Lintasan Sejarah 20 April 2016
Hari ini, Rabu tanggal 20 April 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 12 Rajab 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 1 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Peringatan Penyair Saadi di Iran
Sheikh Mosleh ad-Din Sa'di Shirazi lahir di kota Shiraz pada tahun 606 Hq dari keluarga agamis. Di masa mudanya ia pergi ke Nizhamiyah, Baghdad untuk menuntut ilmu agama dan sastra, kemudia melanjutkan perjalanannya ke Irak, Syam dan Hijaz.
Sa'di kembali ke Shiraz pada pertengahan abad ke-7 dan melahirkan karya Bustan pada 655 Hq dan Gulistan yang berisikan nasihat dan hikmah dalam bentuk prosa yang digabung dengan potongan-potongan syair pada tahun 656 Hq.
Sa'di menghabiskan sebagian besar umurnya di kota kelahirannya Shiraz dan pada tahun 691 Hq beliau meninggal dunia di usia 85 tahun, lalu dikebumikan di tempat peribadatannya.
Dalam ucapan Sa'di setiap orang dapat memahami ungkapan cinta dalam bentuknya yang paling lembut dan indah. Semuanya diungkapkan dengan bahasa paling fasih, sederhana dan sempurna. Boleh dikata Sa'di adalah penyair berbahasa Persia yang paling berhasil dalam menyampaikan hikmah, nasihat, kebijakan dan permisalan.
Di Republik Islam Iran tanggal 1 Ordibehesht dikenang sebagai Hari Sa'di dan pada hari ini diperingati secara khusus.
Abbas bin Abdul Muthallib Wafat
1405 tahun yang lalu, tanggal 12 Rajab tahun 32 Hijriah, Abbas bin Abdul Muthallib, salah seoran paman Rasulullah, dan pemuka Quraisy meinggal dunia.
Selama hidupnya, ia dikenal sebagai orang yang berakhlak mulia serta memiliki kecerdasan yang tinggi. Sebagian sejarawan meyakini bahwa Abbas telah memeluk Islam secara sembunyi-sembunyi sebelum peristiwa hijrahnya Nabi Saw ke Madinah. Ia diyakini para sejarawan tersebut sebagai orang yang menyampaikan berbagai informasi rahasia mengenai gerakan-gerakan kaum Musyrikin Mekah yang memerangi kaum Muslimin.
Abbas secara resmi memeluk Islam pada tahun kedelapan hijriah. Setelah Mekah ditaklukkan, Abbas diperintahkan Nabi untuk menjadi penanggung jawab penyediaan air bagi para peziarah Kabah.
Abu Hudzaifah Wafat
1231 tahun yang lalu, tanggal 12 Rajab tahun 206 Hijriah, Abu Hudzaifah, seorang periwayat hadis dan sejarawan Islam meninggal dunia.
Abu Hudzaifah menjadi periwayat hadis setelah menimba ilmu dan mengumpulkan hadis-hadis di kota Mekah dan Madinah. Salah satu karyanya yang terkenal adalah kitab ‘al-Mubtada', berisikan kisah penciptaan manusia dan para nabi.
Simon Bolivar Lahir
233 tahun yang lalu, tanggal 20 April tahun 1783, Simon Bolivar, seorang pemimpin gerakan kemerdekaan Amerika Selatan, terlahir ke dunia di Caracas, Venezuela. Awalnya Bolivar ikut serta dalam revolusi Caracas, kemudian dengan dukungan tentaranya, ia berhasil menduduki Bogota, ibu kota Kolombia.
Bolivar kemudian dipilih menjadi presiden oleh sebuah kongres yang bertujuan mendirikan negara Kolombia Raya. Tujuan kongres ini tercapai setelah Venezuela, Kolombia, dan Panama berhasil dibebaskan dari kekuasaan Spanyol.
Pada tahun 1821, Bolivar membebaskan Peru dan setahun kemudian membebaskan Ekuador. Pada tahun 1826, setelah 17 tahun berjuang, Bolivar berhasil membebaskan sebuah kawasan di pegunungan Andes. Kawasan ini kemudian diberi nama Bolivia, sesuai dengan nama orang yang membebaskannya dari penjajahan.
Bolivar memiliki impian untuk menyatukan negara-negara di Amerika Selatan dalam sebuah federasi, namun tidak berhasil karena banyaknya friksi di antara mereka. Bolivar meninggal dunia tahun 1830.
Curie Menemukan Radium
114 tahun yang lalu, tanggal 20 April tahun 1902, Pierre Curie dan istrinya, Marie, dua ilmuwan asal Perancis, berhasil mengisolasi zat radioaktif yang diberi nama radium.
Empat tahun sebelumnya, dalam penelitian mereka terhadap pitchblende, pasangan ini menemukan keberadaan radium dan polonium dan butuh waktu empat tahun untk mengisolasi uranium dari zat tersebut. Setahun kemudian, pasangan Curie berbagi hadiah Nobel dengan fisikawan Perancis bernama Henry Becquerel atas penelitian mereka terhadap radioaktivitas.
Sohrab Sepehri Meninggal
36 tahun yang lalu, tanggal 1 Ordibehesht 1359 Hs, Sohrab Sepehri, seorang penyair dan pelukis kontemporer Iran, meninggal dunia. Dia dilahirkan tanggal 14 Mehr 1307 di kota Qom, Iran. Awalnya, Sepehri bekerja sebagai guru dan kemudian memulai karir di bidang seni.
Karya-karya lukis Sepehri memiliki gaya yang khas dan unik sehingga banyak mendapatkan penghargaan seni. Pada tahun 1952, Sepehri menerbitkan kumpulan syair pertamanya berjudul Kematian Warna, yang disusul dengan berbagai karya lainnya seperti Nyanyian Matahari dan Musafir.