Des 17, 2018 11:00 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 17 Desember 2018.
    Lintasan Sejarah 17 Desember 2018.

Hari ini, Senin 17 Desember 2018 bertepatan dengan 9 Rabiul Tsani 1440 Hijriah Qamariah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Azar 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Abu al-Baqa Ukburi Wafat

824 tahun yang lalu, tanggal 9 Rabiul Tsani 616 HQ, Abu al-Baqa Ukburi meninggal dunia.

Abu al-Baqa, Abdullah bin Husein bin Abdullah Ukburi al-Baghdadi adalah ahli sastra, fiqih, tafsir dan ushul Fiqih. Ia mempelajari bahasa Arab kepada Ibnu Khasyab dan Yahya bin Najah. Sementara ilmu hadis dipelajarinya dari Abu Ya’la al-Farra.

Ukburi telah buta sejak kecil akibat penyakit cacar. Cara belajarnya dengan mendengar seorang membacakan buku untuknya dan dengan kemampuan hapalannya ia mencerap semua yang didengarnya. Setelah itu ia menuliskan apa yang didengarnya tadi.

Abu al-Baqa memiliki kekuatan hapalan luar biasa dan berhasil menulis banyak buku dengan cara ini. Syarah Mufasshal Zamakhsyari, I’rab al-Quran yang dikenal dengan Tafsir al-Bayan, I’rab al-Hadis dan lain-lain.

Pembatalan Perjanjian Paksaan Tsar Rusia atas Iran

101 tahun yang lalu, tanggal 26 Azar 1296 HS, perjanjian paksaan Tsar Rusia atas Iran dibatalkan.

Di masa berkuasanya Vusuq Dowleh sebagai perdana menteri, pemerintahan Bolshevik Rusia yang baru terbentuk ingin menarik pasukannya dari kawasan utara Iran.

Sebuah surat dikirim kepada Iran yang isinya menyebutkan pembatalan seluruh perjanjian yang dipaksakan Tsar Rusia terhadap Iran. Surat itu diterima pada 26 Azar 1296 Hs (17 Desember 1917) yang berarti sejak saat itu seluruh perjanjian dengan Tsar Rusia dinyatakan batal.

Sesuai dengan butir-butir dalam surat itu, dibatalkan juga dasar pembagian Iran pada tahun 1907 bagi Rusia dan Inggris. Sementara, bila kedua pihak ingin melanjutkan perjanjian yang sebelumnya telah disepakati kedua negara, maka kedua pihak dapat mengumumkan kesediaannya.

Para pejuang Hamas di Jalur Gaza.

415 Pejuang Palestina Dibuang ke Lebanon Selatan

26 tahun yang lalu, tanggal 17 Desember 1992, dengan alasan terbunuhnya seorang polisi perbatasan Israel, rezim ini membuang 415 orang pemimpin dan anggota organisasi perjuangan Palestina, Jihad Islami dan Hamas, ke Lebanon selatan.

Pemerintah Lebanon tidak bersedia menerima para pejuang Palestina itu di negaranya, sehingga akhirnya mereka terpaksa hidup terlunta-lunta tanpa memiliki perlengkapan hidup apapun.

Di tengah cuaca musim dingin yang menyiksa, para pejuang Palestina hidup tanpa bahan bakar pemanas. Aksi kejam rezim Zionis ini mendapatkan kecaman dari dunia internasional dan PBB pun mengeluarkan resolusinya nomor 977. Akhirnya, rezim ini mengembalikan para pejuang Palestina ke negeri mereka, meskipun sebagiannya kemudian ditahan dalam penjara-penjara Israel.