Nov 02, 2016 09:38 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 2 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 2 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Zaid bin Ali bin Husein as Syahid

 

1317 tahun yang lalu, tanggal 2 Shafar 121 Hq, Zaid bin Ali bin Husein, putra Imam Sajjad as, gugur syahid dalam pertempuran melawan kezaliman yang dilakukan oleh rezim Bani Umayah.

 

Kebangkitan Zaid bin Ali ini merupakan salah satu dari beberapa kebangkitan yang muncul setelah Kebangkitan Karbala. Kebangkitan lainnya adalah Kebangkitan Tawabin dan kebangkitan Mukhtar Tsaqafi. Semua perjuangan ini memiliki tujuan yang sama yaitu menebus darah Imam Husein yang telah ditumpahkan oleh rezim zalim Bani Umayah dan menggulingkan pemerintahan kejam itu.

 

Abu Hayan Gharnati Wafat

 

693 tahun yangt lalu, tanggal 2 Shafar 745 Hq, Abu Hayan Gharnati, seorang penyair dan sastrawan muslim terkemuka Mesir meninggal dunia.

 

Abu Hayan dilahirkan pada tahun 654 Hijriah di Andalausia dan untuk menuntut ilmu, ia melakukan perjalanan ke berbagai negara.

 

Pada tahun 679, Abu Hayan pergi ke Mesir dan hingga akhir usianya ia tinggal di negara itu untuk belajar, mengajar, dan menyusun buku. Abu Hayan menguasai berbagai bidang ilmu seperti ilmu al-Quran, hadis, dan fiqih, namun ia lebih terkenal atas kemampuannya di bidang ilmu nahwu atau tata bahasa Arab. Di akhir hidupnya, Abu Hayan menderita kebutaan.

 

Ia meninggalkan berbagai karya penulisan di antaranya berjudul "Tadzkiratun-Nuhaah".

 

Ayatullah Mirza Hossein Hosseini Wafat

 

108 tahun yang lalu, tanggal 12 Aban 1287 Hs,  Ayatullah Mirza Hossein Hosseini meninggal dunia dalam usia 93 tahun dan dikuburkan di kota Najaf al-Asyraf, Irak.

 

Ayatullah Mirza Hossein Hosseini yang lebih dikenal dengan sebutan Mirza Hossein Mirza Khalil lahir sekitar tahun 1194 HS di kota Najaf, Irak. Setelah belajar ilmu-ilmu agama tingkat pendahuluan dan menengah kepada ayah dan saudaranya, ia kemudian belajar kepada guru-guru besar seperti Sheikh Mohammad Hassan Najafi, penulis al-Jawahir dan Sheikh Murtadha al-Anshari, sehingga mencapai derajat keilmuan yang tinggi sebagai mujtahid dan marji Syiah.

 

Pasca wafatnya Mirza Bozourgh Shirazi, Ayatullah Mirza Khalil menjadi marji tertinggi Syiah dan kebanyakan Syiah Iran, Irak, Lebanon, India dan sebagian negara-negara Islam lainnya merujuk kepada beliau. Ayatullah Mirza Khalil bahkan menjadi pemimpin Hauzah Ilmiah Najaf al-Asyraf.

 

Ayatullah Mirza Khalil menghabiskan waktunya dengan mengajar dan berhasil mendidik puluhan murid yang kelak menjadi tokoh dunia Syiah. Dalam proses Revolusi Konstitusi, beliau bersama ulama besar lainnya seperti Akhond Mollah Mohammad Kazem Khorasani dan Mirza Abdullah Mazandarani menjadi tiga pilar kepemimpinan kebangkitan ini di Najaf. Beliau tetap menjadi pendukung gerakan Revolusi Konstitusi selama gerakan ini belum terjadi penyimpangan.

 

Ayatullah Mirza Khalil banyak meninggalkan karya ilmiah seperti Kitabun fi al-Ijarah, Kitabun fi al-‘Ashb, Syarah Najat al-‘Ibad dan lain-lain.

 

Penerbitan Deklarasi Balfour 

 

99 tahun yang lalu, tanggal 2 November 1917, diterbitkanlah Deklarasi Balfour oleh Lord Arthur James Balfour, Menlu Inggris saat itu.

 

Melalui deklarasi ini, dimulailah upaya untuk menciptakan negara Israel di atas tanah bangsa Palestina. Saat itu, Kawasan Palestina berada di bawah penjajahan Inggris. Deklarasi ini membuktikan bahwa Inggris menyetujui berdirinya sebuah pemerintahan Yahudi di Palestina dan memberi bantuan dari berbagai segi dalam pembentukan negara ilegal ini.

 

Akhirnya 31 tahun kemudian, yaitu tahun  1948, diumumkanlah berdirinya rezim Israel. Setiap tahun, pada hari deklarasi Balfour ini, rakyat muslim sedunia menunjukkan kemarahan dan kecaman mereka kepada Israel dan negara-negara pendukungnya.

 

Penandatanganan Perundingan KMB 

 

67 tahun yang lalu, tanggal 2 November 1949,  Indonesia dan Belanda menandatangani hasil perundingan Konferensi Meja Bundar atau KMB.

 

KMB diadakan di Den Haag Belanda,  setahun setelah Belanda melakukan agresi militernya yang kedua pada bulan Desember 1948 terhadap Indonesia. Agresi ini mendapat kecaman internasional dan atas desakan PBB, kedua pihak mengadakan konferensi tersebut.

 

Hasil KMB antara lain penyerahan kedaulatan kepada Indonesia.  Indonesia kemudian mendirikan Republik Indonesia Serikat dengan Ir. Sukarno sebagai presiden pertama.