Apr 11, 2019 09:24 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 11 April 2019.
    Lintasan Sejarah 11 April 2019.

Imam Zainal Abidin Lahir

Tanggal 5 Sya'ban 38 HQ, Imam Ali Zainal Abidin, putra dari Imam Husein as, terlahir ke dunia di kota Madinah.

 

Imam Husein adalah putra dari Fathimah az-Zahra, putri Rasulullah Saw dan Imam Ali bin Abi Thalib as. Imam Ali Zainal Abidin dibesarkan dalam bimbingan Imam Husein hingga mencapai ilmu dan hakikat Ilahi. Beliau sangat tekun beribadah dan sering bersujud dalam waktu lama.

 

Oleh karena itulah beliau dijuluki sebagai Imam as-Sajjad. Dalam peristiwa Asyura di Padang Karbala yang membuat ayah beliau dan para cucu Rasulullah lainnya gugur syahid, Imam Sajjad tidak turut bertempur karena sedang sakit keras. Kemudian, Imam Sajjad memegang tampuk kepemimpinan umat Islam menggantikan Imam Husein as hingga akhir hayat beliau di tahun 94 Hijriah.

Putu Wijaya, Sastrawan Indonesia Lahir

 

75 tahun yang lalu, tanggal 11 April 1944, Gusti Ngurah Putu Wijaya yang biasa disebut Putu Wijaya dilahirkan di Puri Anom, Tabanan, Bali.

 

Tidak sulit untuk mengenalinya karena topi pet putih selalu bertengger di kepalanya. Ia mempunyai pengalaman bermain drama di luar negeri, antara lain dalam Festival Teater Sedunia di Nancy, Prancis (1974) dan dalam Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman (1985). Ia juga membawa Teater Mandiri berkeliling Amerika dalam pementasan drama Yel dan berpentas di Jepang (2001).

 

Selain berteater ia juga menulis cerpen dan novel dalam jumlah yang cukup banyak, di samping menulis esai tentang sastra. Sejumlah karyanya, baik drama, cerpen, maupun novel telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, antara lain bahasa Inggris, Belanda, Perancis, Jerman, Jepang, Arab, dan Thailand.

 

Selain menekuni dunia teater dan menulis, Putu juga menjadi sutradara film dan sinetron serta menulis skenario sinetron. Film yang disutradarainya ialah film Cas Cis Cus, Zig Zag, dan Plong. Sinetron yang disutradarainya ialah Dukun Palsu, PAS, None, Warteg, dan Jari-Jari. Skenario yang ditulisnya ialah Perawan Desa, Kembang Kertas, serta Ramadhan dan Ramona. Ketiga skenario itu memenangkan Piala Citra.

 

Upaya Kudeta Anti Revolusi Islam Iran Terungkap

 

37 tahun yang lalu, tanggal 22 Farvardin 1361 HS terungkap kudeta anasir anti revolusi untuk menggulingkan Republik Islam Iran.

 

Pasca kemenangan revolusi Islam Iran yang dipimpin oleh Imam Khomeini ra, para anasir anti revolusi dalam negeri dengan bimbingan dan dukungan musuh-musuh pemerintahan Islam, berkali-kali telah melakukan konspirasi untuk menggulingkan pemerintahan ini. Di antaranya adalah dengan menyusun kudeta tahun 1361 Hs.

 

Rencana kudeta ini dengan membunuh para pejabat level awal pemerintah kemudian pura-pura melakukan balas dendam menuntut pertumpahan darah mereka dengan bantuan kekuatan asing. Selain itu menghancurkan lembaga dan lambang revolusi dan kemudian berusaha menguasai pemerintahan Republik Islam.

 

Pada saat itu pasukan Republik Islam Iran yang siap mati di hari itu mendapatkan informasi bahwa gerakan konspirasi ini bertujuan menggulingkan Republik Islam. Dengan mengumpulkan data yang cukup antara lain kaset percakapan para pemimpin konspirasi dan mengenali jaringan kudeta secara lengkap, pada kesempatan yang tepat mereka menangkap para anggota asli dan berpengaruh operasi ini.