Apr 30, 2016 05:38 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 22 April 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 14 Rajab 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Ordibehesht 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Peringatan Hari Syeikh Bahai

Tanggal 3 Ordibehesht di Iran adalah hari peringatan Syeikh Baha'i, seorang alim, faqih dan hakim. Syeikh Baha'i merupakan murid Syahid Tsani dan merupakan kebanggaan dunia Islam.

Selama hidupnya, Syeikh Baha'i telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan belajar kepada guru-guru besar yang mengantarnya menjadi ulama yang menguasai banyak disiplin ilmu. Syeikh Baha'i meninggalkan sekitar 100 karya tak ternilai di pelbagai bidang ilmu, tanpa lupa mendidik banyak murid yang di kemudian hari menjadi ulama besar di bidangnya seperti Mulla Sadra Shirazi, Mulla Mohsen Feiz Kashani, Fayyaz Lahiji, Muhaqqiq Sabzavari, Sayid Hassan Karaki, Sayid Majid Bahrani dan Mullah Mohammad Taqi Majlesi.

Syeikh Baha'i tiba di Iran ketika masih kecil, tapi di masa itu pula beliau menunjukkan kecenderungan luar biasa untuk menguasai Bahasa Persia dan akhirnya beliau berhasil menguasai percakapan, terjemah dan menulis dengan baik dalam bahasa Persia.

Perang Pertama Muslimin dengan Musyrikin Mekah

 

1435 tahun yang lalu, tanggal 14 Rajab 2 Hijriah, kontak senjata pertama umat Islam setelah tinggal di Madinah dengan kaum Muslimin dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy al-Asadi.

Dalam perang tersebut, kaum Musyrikin dipimpin oleh Umar bin al-Hadhrami tewas dalam pertempuran ini.

 

Perang ini dalam sejarah Islam disebut Sariyah Abdullah bin Jahsy.

Robert Oppenheimer Lahir

 

112 tahun yang lalu, tanggal 22 April tahun 1904, Robert Oppenheimer, seorang ahli fisika AS, terlahir ke dunia.

Sebelum Perang Dunia II, Robert Oppenheimer mengadakan penelitian mengenai pemecahan dan pelepasan energi atom yang menghasilkan energi raksasa. Ia kemudian diangkat sebagai ketua Proyek Manhattan, yang bertugas memproduksi bom atom pertama.

 

Namun, setelah bom atom itu digunakan AS untuk mengebom Jepang di tahun 1945 sehingga membunuh puluhan ribu orang, Oppenheimer menyesali pekerjaannya dan menyerukan agar energi atom digunakan untuk kepentingan damai. Oppenheimer kemudian dipertanyakan kesetiaan dan kredibilitasnya dan diajukan ke sidang pemeriksaan para pejabat tinggi AS.

 

Akhirnya ia dilepaskan dari jabatannya sebagai penasehat pemerintah di bidang keamanan.

Zionis Menyerang Haifa

 

68 tahun yang lalu, tanggal 22 April tahun 1948, menjelang diresmikannya pendirian negara ilegal Israel, pasukan Zionis menyerang sebuah kota pelabuhan bernama Haifa yang terletak di barat laut Palestina.

Dalam serangan ini, 500 warga Palestina terbunuh dan 200 lainnya luka-luka. Kaum perempuan dan anak-anak Palestina yang ketakutan, melarikan diri ke daerah pelabuhan untuk menyelamatkan diri.Namun, tentara Zionis mengejar mereka dan membunuh 100 orang serta melukai 200 lainnya.

 

Alasan dilakukannya serangan keji ini oleh Zionis adalah karena semakin dekatnya pendirian negara Israel, yaitu tanggal 14 Mei 1948 dan untuk menakut-nakuti warga Palestina agar pergi meninggalkan tanah air mereka.

 

Pembantaian Massal di Aljazair

 

55 tahun yang lalu, tanggal 22 April tahun 1961, tentara rahasia Perancis melakukan kudeta di Aljazair sehingga mengakibatkan terbunuhnya 1200 warga Aljir, ibukota Aljazair.

Kudeta ini dilakukan oleh Jenderal Salan, Jouhaud, Challe, dan Zeller karena menentang keputusan pemerintah Perancis yang memberikan hak otonomi kepada Aljazair.

 

Presiden Perancis saat itu, Charles De Gaulle memerintahkan agar aksi kudeta itu ditumpas dan dalam empat hari, para jenderal tersebut ditangkap.

Irak Memulai Perang Kapal Tanker Minyak

32 tahun yang lalu, tanggal 3 Ordibehesht 1363 Hs, Irak memulai perang dengan menyerang kapal tanker Iran.

Sekitar empat tahun pasca dimulainya Perang Pertahanan Suci, Irak dengan bantuan kekuatan-kekuatan besar dunia berusaha keras meningkatkan tekanannya terhadap Iran. Untuk itu, rezim Baath Irak mulai menyusun rencana bersama untuk mencegah ekspor minyak Iran. Sementara untuk mengisi kekosongan minyak Iran di pasar internasional, Irak meningkatkan ekspor minyaknya.

Irak kemudian menyerang terminal ekspor minyak Iran dan kapal-kapal tanker yang membuat harga minyak mentah turun perlahan-lahan. Irak dengan bantuan Amerika dan Barat untuk pertama kalinya dengan memanfaatkan pesawat tempur Perancis menyerang pulau Khark dan kapal tanker yang membawa minyak Iran pada 3 Ordibehesht 1363 Hs. Para pejabat Irak beralasan bahwa serangan ini akan segera mengakhiri perang. Karena Iran akan kehilangan devisa dari penjualan minyak mentahnya dengan demikian, Teheran tidak mampu membeli senjata yang dibutuhkan dari pasar gelap.

Semuanya berubah ketika Iran membalas serangan yang dilakukan Irak yang menimbulkan protes negara-negara di kawasan Timur Tengah dan akhirnya PBB mengeluarkan resolusi terhadap Iran.