Jan 16, 2018 14:55 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 12 Januari 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 24 Rabiul Tsani 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 22 Dey 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Sayid Qasim al-Anwar Penyair Dinasti Timurid Wafat

602 tahun yang lalu, tanggal 24 Rabiul Tsani 837 HQ, Sayid Qasim al-Anwar, penyair terkenal periode Dinasti Timurid yang berasal dari Tabriz meninggal dunia.

Ia belajar kepada ulama besar di masanya. Setelah itu selama beberapa tahun sempat tinggal di Herat, Afghanistan dan mengajar di sana. Perlahan-lahan ia semakin terkenal, sehingga banyak murid dari pelbagai kota ikut belajar kepadanya. Waktu itu semasa dengan kekuasaan Taimur dan anaknya Shahroukh.

Sayid Qasim kemudian ingin dibunuh oleh Shahroukh, sehingga ia meninggalkan kota Herat dan pergi ke Samarqand, Uzbekistan.

Karya sastra Sayid Qasim al-Anwar termasuk Diwan Ghazal dan beberapa Matsnawi, dimana naskah tulisan tangannya ada hingga sekarang. Ia juga meninggalkan sejumlah risalah Anis al-Arifin dan Anis al-Asyiqin.

Sejarah

Sultan Hasanudin Lahir di Makasar

387 tahun yang lalu, tanggal 12 Januari 1631 Sultan Hasanuddin lahir di Makasar, Sulawesi Selatan.

Sultan Hasanudin adalah Raja Gowa ke-16. Terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe. Setelah memeluk agama Islam, ia mendapat tambahan gelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana, hanya saja lebih dikenal dengan Sultan Hasanuddin saja.

Pada tahun 1666, di bawah pimpinan Laksamana Cornelis Speelman, Kompeni berusaha menundukkan kerajaan-kerajaan kecil, tetapi belum berhasil menundukkan Gowa. Di lain pihak, setelah Sultan Hasanuddin naik takhta, ia berusaha menggabungkan kekuatan kerajaan-kerajaan kecil di Indonesia bagian timur untuk melawan Kompeni.

Pertempuran terus berlangsung, Kompeni menambah kekuatan pasukannya hingga pada akhirnya Gowa terdesak dan semakin lemah sehingga pada tanggal 18 November 1667 bersedia mengadakan Perdamaian Bungaya di Bungaya. Karena keberaniannya, ia dijuluki De Haantjes van Het Oosten oleh Belanda yang artinya Ayam Jantan/Jago dari Benua Timur. Ia dimakamkan di Katangka, Makassar.

Republik Islam Iran

Dewan Revolusi Iran Berdiri

39 tahun yang lalu, tanggal 22 Dey 1357 HS, pada situasi yang sangat krusial, yaitu ketika AS memberikan dukungan terang-terangan dan dari segala segi kepada Rezim Shah Pahlevi, Imam Khomeini mengeluarkan instruksi sangat berani kepada para pengikutnya, berupa pembentukan sebuah lembaga penggerak revolusi bernama Dewan Revolusi.

Dewan ini dibentuk untuk menjadi wadah koordinasi di antara kelompok-kelompok revolusioner,  pemusatan agenda-agenda revolusi, serta bertugas untuk membentuk pemerintahan sementara. Dalam pesannya saat memberikan instruksi tersebut, Imam Khomeini mengatakan,

"Yang dikehendaki oleh rakyat Iran tidak hanya sekedar perginya Shah atau runtuhnya pemerintahan despotik. Yang diinginkan oleh rakyat Iran adalah berdirinya sebuah pemerintahan Islami yang kelak akan menjamin terciptanya keadilan, kebebasan, dan independensi bangsa".

Segera setelah jatuhnya Shah, Dewan Revolusi memainkan peranan sebagai pembuat sejumlah undang-undang sampai terbentuknya Majlis Syura Islami atau parlemen Iran.