Lintasan Sejarah 5 November 2016
Hari ini, Sabtu tanggal 5 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 5 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 15 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Syahadah Sayidah Ruqayah as
1377 tahun yang lalu, tanggal 5 Shafar 61 Hq, Sayidah Ruqayah binti al-Husein as gugur syahid.
Ruqayah Khatun atau Fathimah binti al-Husein yang lebih dikenal dengan Fathimah Shaghirah, anak perempuan paling kecil Imam Husein as dari ibu Ummu Ishaq binti Thalhah atau Shah Zanan. Sekaitan dengan usia beliau ketika gugur syahid ada yang menyebut 3, 4, 5 dan 7 tahun. Imam Husein as sangat menyayanginya dan Ruqayah juga sangat dekat dengan ayahnya.
Ruqayah as bersama ayah, saudara, paman dan keluarga Nabi Muhammad Saw pergi ke Karbala. Setelah syahadah Imam Husein as dan para sahabatnya, Ruqayah as bersama keluarga Imam Husein as dan rombongan ditawan oleh pasukan Yazid. Mereka digiring dari Kufah hingga Syam.
Selama di Syam, Ruqayah as setiap harinya menangis karena ditinggal ayahnya dan senantisa mencari ayahnya. Banyak yang menukil bahwa ketika berada di sebuah tempat reruntuhan di Syam, Ruqayah as melihat kepala ayahnya dan berbicara dengannya. Setelah itu beliau mencium biri ayahnya dan pingsan akibat terlalu banyak menangis. Ketika orang di sekelilingnya berusaha menggerakkannya, mereka menemukannya telah meninggal pada 5 Shafar 61 Hs.
Kini, makam suci Ruqayah di Damaskus, Suriah menjadi tempat ziarah Syiah. Makam suci ini terletak 300 meter Timur Laut masjid Amawi.
Ibnu Yunus Dilahirkan
887 tahun yang lalu, tanggal 5 Shafar 551 Hq, Kamaluddin Abu Imran yang dikenal dengan sebutan Ibnu Yunus, seorang faqih, tabib, dan matematikawan muslim terlahir ke dunia di kota Mosul Irak.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar agama, Ibnu Yunus menggeluti bidang matematika hingga berhasil menguasai ilmu ini.
Ibnu Yunus dikenal sebagai salah seorang ulama dan ilmuan besar saat itu. Selain menguasai berbagai ilmu keislaman, Ibnu Yunus juga mendalami taurat dan injil. Tak jarang umat Yahudi dan Nasrani yang mendatanginya untuk menanyakan pemahaman ayat-ayat dalam kitab suci mereka.
Ibnu Yunus banyak meninggalkan karya tulis diantaranya; "Asraar al-Sulthaniyah", yang membahas tentang ilmu perbintangan, dan sebuah kitab di bidang ilmu matematika berjudul "Syarh al-A'mal al-Handasiyah".
Wabah Influenza di Islandia
98 tahun yang lalu, tanggal 5 November 1918, wabah influenza mulai menyebar di Islandia yang dicurigai dibawa oleh para penumpang kapal Botnia dari Denmark.
Banyak orang jatuh sakit pada beberapa hari pertama dan secara cepat penyakit ini menyebar di Islandia. Dalam dua minggu saja, di kota Reykjavik, ibu kota Islandia, 10.000 orang tewas akibat penyakit ini.
Tahun 1918-1819 adalah tahun ketika wabah influenza menyebar luas di Eropa. Pada musim semi tahun 1918, penyakit tersebut menyebar di Perancis dan dikenal dengan nama Flu Spanyol. Pada musim panas tahun itu, di Amerika, ribuan tentara tewas akibat flu Spanyol ini.
Pada akhir musim panas, influenza menyebar ke Jerman dan lebih dari 400.000 warga Jerman tewas. Di Inggris, influenza mulai muncul pada bulan Mei 1918 dan menyebar dengan cepat hingga menewaskan 228.000 orang. Diperkirakan, di seluruh dunia lebih dari 70 juta orang tewas akibat wabah ini.
Karyawan Radio Televisi Iran Mogok Massal
38 tahun yang lalu, tanggal 15 Aban 1357 Hs para karyawan radio dan televisi Iran melakukan mogok massal untuk memprotes rezim Shah Pahlevi.
Pemogokan ini bertujuan untuk menekan Shah dan mempercepat tergulingnya rezim despotik ini. Pada hari ini pula, para tentara Shah menyerang berbagai kantor penerbitan surat kabar dan menahan sejumlah karyawan mereka. Akibatnya, berbagai surat kabar beroplah besar di Iran terpaksa berhenti terbit.
Demonstrasi Menentang Pemerintahan Militer Azhari
38 tahun yang lalu, tanggal 15 Aban 1357 Hs, rakyat Iran di berbagai penjuru negara ini, mengadakan demonstrasi menentang pemerintahan militer Azhari, yang baru saja berdiri atas dukungan Rezim Shah Pahlevi dan Amerika.
Rakyat Iran saat itu mengeluarkan resolusi bahwa perubahan pemerintahan yang hanya bersifat kamuflase tidak akan bisa menghentikan Revolusi Islam. Tiga hari sebelumnya, para pelajar dan mahasiswa Iran juga mengadakan demonstrasi besar-besaran, yang dihadapi Rezim Shah dengan senjata. Akibatnya, sejumlah pelajar dan mahasiswa gugur syahid dalam demonstrasi tersebut.