May 04, 2018 15:09 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 4 Mei 2018 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 17 Sya'ban 1439 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 14 Ordibehest 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ayatullah Isfahani Wafat

 

78 tahun yang lalu, tanggal 17 Sya'ban 1361 HQ, Ayatullah Sheikh Hassanali Isfahani, ahli fiqih dan sufi muslim asal Iran, meninggal dunia.

 

Ayatullah Sheikh Hassanali Isfahani dilahirkan pada tahun 1279 HQ di Isfahan, Iran tengah. Untuk menuntut ilmu, Sheikh Isfahani pergi ke Najaf, Irak. Kemudian beliau ke Mashad, Iran dan hingga akhir umurnya, beliau tinggal di kota itu.

 

Selain menguasai ilmu-ilmu agama, beliau juga ahli dalam ilmu matematika, perbintangan, dan kedokteran. Namun, Ayatullah Isfahani menjadi terkenal karena derajat sufisme dan kemuliaan akhlaknya yang merupakan hasil dari ibadah dan pembinaan jiwa. Sebagian di antara kemuliaan Ayatullah Isfahani ditulis dalam buku "Tanda-Tanda dari Ketiaadaan Tanda-Tanda" yang ditulis oleh putranya.

 

NAZI Bubar

 

73 tahun yang lalu, tanggal 4 Mei tahun 1945, Partai Nasionalis-Sosialis Jerman atau NAZI, secara resmi dibubarkan.

 

Partai ini mulai berkuasa di Jerman pada tahun 1932 dan menerapkan diktatorisme, kekerasan, dan represi dalam pemerintahan. Cikal bakal Partai Nazi adalah Partai Buruh Jerman. Tak lama setelah Hitler bergabung dengan partai tersebut, pada Oktober 1920 partai itu berubah nama menjadi Partai Nazi.

 

Dalam waktu singkat, pada tahun 1921, Hitler berhasil mengambil alih kepemimpinan di Partai Nazi karena kemampuan orasinya yang hebat. Dalam jangka waktu tiga tahun, Hitler mampu menarik anggota sebanyak enam juta orang dengan mengemukakan isu-isu hiper-inflasi yang diderita Jerman dan nasib kelas buruh. Setelah kekalahan Jerman dalam PD II, Partai Nazi dibubarkan dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

 

Ayatullah Sayid Amir Qazvini Wafat

 

24 tahun yang lalu, tanggal 14 Ordibehesht 1373 HS, Ayatullah Sayid Amir Qazvini wafat  di usia 77 tahun dan dimakamkan di komplek suci makam Sayidah Fathimah Maksumah, Qom.

 

Ayatullah Sayid Amir Mohammad Kazemi Qazvini lahir di Kuwait dari keluarga agamis dan ilmuwan tahun 1296 HS. Sejak usia 8 tahun beliau mengikuti ayahnya ke Basran dan di sana beliau mulai belajar ilmu bahasa Arab dan fiqih. Pada usia 18 tahun beliau menuju Najaf untuk menuntut ilmu-ilmu agama lebih dalam. Setelah menyelesaikan tingkat menengah ilmu-ilmu agama, beliau mulai mempelajari fiqih dan ushul fiqih untuk persiapan berijtihad.

 

Setelah ayah beliau meninggal dunia, Ayatullah Qazvini kembali ke Basrah dan mulai mengajar, menulis dan menuntun umat Islam. Ayatullah Qazvini dikenal tidak kenal takut saat menyampaikan risalah agama Islam dan untuk itu beliau menanggung segala kesulitan dan rongrongan mereka yang tidak menyukai beliau. Langkah yang ditempuh beliau ini tidak dapat diterima oleh musuh dan penentangnya di partai Baath, Irak. Mereka membakar rumahnya dan beliau terpaksa kembali ke Kuwait tahun 1350 HS.

 

Beliau meninggalkan sekitar 40 karya ilmiah dan kebanyakan di bidang fiqih, ushul fiqih, teologi dan sejarah.