Lintasan Sejarah 9 Januari 2019
-
Lintasan Sejarah 9 Januari 2019.
Hari ini, Rabu 09 Januari 2019 bertepatan dengan 2 Jumadil Awal 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 19 Dey 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Abul Hasan Bagdadi Meninggal
1027 tahun yang lalu, tanggal 2 Jumadil Awal 413 HQ, Abul Hasan Ali bin Hilal Bagdadi, seorang sastrawan dan kaligrafer muslim terkenal, meninggal dunia.
Abul Hasan Ali bin Hilal Bagdadi yang dijuluki dengan nama Ibnu Bawwab ini dikenal memiliki tulisan tangan yang indah. Ia bahkan menciptakan kaidah kaligrafi baru yang merupakan pengembangan dari kaidah seni kaligrafi yang diciptakan oleh kaligrafer pendahulunya, Ibnu Muqlah.
Salah satu di antara karya Ibnu Bawwab adalah naskah al-Quran yang sangat indah dan bernilai tinggi yang sampai saat ini masih tersimpan di sebuah museum di Inggris.
Pembangunan Bendungan Aswan Dimulai
58 tahun yang lalu, tanggal 9 Januari 1960, dimulailah proyek pembangunan bendungan rakasasa di sungai Nil, Mesir.
Bendungan yang dinamakan "Bendungan Aswan" ini merupakan salah satu program ekonomi terpenting Presiden Mesir saat itu, Gamal Abdul Naser.
Rencana pembangunan bendungan Aswan diumumkan tahun 1953 dan negara-negara Barat telah menyatakan kesiapan mereka untuk ikut serta dalam proyek ini. Namun, akibat nasionalisasi Terusan Suez oleh Gamal Abdul Naser pada tahun 1956 yang disusul dengan serangan dari Perancis, Inggris, dan Israel terhadap Mesir, pemerintah negara-negara Barat membatalkan bantuan mereka untuk menekan Mesir. Uni Soviet kemudian memanfaatkan kesempatan ini dengan memberikan bantuan dana dan teknologi kepada Mesir.
Bendungan ini memiliki tinggi 114 meter, panjang 3600 meter, dan memproduksi listrik sebesar 2100 megawat. Selain itu, bendungan Aswan juga amat membantu dalam pengairan pertanian Mesir.
Demonstrasi Besar di Kota Qom
41 tahun yang lalu, tanggal 19 Dey 1356 HS, terjadi demonstrasi menentang rezim Shah Pahlevi di Kota Qom, Iran.
Demonstrasi ini merupakan unjuk rasa besar-besaran pertama yang terjadi di Iran setelah 14 tahun berlalu sejak Kebangkitan 5 Januari 1964. Dengan demikian, jiwa perjuangan rakyat Iran untuk menentang rezim despotis yang berkuasa di negeri mereka, bangkit kembali. Demonstrasi ini berlangsng akibat dimuatnya artikel yang menghina Imam Khomeini di sebuah surat kabar terbitan Teheran.
Pada hari itu, para ulama dan rakyat kota Qom berkumpul di masjid Azam dan menyerukan yel-yel anti rezim Shah Tentara menghadapi demonstrasi ini dengan senjata sehingga banyak warga kota yang gugur syahid atau luka-luka. Kemudian, sebagian besar ulama kota inipun diasingkan oleh pemerintah Shah ke kota-kota lain. Setahun kemudian, revolusi Islam meraih kemenangannya di Iran dan rezim Shah berhasil digulingkan.