Lintasan Sejarah 14 April 2016
Hari ini, Kamis tanggal 14 April 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 6 Rajab 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Farvardin 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Abu Muhammad Qasim Bin Ali Bashry Wafat
921 tahun yang lalu, tanggal 6 Rajab 516 Hq, Abu Muhammad Qasim Bin Ali Bashry, yang terkenal dengan nama Ibnu Hariry, seorang sastrawan dan penulis Iran yang bermukim di Bagdad, meninggal dunia.
Dia adalah penulis buku berjudul "Maqaamaat" yang merupakan buku bahasa yang hampir tidak ada bandingannya. Oleh karena itulah hingga kini, buku karya Ibnu Hariry tersebut masih menjadi rujukan untuk mengenal sastra Arab.
Ibnu Rusyd, Filsuf Muslim Lahir
890 tahun yang lalu, tanggal 14 April 1126 (520 Hq), Ibnu Rusyd, filsuf dan pemikir terkenal muslim di Andalusia (bagian dari Spanyol saat ini) lahir.
Ayah dan kakek Ibnu Rusyd, keduanya menjabat sebagai hakim Andulisa. Di masa mudanya Ibnu Rusyd menguasai sebagian besar ilmu di zamannya seperti matematika, ilmu alam, perbintangan, logika, filsafat dan kedokteran.
Ia menjadi perhatian para kaisar Makedonia yang memerintah di Andalusia, sehingga ia diangkat menjadi hakim kota Kordoba, ibukota Andalusia. Sekalipun begitu, di akhir usianya mendapatkan sikap yang tidak menyenangkan dan diasingkan.
Ibnu Rusyd memiliki kecenderungan pada pemikiran Aristoteles. Namunpun demikian, filsuf muslim ini memiliki hasil karya di pelbagai macam keilmuan antara lain; Tahafut ut-Tahafut, Kitab ul-Kulliyat (bidang kedokteran) dan Fashl ul-Maqal. Ibnu Rusyd meninggal pada bulan Desember tahun 1198 (Bulan Shafar tahun 595 Hq).
Friedrich Carl Andreas Lahir
170 tahun yang lalu, tanggal 14 April 1846, Friedrich Carl Andreas, pakar Asia Barat dan Iran asal Jerman lahir.
Setelah berkenalan dengan seorang pakar Timur asal Denmark, ia mulai menyukai peradaban Iran dan meneliti bidang ini selama empat tahun. Untuk melengkapi pengetahuannya, Andreas melakukan safari ke Iran dan India. Ia belajar bahasa Persia dan bahasa-bahasa yang ada kaitannya dengannya.
Selama sekitar tiga puluh tahun ia mengajar bahasa Iran di Universitas Gotingen, Jerman dan mengenalkan murid-muridnya pada budaya kaya masyarakat Iran. Pakar Iran asal Jerman ini meninggal dunia pada tahun 1930.
Ayatullah Sheikh Mohammad Taghi Bafghi Wafat
70 tahun yang lalu, tanggal 26 Farvardin 1325 Hs, Ayatullah Sheikh Mohammad Taghi Bafghi meninggal dunia dalam usia 72 tahun dan dimakamkan di komplek makam suci Sayidah Fathimah Maksumah as di Qom.
Ayatullah Syeikh Mohammad Taghi Bafghi lahir sekitar tahun 1253 Hs di Bafgh, Yazd. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di Yazd, beliau pergi ke Najaf dan belajar kepada Akhond Khorasani, Sayid Mohammad Kazem Yazdi dan Sayid Ahmad Karbalai.
Ayatullah Bafghi setelah selama 19 tahun tinggal di Najaf kemudian menetap di Qom dan mengajar. Beliau adalah salah seorang yang berusaha keras dalam menyiapkan sarana perpindahan Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi ke Qom dan pendirian hauzah ilmiah Qom. Setelah didirikannya hauzah, beliau menjadi wakil Ayatullah Hairi.
Fakih pejuang ini tidak takut sama sekali menghadapi musibah demi mencegah kemunkaran. Beliau mendapatkan pukulan dan kezaliman oleh tangan Reza Shah sendiri. Karena menentang secara terang-terangan gerakan pencopotan hijab dan masuknya keluarga Shah Pahlevi yang tak tahu malu dan tak berhijab ke haram Sayidah Fathimah Maksumah as pada 2 Farvardin 1306 Hs.
Ayatullah Bafghi setelah mendengar peristiwa berdarah masjid Goharshad Mashad oleh antek-antek Pahlevi pada bulan Tir 1314 Hs mengalami serangan jantung dan sebagian anggota badannya mengalami gangguan. Setelah keluarnya Shah Pahlevi Pertama, beliau kembali ke Qom dan meninggal di sana.
Ayatullah Sayid Mousavi Tabrizi Wafat
13 tahun yang lalu, tanggal 26 Farvardin 1382 Hs, Ayatullah Sayid Abul Fazl Mousavi Tabrizi meninggal dunia dalam usia 68 tahun dan dikuburkan di komplek makam suci Sayidah Fathimah Maksumah as di Qom.
Ayatullah Sayid Abul Fazl Mousavi Tabrizi lahir di Tabriz tahun 1314 Hs. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya beliau memutuskan untuk mempelajari ilmu-ilmu agama dan pada usia 13 tahun beliau memasuki hauzah ilmiah Tabriz. Pada usia 17 tahun Ayatullah Mousavi Tabrizi melanjutkan pendidikannya ke Qom dan belajar pada guru-guru besar seperti Ayatullah Ali Meshkini dan Imam Khomeini hingga mencapai derajat keilmuan yang tinggi.
Ayatullah Mousavi Tabrizi di masa kebangkitan Islam Iran ikut melakukan perjuangan politik melawan rezim Pahlevi dan pada tahun 1347 Hs beliau menjadi anggota Jameeh Modarresin Qom (Lembaga Para Pengajar Hauzah Qom). Setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, Ayatullah Mousavi Tabrizi dua kali terpilih sebagai anggota parlemen Iran dan selama tiga periode menjadi anggota Dewan Pakar Kepemimpinan (Majles Khobregan Rahbari). Selain itu beliau juga pernah menjadi Jaksa Agung Iran dan Kepala Pengadilan Tata Usaha Negara.
Ayatullah Mousavi Tabrizi di tahun-tahun terakhir menjadi penasihat tinggi Mahkamah Agung dan anggota Forum Internasional Ahlul Bait hingga wafatnya.