Lintasan Sejarah 19 Januari 2019
Hari ini, Sabtu 19 Januari 2019 bertepatan dengan 12 Jumadil Awal 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 29 Dey 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Ibnu Abdissalam, Faqih Syafi’i Wafat
780 tahun yang lalu, tanggal 12 Jumadil Awal 660 Hq Izzuddin Abu Muhammad Abdulaziz bin Abdussalam yang lebih dikenal dengan Syaikh al-Islam dan Sulthan al-Ulama meninggal dunia.
Ibnu Abdissalam merupakan ulama besar mazhab Syafi’i di abad ketujuh Hijriah. Beliau mempelajari fiqih dari Ibnu Asakir dan ushul dari Saifuddin Amidi. Tidak lama menuntut ilmu ia telah menjadi ulama terkenal di masanya.
Semasa hidupnya, Ibnu Abdissalam banyak menyaksikan konflik internal dari dinasti Ayyub dan juga perang antara pasukan Ayyub dengan tentara Salib. Dalam kondisi yang demikian, intervensinya dalam urusan politik dan mengajak penguasa waktu itu untuk menghadapi pasukan Roma menyebabkan beliau semakin dikenal.
Ibnu Abdussalam mengajar ilmu-ilmu agama selama di Damaskus. Beberapa waktu kemudian beliau pergi ke Mesir dan menjadi hakim sambil melanjutkan kewajibannya mengajar agama. Selama lebih dari 20 tahun mengajar dan memberikan fatwa, beliau juga menjadi Imam Jumat di Kairo. Beliau begitu serius dalam mengamalkan ilmu dan melaksanakan kewajiban Amar Makruf dan Nahi Munkar. Beliau meninggalkan banyak karya tulis seperti al-Fatawa dan al-Isyarah ila al-Ijaz.
Iran Adukan Uni Soviet ke PBB
73 tahun yang lalu, tanggal 29 Dey 1324 HS, Iran mengadukan Uni soviet ke PBB.
Kerusuhan Azerbaijan merupakan masalah yang terjadi di Iran akibat berakhirnya Perang Dunia II. Terbentuknya kelompok Demokrat yang dimpimpin oleh Jafar Pishevari yang didukung Uni Soviet dengan tujuan memisahkan provinsi Azerbaijan dari Iran memunculkan reaksi militer Iran.
Militer Iran berniat memasuki Azerbaijan, namun pasukan Uni Soviet yang sejak Perang Dunia II berada di sana mencegah masuknya pasukan Iran. Pada Shahrivar 1324 HS, pemerintah Iran meminta negara-negara yang masih memiliki pasukan di Iran untuk segera menarik mundur pasukannya. Milir Amerika dan Inggris menarik pasukannya, tapi Uni Soviet menolak untuk menarik pasukannya dari Iran.
Menyaksikan sikap Uni Soviet, pada 29 Dey 1324 HS, Wakil Iran di PBB meminta lembaga ini membahas masalah ini. Akhirnya, setelah dikeluarkan resolusi penarikan mundur pasukan Uni Soviet dan tindak lanjut dari resolusi ini, Uni Soviet harus menarik pasukannya dari Iran paling lambag Khordad 1325 HS.
Enam bulan pasca penarikan mundur pasukan Uni Soviet, militer Iran memasuki Azerbaijan dan mengakhiri kerusuhan yang dilakukan oleh partai Demokrat.
Indira Gandhi Menjadi Perdana Menteri
53 tahun yang lalu, tanggal 19 Januari 1966, menyusul kematian PM India, Lal Bahadur Shastri, Indira Gandhi yang saat itu menjadi pejabat penting dalam pemerintahan Shastri, menduduki posisi PM India.
Setahun kemudian, diadakan pemilu di India dan Indira Gandhi terpilih sebagai Perdana Menteri. Indira Gandhi adalah putri dari Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri Republik India pertama. Karir Indira di bidang politik semakin meningkat sejak ia dipilih sebagai anggota dewan eksekutif Partai Kongres.
Pada tahun 1959, Indira terpilih sebagai presiden partai tersebut. Namun dalam pemilu tahun 1977, Indira Gandhi dan partainya tersingkir dari kekuasaan dan tahun berikutnya, Indira membentuk partai baru bernama Partai Kongres "I". Huruf "I" di sini merupakan inisial dari nama Indira. Pada tahun 1980, Indira Gandhi kembali meraih posisi sebagai PM setelah sebelumnya sempat ditahan sebentar atas tuduhan korupsi.
Pada awal tahun 1980-an, gerakan separatis Sikh semakin meningkat dan selama masa pemerintahannya, Indira bertindak represif dan tentaranya membunuh ratusan orang Sikh. Akhirnya, pada tanggal 31 Oktober 1984, Indira Gandhi tewas ditembak pengawalnya sendiri yang merupakan keturunan Sikh.