tahun 1903, Panama memisahkan diri dan mendirikan negara independen.
Ayatullah Sayid Reza Sadr Wafat
22 tahun yang lalu, tanggal 11 Aban 1373 Hs, Ayatullah Sayid Reza Sadr meninggal dunia dalam usia 73 tahun di Tehran dan dikebumikan di komplek makam suci Sayidah Fathimah Maksumah Qom.
Ayatullah Sayid Reza Sadr lahir pada 1299 Hs dalam keluarga ulama di Mashad, Iran. Ayahnya adalah Ayatullah al-Udzma Sayid Sadr ad-Din Sadr, ulama dan marji besar di masanya. Setelah meninggalnya Ayatullah Abdolkareem Hairi Yazdi, ayahnya bersama dua marji mengelola Hauzah Ilmiah Qom. Ayatullah Sayid Reza Sadr kakak dari Imam Musa Sadr, pemimpin Syiah Lebanon.
Sayid Reza belajar pendahuluan ilmu agama dan tingkat menengah di Mashad dan ketika berusia 25 tahun, ia mengikuti ayahnya ke Hauzah Ilmiah Qom. Selama di kota ini, Sayid Reza belajar kepada guru-guru besar seperti Sayid Shihab ad-Din Marashi Najafi, Sayid Mohammad Mohaghegh Damad, Sayid Hassan Sadr, Sayid Mohammad Hojjat Kouhkamareh-i, Sayid Hossein Boroujerdi dan Imam Khomeini ra. Setelah itu Sayid Reza mengajar tingkat mujtahid sejak berusia 40 tahun.
Ayatullah Sayid Reza Sadr menguasai ilmu rasional dan tekstual seperti tafsir, hadis, fiqih, ushul fiqih, teologi, sejarah, sastra Arab dan Persia, filsafat, akhlak dan irfan. Ia juga menguasai bahasa Perancis dan Inggris. Sayid Reza dikenal dengan kemampuan hafalannya yang luar biasa, sekaligus ulama yang zuhud, rendah hati, tapi berani berbicara disertai tulisan yang menarik.
Sebagian karya ilmiah Sayid Reza Sadr seperti Ijtihad wa Taqlid, Tafsir Surat al-Hujurat, Quran Shenasi, Banuye Karbala dan puluhan buku lainnya.