Jan 20, 2018 10:09 Asia/Jakarta

Hari ini, Sabtu tanggal 20 Januari 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 2 Jumadil Awal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Dey 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Abul Hasan Bagdadi Meninggal

1026 tahun yang lalu, tanggal 2 Jumadil Awal 413 HQ, Abul Hasan Ali bin Hilal Bagdadi, seorang sastrawan dan kaligrafer muslim terkenal, meninggal dunia.

Abul Hasan Ali bin Hilal Bagdadi yang dijuluki dengan nama Ibnu Bawwab ini dikenal memiliki tulisan tangan yang indah. Ia bahkan menciptakan kaidah kaligrafi baru yang merupakan pengembangan dari kaidah seni kaligrafi yang diciptakan oleh kaligrafer pendahulunya, Ibnu Muqlah.

Salah satu di antara karya Ibnu Bawwab adalah naskah al-Quran yang sangat indah dan bernilai tinggi yang sampai saat ini masih tersimpan di sebuah museum di Inggris.

Indonesia

Letjend MT. Haryono Lahir

94 tahun yang lalu, tanggal 20 Januari 1924, Letnan Jenderal ANM. MT. Haryono dilahirkan di Surabaya.

Letjend MT. Haryono kemudian bergabung dengan Pembela Tanah Air (Peta). Setelah kemerdekaan diproklamasikan MT. Haryono bersama teman-temannya turut mengambil bagian dalam merebut senjata dari tangan Jepang.

Strategi diplomasi yang dijalankan pemerintah pada masa-masa awal kemerdekaan menyebabkan seringnya perundingan dengan pihak Inggris dan Belanda. Dalam perundingan-perundingan tersebut diperlukan orang yang mahir berbahasa asing dan karena itulah kemampuan MT. Haryono terpakai.

Maret 1946 ia ditunjuk sebagai Sekretaris delegasi Indonesia dalam perundingan dengan Inggris dan Belanda di Jakarta. Setelah itu ia diangkat sebagai Sekretaris Dewan Pertahanan Negara di Yogyakarta dan kemudian pada Juli 1946 dipercayakan sebagai wakil tetap Kementrian Pertahanan urusan Gencatan Senjata. Ia dikenang sebagai Pahlawan Revolusi.

Imam Khomeini ra

Imam Khomeini Memastikan Diri Akan Kembali ke Iran

39 tahun yang lalu, tanggal 30 Dey 1357 HS, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Imam Khomeini mengumumkan tekad bulatnya untuk kembali ke Iran dari pengasingannya di Paris.

Berita ini langsung tersebar ke seluruh penjuru Iran dan disambut dengan suka cita oleh rakyat Iran yang sudah lama muak diperintah oleh rezim diktator Shah Pahlevi. Di mana-mana, rakyat sudah mulai membicarakan tata cara penyambutan atas kepulangan pemimpin agung mereka.

Di sisi lain, antek-antek Shah adalah pihak yang paling gelisah dan cemas dengan keputusan kembalinya Imam ke Iran ini. Sebagian memutuskan untuk mengundurkan diri, sebagiannya lagi memutuskan untuk menyingkir ke luar negeri.

Ada pula pihak-pihak tertentu yang tetap meneruskan aksi-aksi represifnya terhadap rakyat Iran. Akan tetapi, apapun tindakan yang diambil oleh antek-antek kerajaan, tidak ada satupun yang mampu menghalangi gelombang dahsyat Revolusi Islam Iran.