Lintasan Sejarah 13 April 2016
Hari ini, Rabu tanggal 13 April 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 5 Rajab 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 25 Farvardin 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Iran Peringati Attar Neishabouri
Farid ad-Din Abu Mohammad bin Abu Bakar Ibrahim bin Ishaq Attar Kadkani Neishabouri adalah penyair dan ahli irfan Iran abad ke-6 dan awal abad ke-7. Attar Neishabouri lahir tahun 537 Hq di desa Kadkan, Neishabouri. Tidak ada informasi mengenai masa-masa awal kehidupannya.
Banyak karya yang dinisbatkan kepadanya, tapi sebagian darinya sulit diterima mengingat penggunaan lafad dan kelemahan pemikiran yang ada tidak dapat dinisbatkan kepada Attar Neishabouri. Sekalipun demikian, tidak dapat dikatakan bawa karya syair itu memiliki kualitas yang rendah.
Attar Neishabouri meninggalkan banyak karya dan yang paling terkenal adalah Mantiq at-Thair dan Tadzkirah al-Auliya. Buku Tadzkiran al-Auliya ditulis dengan bahasa yang sederhana, tapi disertai kefasihan bahasa Persia. Karya-karya syair matsnawi Attar Neishabouri menjadi sumber penting dalam penyusunan matsnawai Maulawi.
Attar Neishabouri meninggal dunia pada 618 Hq dalam pembantaian massal di Neishabouri yang dilakukan oleh pasukan Mongol.
Abu Yusuf Yaqub bin Ishaq Gugur Syahid
1193 tahun yang lalu, tanggal 5 Rajab 244 Hijriah, Abu Yusuf Ya'qub bin Ishaq yang terkenal dengan nama Ibnu Sikkit, ilmuwan dan ahli bahasa terkemuka muslim, gugur syahid akibat dibunuh oleh salah satu penguasa Dinasti Abasiah. Dia dilahirkan di Khozestan di barat daya Iran dan kemudian bersama keluarganya pergi ke Baghdad.
Di sana, ia belajar kepada ulama-ulama terkemuka pada zaman itu. Kemasyhuran Abu Yusuf Ya'qub bin Ishaq menyebabkan khalifah Mutawakil memintanya untuk mengajar anaknya. Namun, karena Ibnu Sikkit mengajarkan kecintaan terhadap Ahlul Bait Rasulullah, khalifah Mutawakil akhirnya membunuhnya.
Ibnu Sukait meninggalkan lebih dari 20 jilid buku yang di antaranya berjudul "Islahul Mantiq" dan sebuah buku kumpulan syair.
Jean de La Fontaine, Penyair Perancis Wafat
321 tahun yang lalu, tanggal 13 April 1695, Jean de La Fontaine, penulis dan penyair Perancis meninggal dunia.
La Fontaine lahir pada 1621 dan hobi membaca kisah legenda. Setelah ia berhasil masuk ke dalam organisasi sastra para penulis Perancis, ia memulai menulis sebuah kumpulan dengan judul Fables dan jilid ke 12 dari kumpulan itu ditulis setahun sebelum kematiannya.
Dalam kumpulan ini dengan mengambil ilham dari cerita-cerita kuno Timur, khususnya dari Kalilah dan Dimnah, ia menjelaskan wejangan-wejangannya melalui bahasa hewan-hewan. Banyak syair dan tulisan yang ditinggalkan oleh La Fontaine.
Irak Akui Menggunakan Senjata Kimia
28 tahun yang lalu, tanggal 25 Farvardin 1367 Hs, Baghdad secara transparan mengakui telah menggunakan senjata kimia selama memerangi terhadap Republik Islam Iran.
Hal itu diakui Baghdad, padahal selama perang delapan tahun, Republik Islam Iran berkali-kali mengadukan Irak karena menggunakan senjata kimia terhadap para pejuang Islam ke PBB, dan mengirim tim untuk melakukan penelitian. Namun Irak menolak untuk mengakui atau menepis menggunakan senjata ini.
Di saat perang berkecamuk antara kedua pihak, Irak secara resmi mengakui menggunakan senjata kimia yang mencakup gas beracun surful mustard yang membahayakan mental terhadap militer maupun non militer.
Perlu disebutkan bahwa berdasarkan data, rezim Baath Irak selama bertahun-tahun perang yang dipaksakan, telah menyerang Iran dengan senjata kimia sebanyak 3500 kali dan 30 kalinya diarahkan ke daerah perumahan.
Ayatullah Sayid Ali Yatsribi Kashani Wafat
58 tahun yang lalu, tanggal 5 Rajab 1379 Hq, Ayatullah Sayid Ali Yatsribi Kashani meninggal dunia dalam usia 68 tahun dan dikebumikan di samping kuburan ayahnya di komplek makam Imam Zadeh Habib bin Musa as, Kashan.
Ayatullah Yatsribi lahir pada 1311 Hq di Irak dan mempelajari dasar-dasar ilmu agama dan tingkat menengah pada ayahnya Ayatullah Sayid Mohammad Reza Posht Mashadi dan guru-guru yang lain. Setelah itu pada 1331 Hq, beliau belajar kepada Allamah Mohammad Kazem Yazdi, penulis buku al-Urwah al-Wutsqa, Ayatullah Syariat Isfahani, Dhiya ad-Din al-Iraqi dan Mirza Naini.
Ayatullah Yatsribi pada 1339 Hq memenuhi permintaan ayahnya dan kembali ke kota Kashan. Ketika akan berangkat, gurunya Dhiya ad-Din al-Iraqi menangisi kepergiaannya. Setelah sampai di kota Kashan, Ayatullah Hairi Yazdi, pendidi Hauzah Ilmiah Qom memintanya agar pindah ke Qom dan mengajar di sana. Beliau akhirnya ke Qom pada 1341 Hq dan mulai mengajar murid-muridnya.
Beliau banyak mendidik murid-murid hebat seperti Ayatullah Sayid Shehab ad-Din Marashi Najafi, Sayid Mohagghegh Damad, Imam Khomeini ra dan Mirza Hashem Amoli. Pada 1347 Hq, Ayatullah Yatsribi kembali ke Kashan saat ayahnya meninggal dunia.