Lintasan Sejarah 5 Desember 2018
-
Tanggal 5 Desember 2018.
Lintasan Sejarah hari ini, Rabu tanggal 5 Desember 2018 bertepatan dengan tanggal 27 Rabiul Awal 1440 Hijriah Qamariah. Menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 14 Azar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut peristiwa bersejarah apa saja yang terjadi pada hari ini di tahun-tahun yang lampau:
Mahyuddin Maghribi Meninggal
758 tahun yang lalu, tanggal 27 Rabiul Awal 682 HQ, Mahyuddin Maghribi, seorang ahli matematika dan atronomi asal Andalusia, meninggal dunia.
Mahyduddin Maghribi awalnya menuntut ilmu fiqih di tanah kelahirannya, namun kemudian lebih tertarik mendalami ilmu matematika dan astronomi.
Ia kemudian selama beberapa waktu menjadi asisten Nashiruddin Thusi di observatorium Maragheh, Iran. Selama periode itu, Mahyuddin Maghribi banyak menimba ilmu-ilmu di bidang astronomi. Mahyuddin Maghribi menulis berbagai buku, di antaranya berjudul "Prinsip-Prinsip Euclides di Bidang Bentuk dan Bangunan".
Ayatullah Darcheh-i Isfahani Meninggal
95 tahun yang lalu, tanggal 14 Azar 1302 HS, Ayatullah Carcheh-i Isfahani meninggal dunia dalam usia 76 tahun dan dimakamkan di pekuburan umum Takht Foulad Isfahan.
Ayatullah Sayid Mohammad Bagher bin Morteza Darcheh-i lahir sekitar tahun 1226 Hs di Isfahan.
Beliau menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah hauzah di tempat kelahirannya. Setelah itu beliau pergi ke Najaf, Irak untuk menyempurnakan pendidikannya. Di sana, beliau ikut kuliah guru-guru besar seperti Mirza Mohammad Hassan Shirazi yang dikenal sebagai Mirza Bozourgh Shirazi, Sheikh Mohammad Hassan Najafi, penulis buku Jawahir al-Kalam dan Habibollah Rashti, sehingga mencapai derajat keilmuan yang tinggi.
Ayatullah Darcheh-i kemudian kembali ke kota kelahirannya dan mendermakan hidupnya untuk mengajar. Beliau berhasil mendidik murid-murid hebat seperti Ayatullah Sayid Hossein Boroujerdi dan Jalaluddin Homai. Kemampuan yang dimiliki Ayatullah Darcheh-i ditambah ketekunannya membuat beliau dikenal sebagai mujtahid besar di bidang fiqih dan ushul fiqih.
Kuliah yang diberikan beliau di Isfahan tiada bandingannya dan selain keilmuannya, beliau juga dikenal dengan zuhud dan ketakwaannya.
Konstitusi Soviet 1936
82 tahun yang lalu, tanggal 5 Desember 1936, konstitusi Soviet 1936 atau Konstitusi Stalin diadopsi untuk menata ulang pemerintahan Uni Soviet.
Konstitusi tersebut mencabut pembatasan pemungutan suara dan menambahkan hak bekerja yang dijamin konstitusi sebelumnya. Di samping itu, konstitusi ini mengakui hak sosial dan ekonomi kolektif termasuk hak bekerja, beristirahat dan waktu senggang, perlindungan kesehatan, perawatan di usia tua dan sakit, perumahan, pendidikan, dan keuntungan budaya.
Konstitusi itu juga menyediakan pemilihan langsung bagi seluruh badan pemerintahan dan reorganisasinya ke dalam satu sistem yang manunggal. Meskipun Soviet mempropagandakan konstitusi itu ditulis oleh Josef Stalin, kenyataannya konstitusi itu ditulis oleh komisi khusus yang beranggotakan sejumlah tokoh seperti Nikolai Bukharin, Karl Radek dan Yakov Yakovlev, semuanya dihukum mati dalam Pembersihan Besar-Besaran.
Konstitusi 1936 mengubah nama Komite Eksekutif Pusat menjadi Soviet Agung Uni Republik Sosialis Soviet. Seperti pendahulunya, Soviet Agung terdiri atas 2 kamar: Soviet Uni dan Soviet Kebangsaan. Konstitusi itu memberi wewenang pada Soviet Agung untuk memilih komisi, yang melakukan sebagian besar kerjanya. Seperti di bawah konstitusi sebelumnya, Presidium Soviet Agung menjalankan kekuasaan penuh Soviet Agung antarsesi dan berhak mengartikan hukum. Ketua Presidium Soviet Agung menjadi kepala negara tituler. Sovnarkom (setelah tahun 1946 dikenal sebagai Dewan Menteri) terus bertindak sebagai cabang eksekutif pemerintahan.
Dari 4 konstitusi Soviet, Konstitusi 1936 adalah yang paling lama bertahan. Konstitusi ini digantikan pada tahun 1977.