Lintasan Sejarah 13 Januari 2018
Hari ini, Sabtu tanggal 13 Januari 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 25 Rabiul Tsani 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 23 Dey 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Tsabit Al-Shabi’i Meninggal Dunia
1151 tahun yang lalu, tanggal 25 Rabiul Tsani 288 HQ,Tsabit bin Qurrah al-Shabi'i, matematikawan, astronom, dan dokter kenamaan meninggal dunia.
Al-Shabi'i lahir pada tahun 221 hijriah di kawasan Haraan di wilayah Beinan Nahrein, Irak. Sebagai bagian kaum Shabiin yang bermukim di wilayah beinan Nahrein, Al-Shabi'i juga fasih berbahasa Yunani dan Suryani.
Selain dua bahasa tersebut, Tsabit Al-shabi'I juga mengenal bahasa Arab dengan baik. Dia berhasil menguasai ilmu matematika dan astronomi dibawah bimbingan Muhammad bin Musa, matematikawan muslim terkenal. Al-Shabi'i banyak menulis dan menerjemahkan karya ilmiah menyangkut ilmu kedokteran, matematika, dan astronomi.
Di antara hasil karyanya adalah Al-Dzakhirah fi ‘ilm Al-Thibb dan Kitabul Mafrudhat.
Bartholomew Diaz Lahir
568 tahun yang lalu, tanggal 13 Januari 1450, Bartholomew Diaz, seorang pelaut dan discover berkebangsaan Spanyol terlahir ke dunia.
Setelahmengarungi Samudera Atlantik, pada tahun 1488 Diaz berhasil mencapai kawasan paling selatan dari benua Afrika.
Sepuluh tahun kemudian, pelaut Spanyol lainnya yang bernama Vasco da Gama menelusuri jejak pelayaran Diaz untuk kemudian menemukan jalan laut yang mencapai kawasan timur Asia melalui kawasan selatan. Bagi orang-orang Eropa, jalan laut menuju Asia ini sangat penting, terutama saat Imperium Turki Ottoman menutup jalan darat yang menghubungkan Eropa dan Asia pada tahun 1453.
Sidang Negara-Negara Sekutu Eropa
77 tahun yang lalu, tanggal 13 Januari 1941, negara-negara sekutu Perang Dunia II bersidang di London.
Sidang yang diprakarsai oleh Churchil tersebut diselenggerakan dengan tujuan untuk menyatukan kebijakan negara-negara sekutu dalam menghadapi Jerman dan Italia. Hadir dalam sidang tersebut para utusan dari negera Belanda, Belgia, perancis, Yunani, Norwegia, Luxemburg, Denmark, dan tuan rumah Inggris.
Dewan Kerajaan Iran Dibentuk
39 tahun yang lalu, tanggal 23 Dey 1357 HS, Raja Iran, Shah Pahlevi, memerintahkan didirikannya Dewan Kerajaan untuk meredam gelombang demontsrasi di Iran.
Dewan Kerajaan ini bertugas untuk memindahkan kekuasaan dari Shah ke anaknya. Dengan cara itu, Shah berharap, perlawanan rakyat terhadap dirinya dapat berhenti. Namun, rakyat Iran menyadari taktik raja mereka yang despotik itu dan tetap menyuarakan dukungan mereka kepada Imam Khomeini.
Pada hari yang sama, Imam Khomeini yang saat itu tengah berada di pengasingannya di Paris, mengumumkan bahwa pemerintahan baru revolusioner akan segera dibentuk.
Menyusul pengumuman Imam Khomeini tersebut, ketua Dewan Kerajaan, Jalaluddin Tehrani berangkat ke Paris untuk menemui Imam Khomeini. Namun, Imam menyatakan hanya bersedia menerima Jalaluddin Tehrani dengan dua syarat, yaitu: Tehrani mundur dari Dewan Kerajaan dan mengeluarkan pernyataan bahwa Dewan tersebut ilegal. Tehrani menerima syarat dari Imam Khomeini dan dengan demikian bubarlah Dewan Kerajaan tersebut.