Lintasan Sejarah 17 Juli 2019
-
Lintasan Sejarah 17 Juli 2019.
Ayatullah Dzun-Nuri Lahir
146 tahun yang lalu, tanggal 14 Dzulqadah 1294 HQ, Ayatullah Dzun-Nuri, seorang ulama dan cendikiawan muslim terkemuka asal Tabriz, Iran, terlahir ke dunia.
Sejak kecil, beliau telah mempelajari ilmu-ilmu agama dan sastra Arab dan kemudian beliau melanjutkan pendidikan ke Najaf, Irak.
Setelah meraih derajat mujtahid, beliau kembali ke Iran dan mengabdikan hidupnya di bidang pengajaran dan penulisan buku. Di antara karya-karya yang ditinggalkan oleh Ayatullah Dzun-Nuri adalah buku berjudul “Qadha wa Syahadat” dan “Syarhi bar Urwatul Wutsqa”.
Khan Muhammad Daud Melakukan Kudeta
46 tahun yang lalu, tanggal 17 Juli 1973, Panglima Khan Muhammad Daud dari Afganistan melancarkan kudeta terhadap terhadap Raja Muhammad Zahir, dengan dukungan dari Uni Soviet.
Khan Muhammad Daud kemudian membubarkan sistem kerajaan di Afganistan dan mendirikan negara republik. Dua tahun kemudian, Khan Muhammad Daud mengangkat dirinya sebagai Presiden Afganistan dan melakukan berbagai tindakan represif terhadap rakyat negara itu yang mengadakan perlawanan terhadap dirinya.
Pada masa pemerintahannya, pengaruh Soviet semakin menguat di Afganistan. Namun, tiga tahun kemudian, justru Soviet pula yang mendalangi kudeta terhadap Khan Muhammad Daud melalui tangan Nur Muhammad Turki.
Perancis Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran
32 tahun yang lalu, tanggal 26 Tir 1366 HS, Perancis putuskan hubungan diplomatik dengan Iran.
Pemerintah Perancis sejak awal perang 8 tahun Iran-Irak memberikan dukungan penuh kepada Irak dan semasa perang, dukungan ini semakin meluas. Perancis memberikan senjata-senjata modern seperti pesawat tempur Super Etendard dan helikopter Super Frelon yang dipersenjatai dengan rudal Exocet kepada Irak yang membuat Irak menjadi kuat, sehingga mampu menyerang kapal-kapal Iran.
Pemerintah Irak sendiri dengan memanfaatkan pesawat dan helikopter ini sejak tahun 1363 HS meningkatkan serangannya terhadap kapal-kapal tanker Iran dan ratusan kapal yang menjadi sasaran tembak.
Antara tahun 1364-1365, Perancis memberikan bantuan utang sebesar 5 miliar dolar kepada Baghdad dan dengan demikian Perancis menjadi partner Eropa terbesar bagi Irak. Bersamaan dengan bantuan ini, Paris berusaha untuk tidak membayar utangnya sebesar 1 miliar dolar kepada Iran.
Kebijakan tidak bersahabat Perancis di masa perang 8 tahun terhadap Iran terus berlanjut, sehingga akhirnya pada 26 Tir 1366, secara sepihak Paris memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran.