Lintasan Sejarah 21 Januari 2018
Hari ini, Ahad tanggal 21 Januari 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 3 Jumadil Awal 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Bahman 1396 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.
Ulama besar Karbala Sayid Ismail Sadr Wafat
132 tahun yang lalu, tanggal 3 Jumadil Awal 1307 HQ, Haj Sayyid Ismail Sadr, ulama besar dan mujtahid kenamaan di kota Kadzimain Irak meninggal dunia.
Sadr menyelesaikan pendidikan dasar ilmu agama dengan berguru kepada saudaranya. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tingkat tinggi di kota Najaf dan menimba ilmu fiqih, ushul, ilmu akhlaq dan berbagai ilmu agama lainnya kepada para ulama besar Najaf.
Setelah meraih derajat keilmuan tinggi Sayyid Ismail Sadr menjadi guru besar ilmu agama di kota Karbala.
Awal Pembangunan Menara Eiffel
131 tahun yang lalu, tanggal 21 Januari 1887 dimulai pembangunan menara Eiffel di Perancis. Menara ini dibangun sebagai pintu masuk Exposition Universelle, Pameran Dunia yang merayakan seabad Revolusi Perancis.
Menara ini dinamai sesuai dengan nama perancangnya, Gustave Eiffel. Eiffel sebenarnya berancana membangun menara di Barcelona untuk Pameran Universal 1888, tapi para pihak yang bertanggung jawab di balai kota Barcelona menganggapnya aneh dan mahal dan tidak cocok dengan kota itu.
Setelah penolakan Rencana Barcelona, Eiffel mengirim drafnya kepada pihak yang bertanggung jawab untuk Pameran Universal di Paris, dimana ia membangun menaranya setahun kemudian, yaitu 1889. Menara ini diresmikan tanggal 31 Maret 1889 dan dibuka tanggal 6 Mei.
Ketika menara selesai dibangun tahun 1889, struktur ini menjadi yang tertinggi di dunia, gelar yang dipertahankan hingga 1930 ketika Chrysler Building di New York City (319 m atau 1.047 kaki) selesai. Menara ini sekarang yang tertingggi kelima di Perancis dan paling tinggi di Paris, dengan struktur tertinggi kedua Tour Montparnasse (210 m atau 689 kaki), meskipun akan dikalahkan oleh Tour AXA (225.11 m atau 738.36 kaki).
Imam Khomeini Mengawali Kuliah Hukumat-e Islami di Najaf
48 tahun yang lalu, tanggal 1 Bahman 1348 HS merupakan hari pertama Imam Khomeini ra mengawali mata kuliah Wilayah Faqih atau Hukumat-e Islami.
Setelah Imam Khomeini ra melewati beberapa tahun dari masa pengasingannya di Najaf al-Asyraf, beliau tetap memimpin gerakan menentukan melawan rezim Shah Pahlevi dengan mengajak para pemuda dan kalangan akademi untuk mengkaji kembali seluruh undang-undang Islam. Di samping itu, beliau kemudian menyampaikan mata kuliah Hukumat-e Islami dalam 12 pertemuan di masjid Syeikh Anshari.
Pembahasan ilmiah mengenai pemerintahan Islam ini tidak hanya membuktikan tidak terpisahnya agama dan politik kepada Hauzah Ilmiyah, tapi juga dapat diterima di lingkungan akademi. Bahkan pembahasan ini menjadi teori sempurna dan ilahi bagi pemerintahan Islam. Dampak dari teori ini juga mampu menepis ketidakpercayaan diri umat Islam di linkungan budaya Barat.
Ucapan Imam Khomeini ra dalam pembahasan ini dikemudian hari dicetak dalam bentuk buku dengan judul Hukumat-e Islami. Sekalipun SAVAK Iran melarang beredarnya buku ini, namun secara sembunyi-sembunyi buku ini sampai juga kepada para pejuang Islam di dalan negeri Iran. Buku ini pada mulanya hanya berada di tangan para pengikut Imam Khomeini ra dan dikaji secara serius, tapi tidak terlalu mendapat perhatian dunia, namun pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, buku ini menjadi rujukan penting terkait teori pemerintahan Islam.