Jan 17, 2018 09:36 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 15 Januari 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Rabiul Tsani 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 25 Dey 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Pertempuran Laut Aru

56 tahun yang lalu, tanggal 15 Januari 1962, terjadi pertempuran antara Indonesia dan Belanda di Laut Aru, Maluku yang dikenal dengannama Pertempuran Laut Aru.

Insiden ini terjadi sewaktu dua kapal jenis destroyer, pesawat jenis Neptune dan Frely milik Belanda menyerang RI Matjan Tutul (650), RI Matjan Kumbang (653) dan RI Harimau (654) milik Indonesia yang sedang berpatroli pada posisi 04,49° LS dan 135,02° BT. Komodor Yos Sudarso gugur pada pertempuran ini setelah menyerukan pesan terakhirnya yang terkenal, "Kobarkan semangat pertempuran".

Armada Indonesia di bawah pimpinan Yos Sudarso, yang saat itu berada di KRI Macan Tutul, berhasil melakukan manuver untuk mengalihkan perhatian musuh sehingga hanya memusatkan penyerangan ke KRI Macan Tutul. KRI Macan Tutul tenggelam beserta awaknya, tapi kedua kapal lainnya berhasil selamat.

Image Caption

Militer Iran Bergabung dengan Rakyat

39 tahun yang lalu, tanggal 25 Dey 1357 HS, ketika gelombang perlawanan rakyat Iran terhadap rezim Shah semakin memuncak, militer Iran akhirnya memilih bergabung dengan rakyat dan bersama rakyat berjuang mengibarkan revolusi Islam.

Sebelumnya, Imam Khomeini dari tempat pengasingan beliau di Paris, berkali-kali mengirimkan pesan kepada angkatan bersenjata Iran agar bergabung dengan rakyat dan menyelamatkan bangsa Iran dari kekuatan imperialis asing dan penguasa yang despotik.

Ayatullah al-Udzma Haj Sayid Ahmad Khansari

Ayatullah Al-Udzma Haj Sayid Ahmad Khansari Wafat

34 tahun yang lalu, tanggal 27 Rabiul Tsani 1405 HQ, Ayatullah al-Udzma Haj Sayid Ahmad Khansari meninggal dunia pada dalam usia 96 tahun. Jenazah beliau dibawa dari Tehran dan dimakamkan di kota Qom di lokasi makam suci Sayidah Maksumah.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ahmad Khansari lahir di kota Khansar pada 1309 HQ. Pada usia tiga tahun ia telah kehilangan ayahnya dan saudaranya yang menggantikan tanggung jawab ayahnya.

Setelah mempelajari ilmu-ilmu pengantar agama di tempat kelahirannya, ia pergi ke Isfahan untuk melanjutkan pendidikannya dan setelah itu pergi ke Najaf al-Asyraf, Irak.

Selama di hauzah ilmiah Najaf, ia belajar kepada guru-guru besar di sana seperti Ayatullah Akhond Khorasani, Sayid Mohammad Kazem Yazdi, Mirza Naini dan Agha Dhiya ad-Din al-Iraqi. Bertahun-tahun menimba ilmu membuatnya mencapai derajat ijtihad.

Ayatullah Khansari pada 1330 HQ kembali ke Iran dan ikut belajar kepada Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi di kota Arak. Setelah dibangunnya hauzah ilmiah Qom, Ayatullah Khansari mengajar di sana, tapi atas perintah Ayatullah Boroujerdi, ia akhirnya pergi ke Tehran dan di mengajar di masjid Sayid Azizollah, mengimami shalat jamaah di sana dan melakukan aktivitas politik.

Ayatullah Khansari begitu dikenal akan zuhud dan ketakwaannya. Kehadirannya bersama Imam Khomeini ra mampu memperkokoh kebangkitan rakyat Iran.