Des 15, 2018 07:44 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 15 Desember 2018.
    Lintasan Sejarah 15 Desember 2018.

Hari ini, Sabtu 15 Desember 2018 bertepatan dengan 7 Rabiul Tsani 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 24 Azar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Mula Quthb, Astronom Muslim Lahir

806 tahun yang lalu, tanggal 7 Rabiul Tsani 634 HQ, Quthbuddin Mahmud bin Dhiyaauddin Mas'ud Kazruni, yang terkenal dengan nama Mula Quthb, seorang astronom muslim terkemuka, terlahir ke dunia.

Mula Quthb sepanjang hidupnya melakukan perjalanan ke berbagai negara.  Ketika observatorium Maragheh Iran didirikan,  Mula Quthb pun bergabung dengan Nashiruddin Thusi dan para astronom lainnya untuk mengembangkan observatorium ini. Mula Quthb menulis beberapa buku ilmiah, antara lain berjudul Nihayatul Idrak dan Syarh-e Qanun-e Ibn-e Sina.

Imam Khomeini ra.

Perintah 8 Butir Imam Khomeini ra untuk Lembaga Eksekutif Iran

36 tahun yang lalu, tanggal 24 Azar 1361 HS, Imam Khomeini ra mengeluarkan perintah 8 butir untuk lembaga peradilan dan lembaga-lembaga eksekutif negara.

Imam dalam perintah ini menekankan pentingnya islamisasi seluruh lembaga-lembaga pemerintah, khususnya lembaga peradilan dan menjadikan hukum Islam di Republik Islam Iran menggantikan hukum-hukum thagut rezim Pahlevi.

Bagian terpenting dari peringah 8 butir Imam Khomeini ra ini adalah menyiapkan undang-undang berdasarkan Islam dalam, meratifikasinya dan mengumumkannya dengan cepat dan tepat, mengkaji kelayakan para hakim, kejaksaan dan pengadilan, hukum yang dikeluarkan pengadilan harus berdasarkan Islam dengan tegas, independen dan tanpa toleransi dan penangguhan, dilarang memanggil atau menghentikan seseorang tanpa hukum dari hakim yang sesuai dengan tolok ukur syariat, tidak masuk dalam lingkungan kehidupan atau pekerjaan masyarakat dan memata-matai mereka dengan cara apapun, bersikap tegas menghadapi segala bentuk konspirasi dan kelompok-kelompok anti Islam dan Iran, tidak menggunakan uang rakyat, kecuali sesuai dengan hukum syariat itupun setelah melalui pembahasan detil dan mengawasi poin-poin di atas serta menindak para pelaksana yang melanggar.

KTT ASEAN di Singapura, November 2018.

Lagu Kebangsaan ASEAN Diperkenalkan

10 tahun yang lalu, tanggal 15 Desember 2008, ASEAN untuk kali pertama mengumandangkan lagu kebangsaan mereka, "The ASEAN Way." Didirikan pada 1967, ASEAN selama 41 tahun belum memiliki himne yang melambangkan identitas Perhimpunan Negara Asia Tenggara itu.

"The ASEAN Way" kali pertama diperdendangkan di aula gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta, 15 Desember 2008. Bersamaan dengan itu, diresmikan pula pemberlakuan Piagam ASEAN - yang merupakan peraturan dasar bagi Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara tersebut.

Itu kali pertama pula himne terbaru ASEAN tersebut dikumandangkan dalam acara resmi, seperti pertemuan khusus tingkat menteri luar negeri ASEAN di Jakarta hari ini. Gubahan yang diperdengarkan di awal dan akhir acara tersebut terdengar sangat indah, mampu membangkitkan semangat persaudaraan antar-anggota ASEAN melalui lirik dan komposisi musiknya.

"The ASEAN Way" adalah karya cipta luar biasa karena berhasil terpilih dari 99 lagu yang terdaftar mengikuti seleksi Karya Cipta ASEAN Anthem. Seleksi lagu ASEAN yang mulai berlangsung Oktober di Thailand tersebut diikuti oleh penggubah lagu dari sepuluh negara anggota ASEAN. Pada 20 November 2008, "The ASEAN Way", gubahan komponis Thailand, resmi terpilih menjadi ASEAN anthem.

Proses penilaiannya tidak main-main. Sepuluh komponis dari sepuluh negara anggota ASEAN diundang sebagai juri untuk menyaring ke-99 lagu menjadi hanya 10 lagu.

Kemudian, ketika menentukan satu lagu yang bisa menjadi lagu resmi ASEAN, juri dari Jepang, Cina, dan Australia diikutsertakan. Komponis Indonesia, Purwacaraka, menjadi wakil Indonesia sebagai juri.