Des 07, 2018 12:07 Asia/Jakarta
  • Tanggal 7 Desember 2018
    Tanggal 7 Desember 2018

Lintasan Sejarah hari ini, Jumat tanggal 7 Desember 2018 bertepatan dengan tanggal 29 Rabiul Awal 1440 Hijriah Qamariah. Menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 16 Azar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di tahun-tahun yang lampau:

Muhammad Abdurrahman wafat

 

856 tahun yang lalu, tanggal 29 Rabiul Awal 584 HQ, Muhammad bin Abdurrahman Khorasani yang dikenal dengan nama Tajuddin, seorang ahli fikih, ulama besar dan penulis kenamaan wafat di kota Damaskus.

 

Tajuddin termasuk pakar hadis dan sastrawan terkemuka di zamannya. Ia meninggalkan banyak karya penulisan di antaranya sebuah kitab penjelasan atau syarah atas kitab Maqamat yang ditulis dalam lima jilid. Karya ini adalah karya terbesar yang ditinggalkan oleh ulama besar ini.

 

Tajuddin dimakamkan di lereng gurung Qasiyun di Damaskus.

 

Hari Mahasiswa Iran

 

65 tahun yang lalu, tanggal 16 Azar 1332 HS, tiga mahasiswa Universitas Teheran gugur syahid karena dibunuh oleh tentara Rezim Shah di Iran.

 

Para mahasiswa itu terbunuh dalam demonstrasi terhadap kunjungan Presiden AS, Richard Nixon, ke Teheran, Iran. Kunjungan Nixon ini dilakukan tiga setengah bulan setelah pemerintahan Mosaddegh yang mendapatkan dukungan rakyat Iran, digulingkan dalam sebuah kudeta yang didalangi oleh CIA.

 

Pada tanggal 16 Azar 1332 HS, tentara Rezim Shah mendatangi Universitas Teheran dan menyerang para mahasiswa yang tengah berdemonstrasi sehingga tiga orang di antara mereka tewas. Sehari kemudian, Nixon juga datang ke Universitas Teheran untuk dianugerahi gelar doktor kehormatan di bidang hukum. Kini, tanggal 16 Azar diperingati di Iran sebagai Hari Mahasiswa.

 

Abdul Wahab Kiyali Gugur Syahid

 

37 tahun yang lalu, tanggal 7 Desember 1981, Abdul Wahab Kiyali, salah seorang tokoh pejuang kemerdekaan Palestina, gugur syahid dalam peristiwa teror yang didalangi oleh agen Zionis di kota Beirut.

 

Sejak masa sekolah, Kiyali telah mulai berkecimpung di dunia politik untuk membebaskan Palestina. Ia menulis tesis doktornya di Universitas London dengan pembahasan mengenai masalah Palestina dan perjuangan bangsa Arab melawan penjajahan dan Zionisme. Di antara perjuangan yang dilakukan Kiyali adalah menerbitkan majalah Palestina pertama bernama Palestina Bebas dan mendirikan yayasan penerbitan yang menyuarakan kebebasan rakyat Palestina.

 

Di antara karya yang ditinggalkan pejuang intelektual ini berjudul "Sejarah Baru Palestina", "Gerakan Perlawanan Palestina" dan "Penelitian Mengenai Palestina."