Lintasan Sejarah 17 Januari 2018
Hari ini, Rabu tanggal 17 Januari 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 29 Rabiul Tsani 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 27 Dey 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Muhammad Dzahabi, Ahli Hadis dan Sejarawan Lahir
766 tahun yang lalu, tanggal 29 Rabiul Tsani 673 HQ, Syamsuddin Muhammad bin Ahmad Dzahabi, ahli hadis dan sejarawan terkenal terlahir ke dunia.
Sejak mudanya, Muhammad bin Ahmad Dzahabi sangat tertarik mengumpulkan hadis dan untuk menyempurnakan koleksi hadis dan ilmunya tentang ilmu ini, beliau banyak melakukan perjalanan. Dalam perjalanannya Dzahabi bertemu banyak ulama hadis dan mencatatnya.
Pada dasarnya, Dzahabi menulis tentang peristiwa yang terjadi dalam sejarah Islam sejak kemunculan agama Islam hingga tahun 704 Hq. Begitu pula dengan peristiwa para ahli hadis di masa itu sempat diabadikan dalam bukunya Tarikh Islam.
Karya-karya Dzahabi dimanfaatkan oleh para ilmuwan dan ulama untuk menganalisa apa yang terjadi di dunia Islam di masa itu. Semasa hidupnya banyak ulama yang mendatanginya untuk mendengarkan langsung hadis-hadis yang didapatkannya.
Al-Kasyif, Thabaqat al-Qurra, al-Mu’jam al-Kabir dan al-Mu’jam as-Shagir merupakan sebagian dari karyanya.
Muhammad bin Ahmad Dzahabi meninggal dunia pada 748 Hq dalam usia 75 tahun dan dimakamkan di Damaskus, Suriah.
Puncak Everest Ditemukan
177 tahun yang lalu, tanggal 17 Januari 1841, puncak tertinggi di dunia ditemukan oleh Sir George Everest, seorang pendaki asal Inggris.
Puncak tertinggi yang kemudian diberi nama sesuai dengan nama penemunya, yaitu puncak Everest itu, memiliki ketinggian 8800 meter. Namun, George Everest sendiri tidak berhasil mencapai puncak tertinggi di dunia itu.
Pada tanggal 29 Mei 1953, Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal, menjadi orang pertama yang berhasil mencapai puncak Everest. Mereka anggota ekspedisi Inggris yang dipimpin oleh Sir John Hunt. Tim ini berangkat dari Kathmandu, Nepal pada tanggal 10 maret 1953, dan melakukan pendakian dari sisi selatan yang dikenal sebagai lereng yang tidak mungkin dapat didaki.
Pada setiap pendakian yang berhasil mencapai lereng yang landai mereka membuat beberapa buah pos-pos perkemahan, masing-masing pos dijaga oleh beberapa orang anggota, sehingga makin mendekati puncak anggotanya semakin berkurang. Pos perkemahan terakhir hanya berupa sebuah tenda kecil yang berada pada ketinggian 8.504 meter, didirikan oleh Hillary dan Tenzing Norgay, yang berhasil mencapai puncak.
Pesan Imam Khomeini ra Pasca Larinya Shah dari Iran
39 tahun yang lalu, yanggal 27 Dey 1357 HS, Imam Khomeini ra setelah larinya Mohammad Reza Shah Pahlevi dari Iran mengeluarkan pesan kepada bangsa Iran.
Isi pesan Imam Khomeini ra berbunyi, “Saya mengucapkan selamat kepada kalian, bangsa yang berani berkorban atas larinya Mohammad Reza Pahlevi. Karena ini menjadi fajar kemenangan bangsa dan pondasi kebahagiaan demi mencapai kebebasan dan kemerdekaan.”
Di bagian lain dari pesan beliau, selain meminta bangsa Iran untuk tetap melanjutkan demonstrasinya melawan rezim Shah dan pemerintah ilegal Bakhtiari, Imam kembali meminta kekuatan militer dan polisi untuk bergabung dengan rakyat. Di sisi lain, dengan larinya Shah dari Iran, rakyat meruntuhkan patung Shah dari pelbagai kota. Di kota Amol, Nahavand, Aligoudarz dan Ilam, para kaki tangan rezim Shah menyerang rakyat yang berujung pada gugur syahidnya warga dan banyak yang cedera.