Lintasan Sejarah 6 November 2016
Hari ini, Ahad tanggal 6 November 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 6 Shafar 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Aban 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Quthbuddin Syirazi Lahir
804 tahun yang lalu, tanggal 6 Shafar 634 Hq, Quthbuddin Mahmud Syirazi, seorang astronom dan ilmuwan kedokteran dunia Islam terkenal terlahir di kota Syiraz, sebuah kawasan di selatan Iran.
Quthbuddin Syirazi mulai tertarik mempelajari ilmu-ilmu kedokteran sejak usia muda. Kemudian, bersamaan dengan kematian ayahnya yang juga seorang dokter, Syirazi berhasil menyelesaikan pendidikan dasarnya di bidang kedokteran. Ia kemudian bekerja di sebuah rumah sakit di kota kelahirannya.
Selama sepuluh tahun bekerja, Syirazi banyak menyempatkan waktunya untuk menelaah sejumlah kitab kedokteran klasik karya Ibnu Sina serta kitab-kitab filsafat dan keilmuan karya para ilmuwan terkenal masa itu. Setelah itu, ia mulai tertarik untuk mengembangkan pengetahuannya dengan cara belajar kepada sejumlah ilmuwan ternama zaman itu, seperti Khaja Nashiruddin Thusi, serta melakukan kunjungan ke sejumlah kawasan ilmu lainnya di Iran dan kawasan sekitar Timur Tengah.
Di antara karya penulisannya yang paling terkenal adalah kitab berjudul "Jami'ul Ushul" dan "Nihayatul Idrak fi Dirayatil Aflak". Quthbuddin Syirazi meninggal dunia pada tahun 710 Hijriah.
Abraham Lincoln Menjadi Presiden AS
156 tahun yang lalu, tanggal 6 November 1860, Abraham Lincoln terpilih sebagai presiden AS dan menjadi presiden pertama dari Partai Republik AS.
Lincoln mendapat penentangan dari sebagian warga AS karena perjuangannya dalam menghapuskan perbudakan di AS. Pada tanggal 4 Maret 1861, saat Lincoln dilantik sebagai presiden, delapan negara bagian memisahkan diri dan membentuk pemerintahan Konfederasi. Sebulan kemudian meletuslah perang sipil di antara pasukan Konfederasi melawan pasukan pemerintah Lincoln atau pasukan Union.
Pada tahun 1863, seiring dengan kekalahan Konfederasi, Lincoln menghapuskan perbudakan. Pada tahun 1864, diadakan pemilu ulang dan Lincoln berhasil menang. Pada bulan April 1865, Lincoln dibunuh oleh seorang pendukung Konfederasi. Pembunuhan ini terjadi hanya lima hari setelah Perang Sipil AS resmi berakhir dengan menyerahnya komandan pasukan Konfederasi.
Pemberontakan Bolshevik di Rusia
99 tahun yang lalu, tanggal 6 November 1917, terjadilah pemberontakan Bolshevik di Rusia.
Partai Bolshevik di bawah pimpinan Lenin menggulingkan pemerintah Rusia saat itu dan dalam dua hari, terbentuklah pemerintahan baru dengan Lenin sebagai pemimpinnya. Pemerintahan Bolshevik Rusia kemudian berganti nama dengan Republik Sosialis Uni Soviet dan merupakan negara Marxis pertama di dunia.
Lenin dilahirkan pada tahun 1870 dan sejak muda telah aktif dalam gerakan Marxis yang bertujuan menggulingkan kekaisaran Rusia. Akibatnya, dia pernah dipenjara dan dibuang ke Siberia. Setelah menjalani masa pembuangannya, Lenin pergi ke London dan di sana ia mendirikan Partai Buruh Sosial Demokratik Rusia.
Sejak awal, ada dua kubu yang berseteru dalam partai ini. Pertama, kubu Bolshevik yang cenderung pada militerisme di bawah pimpinan Lenin dan kedua, kubu Menshevik yang cenderung demokratis. Pada tahun 1912, Lenin mendirikan Partai Bolshevik. Setelah kemenangan revolusi Rusia 1905, Lenin kembali ke Rusia, namun pada tahun 1907 ia dibuang oleh Kaisar Nicholas II yang berkuasa saat itu.
Pada tahun 1914, meletuslah Perang Dunia Pertama yang mengakibatkan tergulingnya Kaisar Nicholas II dan berakhirnya era kekaisaran di Rusia. Pada tahun 1917, Lenin kembali ke Rusia dan mendirikan Uni Soviet.
Imam Khomeini Reaksi Pembantaian Pelajar Pada 13 Aban
38 tahun yang lalu, tanggal 16 Aban 1357 Hs, Imam Khomeini ra mereaksi pembataian pelajar pada 13 Aban dan mengirim pesan kepada rakyat Iran.
Akibat pembantaian pelajar dan mahasiwa muslim Iran pada 13 Aban 1357Hs dan tiga hari setelahnya 16 Aban 1357, Imam Khomeini ra mengeluarkan pesan bersejarah.
Imam Khomeini ra mengatakan, "Saya berduka menyaksikan kejahatan terbaru yang dilakukan di universitas-universitas terhadap generasi Islam. Saya berterima kasih kepada para mahasiswa yang berdiri tegar mengorbankan dirinya di jalan Islam dan negara menghadapi Shah dengan tangan terkepal dan mengutuknya."
Demonstrasi Menentang Pemerintahan Militer Azhari
38 tahun yang lalu, tanggal 16 Aban 1357 Hs, rakyat Iran di berbagai penjuru negara ini, mengadakan demonstrasi menentang pemerintahan militer Azhari yang baru saja berdiri atas dukungan rezim Shah Pahlevi dan Amerika.
Rakyat Iran saat itu mengeluarkan resolusi bahwa perubahan pemerintahan yang hanya bersifat kamuflase tidak akan bisa menghentikan Revolusi Islam.
Tiga hari sebelumnya, para pelajar dan mahasiswa Iran juga mengadakan demonstrasi besar-besaran, yang dihadapi rezim Shah dengan senjata. Akibatnya, sejumlah pelajar dan mahasiswa gugur syahid dalam demonstrasi tersebut.